Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/09/2022, 08:05 WIB

SERANG, KOMPAS.com- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten kembali menyita aset milik tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi oleh Bank Banten kepada PT. Harum Nusantara Makmur (HNM)  sebesar Rp 65 Miliar pada tahun 2017.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengatakan, tiga aset berupa lahan dan rumah milik istri Rasyid Samsudin (RS) selaku Direktur PT. HNM di sita oleh penyidik pada Kamis (1/9/2022).

"Penyitaan barang bukti milik tersangka RS berupa Lahan dengan luas 1.427 M2 yang terletak di Jalan Kampung Rawa Barat, RT 06 RW 16, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten," kata Ivan kepada Kompas.com, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Kasus Kredit Macet Bank Banten Rp 65 Miliar, Kejati: Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Penyidik kemudian kembali melakukan penyitaaan dua rumah mewah di Perumahan Prima Bintaro, Kavling 2 dan 3, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.

"Sertifikat hak milik kedua rumah atas nama IPS, istri dari tersangka RS," ujar Ivan.

Dijelaskan Ivan, bahwa kegiatan penyitaan dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi dan surat penetapan izin penyitaan dari Pengadilan Negeri Tangerang.

"Terhadap penyitaan barang bukti tersebut akan dijadikan barang bukti dalam perkara dimaksud, serta untuk penyelamatan kerugian keuangan negara," tandasnya.

Diketahui, sebelumnya penyidik telah menyita satu bidang tanah seluas 629 meter persegi di Jalan Witana Harja, Pamulang Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Baca juga: Punya Rp 65 Miliar Kredit Macet, Bank Banten Gandeng Jaksa untuk Menagih

Kemudian, bangunan di Cideng Barat Nomor 2C, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

 

Kepala Kejati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebelumnya selalu menegaskan, penyidik akan terus mengejar aset-aset para tersangka kredit macet di Bank Banten senilai Rp 65 miliar.

Hal itu dilakukan untuk memulihkan kerugian keuangan negara khususnya di Bank Banten.

"Kita sekarang gencar memulihkan kerugian keuangan negara karena masus bank banten ini menjadi perhatian," kata Leonard kepada Kompas.com di temui di kantornya. Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Eks Vice President Bank Banten Tersangka Kasus Kredit Macet Sudah Dipecat sejak 2021

Selain itu, penyidik saat ini terus bekerja keras untuk mendalami adanya tindak pidana pencucian uang dalam perkara tersebut.

Sejauh ini, Kejati Banten baru menetapkan dua tersangka yakni Satyavadin Djojosubroto (SDJ) mantan Vice Precident Bank Banten dan Rasyid Samsudin (RS) selaku Direktur PT. HNM.

Kedua tersangka, dikenakan pasal 2 ayat (1), sub Pasal 3, jo pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walhi Aceh: Kaji Ulang Izin di Kawasan Hutan, jika Ingin Atasi Banjir

Walhi Aceh: Kaji Ulang Izin di Kawasan Hutan, jika Ingin Atasi Banjir

Regional
Desa Bantu Buatkan KTP bagi Agus, Pria yang Kabur 25 Tahun karena Takut Disunat, demi Obati Diabetesnya

Desa Bantu Buatkan KTP bagi Agus, Pria yang Kabur 25 Tahun karena Takut Disunat, demi Obati Diabetesnya

Regional
Sering Hujan dan Dilalui Kendaraan Berat, Jalan Pantura di Kendal Mulai Banyak Lubang

Sering Hujan dan Dilalui Kendaraan Berat, Jalan Pantura di Kendal Mulai Banyak Lubang

Regional
Banyak Anggota PKK Jadi Korban Penipuan Bermotif Belas Kasihan, Polres Salatiga Lakukan Penyelidikan

Banyak Anggota PKK Jadi Korban Penipuan Bermotif Belas Kasihan, Polres Salatiga Lakukan Penyelidikan

Regional
Dipecat Nasdem, Suami Wagub NTB Gabung Perindo

Dipecat Nasdem, Suami Wagub NTB Gabung Perindo

Regional
Selundupkan 3,6 Kilogram Kokain ke Bali, WN Brasil Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

Selundupkan 3,6 Kilogram Kokain ke Bali, WN Brasil Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

Regional
Hendak Selundupkan 7,3 Kg Sabu dari Malaysia ke Jambi, Pria Ini Ditangkap di Karimun, Dijanjikan Rp 35 Juta

Hendak Selundupkan 7,3 Kg Sabu dari Malaysia ke Jambi, Pria Ini Ditangkap di Karimun, Dijanjikan Rp 35 Juta

Regional
Emosi dan Tebas Kepala Temannya hingga Tewas, Pria di Bolaang Mongondow Utara Ditangkap

Emosi dan Tebas Kepala Temannya hingga Tewas, Pria di Bolaang Mongondow Utara Ditangkap

Regional
Buru Pelanggar Lalu Lintas, Ditlantas Polda Jateng Gunakan Drone

Buru Pelanggar Lalu Lintas, Ditlantas Polda Jateng Gunakan Drone

Regional
Empat Jenderal Polisi Lepas Penerbangan Citilink dari Bandara Halim ke Ngloram Blora yang Kembali Beroperasi

Empat Jenderal Polisi Lepas Penerbangan Citilink dari Bandara Halim ke Ngloram Blora yang Kembali Beroperasi

Regional
Paman Tega Cabuli Keponakan yang Masih SD hingga Lima Kali

Paman Tega Cabuli Keponakan yang Masih SD hingga Lima Kali

Regional
Marak Kasus Pemerkosaan Anak di Jateng, Ganjar: Anak Itu untuk Disayangi dan Disiapkan, Bukan Dianiaya

Marak Kasus Pemerkosaan Anak di Jateng, Ganjar: Anak Itu untuk Disayangi dan Disiapkan, Bukan Dianiaya

Regional
Cerita Pria di Cirebon Rampok dan Aniaya Kakak Tirinya, Pura-pura Ikut Antar Korban ke Rumah Sakit

Cerita Pria di Cirebon Rampok dan Aniaya Kakak Tirinya, Pura-pura Ikut Antar Korban ke Rumah Sakit

Regional
Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Regional
Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.