Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Guru Lihat Unggahan Foto Mesra Siswinya di WhatsApp, Aksi Persetubuhan di Nunukan Terbongkar

Kompas.com - 08/09/2022, 14:28 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Unit Reskrim Polres Nunukan, Kalimantan Utara, mengungkap kasus persetubuhan siswi SMA berusia 16 tahun, yang menjadi korban asusila MA (22), seorang buruh perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Seimanggaris.

Kasat Reskrim Polres Nunukan, Iptu Lusgi Simanungkalit, mengungkapkan, peristiwa asusila terhadap anak di bawah umur tersebut, berawal dari perkenalan di WhatsApp.

"Mereka sering chat di WA, lalu menjalin pacaran. Hubungan mereka baru sekitar dua minggu," ujarnya, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Rekam Persetubuhan dengan Perempuan Muda, Kepala Dusun di Jambi Ditangkap

Seringnya chatting mesra melalui ponsel, membuat perasaan keduanya kian bersemi. Keduanya pun sering janjian untuk bertemu.

Dan akhirnya, gadis SMA tersebut menyanggupi ajakan kekasihnya untuk menyeberangi pulau, menuju Nunukan Kota.

Di Nunukan, keduanya lalu menyewa kamar hotel yang ada di Jalan Tien Soeharto Nunukan Timur.

"Korban ini pergi waktu jam pelajaran, atau waktu jam sekolah berlangsung. Jadi dia izin ke gurunya untuk suatu keperluan. Ternyata keperluannya bertemu dengan pelaku. Keduanya lalu menuju Nunukan dengan menaiki kapal berbeda untuk menghindari kecurigaan orang. Mereka lalu bertemu di hotel dan diduga melakukan persetubuhan," jelas Lusgi..

Ia melanjutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar 24 Agustus 2022. Si gadis yang memiliki bawaan polos dan lugu mengabadikan momen kebersamaan mereka di kamar hotel tersebut.

Si gadis ABG yang tengah dilanda asmara, lalu mengunggah foto mesranya sebagai status WhatsApp miliknya.

"Status itu ditemukan oleh guru, beberapa hari lalu. Dipanggil-lah kedua orangtua korban, dan diperlihatkan foto yang diunggah korban di WhatsApp. Orangtuanya akhirnya tidak terima dan melaporkan pelaku ke polisi," kata Lusgi.

Polisi lalu mengamankan pelaku, sekaligus sejumlah barang bukti. Di antaranya busana yang dikenakan saat berada di kamar hotel, serta pakaian dalam korban.

Polisi menyangkakan pasal 81 UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua undang undang Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak menjadi undang undang jo pasal 76 d UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Perempuan di Pasuruan Terungkap, Berawal dari Tuduhan Persetubuhan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Sodomi Pria ke Bocah Laki-laki, Pancing Korban Datang ke Rental PS hingga Diimingi Top Up Game Online

Aksi Sodomi Pria ke Bocah Laki-laki, Pancing Korban Datang ke Rental PS hingga Diimingi Top Up Game Online

Regional
Harap-harap Cemas Nasib Erma, Buruh Apparel Grobogan sejak Videonya Protes Bos India Viral

Harap-harap Cemas Nasib Erma, Buruh Apparel Grobogan sejak Videonya Protes Bos India Viral

Regional
Dugaan Korupsi Pengadaan 4 Kapal Kayu Rp 3,9 M di Bima, Polisi Periksa 30 Saksi

Dugaan Korupsi Pengadaan 4 Kapal Kayu Rp 3,9 M di Bima, Polisi Periksa 30 Saksi

Regional
Bupati Kendal Ungkap Kecocokan Saat Dipasangkan dengan Gibran jika Maju Pilgub Jateng

Bupati Kendal Ungkap Kecocokan Saat Dipasangkan dengan Gibran jika Maju Pilgub Jateng

Regional
Saat Mahasiswa dari Norwegia dan Swedia Memainkan Gendang Belek di Lombok Tengah...

Saat Mahasiswa dari Norwegia dan Swedia Memainkan Gendang Belek di Lombok Tengah...

Regional
Minyakita di Kendal Langka, Disinyalir Ada Beberapa Pedagang Besar Menimbun

Minyakita di Kendal Langka, Disinyalir Ada Beberapa Pedagang Besar Menimbun

Regional
Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Kesal Sering Dirundung, Siswa SMK di Palembang Tusuk Teman Sekelas hingga Tewas

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang Beha dan Nanitu Kinali

Regional
Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Fakta Fortuner Tabrak Pemotor, dari Sopir Ternyata Menantu Kasat Samapta hingga Pelat Polri Palsu

Regional
Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Ditemukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Parit Kompleks Kampus Unsoed

Regional
Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Status Gunung Karangetang di Sitaro Sulut Naik Jadi Siaga

Regional
Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi Bayi yang Dibuang Pelajar SMP ke Jurang, Masih Hidup Terbungkus Kresek hingga Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Runtuhnya Kerajaan Kutai, Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Regional
Bernostalgia di Kafe Gethe, 'Permata Terpendam' Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Bernostalgia di Kafe Gethe, "Permata Terpendam" Kuno nan Unik di Tengah Kota Semarang

Regional
Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Pj Bupati Nduga Sebut 15 Pekerja Bangunan Diancam KKB, Begini Kronologinya...

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.