Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bengkulu Kembali Dilanda Banjir dan Diguncang 2 Gempa pada Kamis Malam

Kompas.com - 02/09/2022, 09:00 WIB
Firmansyah,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com - Hujan deras sepanjang malam kembali menerpa Provinsi Bengkulu, Kamis (2/9/2022).

Sebelumnya, air sisa banjir pada Selasa (30/8/2022) mulai surut. Warga yang mulai kembali ke rumah terpaksa mengungsi kembali. Sejumlah ruas jalan kembali digenangi air sedalam 0,5 meter.

"Pagi tadi saya lewat jalan Rawa Makmut air sudah surut namun malam tadi karena hujan lagi, jalan raya kembali tergenang banjir," ungkap Firdaus, warga Kota Bengkulu, Kamis (1/9/2022) malam.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bengkulu

Sejumlah titik banjir muncul kembali di dalam Kota Bengkulu mulai dari kawasan Rawa Makmur, Bentiring, Nusa Indah, dan lainnya.

Hingga Jumat (2/9/2022) pukul 06.00 WIB hujan semakin deras.

Tidak saja hujan diiringi banjir yang menggenangi permukiman warga sepanjang malam, BMKG mencatat dua kali gempa bumi bermagnitudo 2,7 pada pukul 21.43 WIB dan 3,8 pada pukul 22.15 WIB Kamis (1/9/2022) malam.

BMKG menyebutkan, perkiraan cuaca pada 2 September 2022 umumnya berawan, tetapi tetap berpotensi hujan ringan hingga lebat.

Buruknya cuaca Bengkulu juga mengakibatkan Lion Air nomor penerbangan JT 630 dari Bandara Internasioanl Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK), tujuan Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu (BKS), gagal mendarat karena cuaca buruk hujan disertai petir.

Baca juga: Banjir Bengkulu, Sejumlah Jembatan Rusak dan Hanyut Tersapu Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengeluarkan data terbaru bahwa korban banjir dan longsor di daerah itu mencapai 5.316 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tujuh kabupaten.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pasca Kejadian Bentrok di Sorong, TNI AL dan Brimob Berakhir Damai

Pasca Kejadian Bentrok di Sorong, TNI AL dan Brimob Berakhir Damai

Regional
Tradisi Lebaran Ketupat: Sejarah, Filosofi, dan Perbedaan dengan Hari Raya Idul Fitri

Tradisi Lebaran Ketupat: Sejarah, Filosofi, dan Perbedaan dengan Hari Raya Idul Fitri

Regional
Pemudik Pejalan Kaki Kelelahan Berjalan 3 Km di 'Gangway' Pelabuhan Merak

Pemudik Pejalan Kaki Kelelahan Berjalan 3 Km di "Gangway" Pelabuhan Merak

Regional
Baru 27 Persen Pemudik Balik ke Pulau Jawa dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak

Baru 27 Persen Pemudik Balik ke Pulau Jawa dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak

Regional
Arus Balik, Daop 5 Purwokerto Tambah 1.390 Tempat Duduk

Arus Balik, Daop 5 Purwokerto Tambah 1.390 Tempat Duduk

Regional
Terjadi Kepadatan, 'One Way' Diberlakukan di Kota Semarang-GT Kalikangkung

Terjadi Kepadatan, "One Way" Diberlakukan di Kota Semarang-GT Kalikangkung

Regional
Polisi Amankan Pria Pukul Perempuan Pengendara Motor dengan Gitar di Malang

Polisi Amankan Pria Pukul Perempuan Pengendara Motor dengan Gitar di Malang

Regional
Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Regional
Balik Rantau Naik Motor, Anak Pemudik Hampir Pingsan di Pelabuhan Bakauheni

Balik Rantau Naik Motor, Anak Pemudik Hampir Pingsan di Pelabuhan Bakauheni

Regional
Brimob dan TNI AL Terlibat Perkelahian di Sorong, Dipicu Salah Paham

Brimob dan TNI AL Terlibat Perkelahian di Sorong, Dipicu Salah Paham

Regional
Imbas Kasus Korupsi di Babel, Harga Timah Dunia Meroket

Imbas Kasus Korupsi di Babel, Harga Timah Dunia Meroket

Regional
Polisi Temukan Uang Rp 100 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Lampung

Polisi Temukan Uang Rp 100 Juta Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Lampung

Regional
Kakorlantas: Sumsel-Merak Lancar, Turun dari Kapal Jangan Ngebut

Kakorlantas: Sumsel-Merak Lancar, Turun dari Kapal Jangan Ngebut

Regional
Temuan Kerangka Manusia dan Seragam Pramuka di Sultra, Diduga Siswi SMK Hilang 3 Bulan Lalu

Temuan Kerangka Manusia dan Seragam Pramuka di Sultra, Diduga Siswi SMK Hilang 3 Bulan Lalu

Regional
Dilaporkan Hipotermia, Pendaki Wanita Dievakuasi SAR di Pos 2 Gunung Slamet

Dilaporkan Hipotermia, Pendaki Wanita Dievakuasi SAR di Pos 2 Gunung Slamet

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com