Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/09/2022, 16:03 WIB

KENDAL, KOMPAS.com- Seorang warga berinisial M (44) diamankan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Kaliwungu, Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

M ditangkap karena diduga melakukan penimbunan dan pengoplosan BBM jenis Pertalite, di gudang penyimpanannya, di Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam, mengatakan penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa di Desa Kutoharjo ada penimbunan BBM jenis Pertalite dan melakukan pengoplosan di gudang penyimpanan.

Baca juga: Antisipasi Penyimpangan Penjualan BBM, Polresta Solo Siagakan 2 Personel di Setiap SPBU

Lalu, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku, setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan. Dari gudang penyimpanan milik tersangka, diamankan barang bukti berupa satu unit KBM Suzuki Carry pikap bernomor polisi H 1807 SM.

Kemudian juga cairan kondisat 300 liter, 4 kaleng pewarna merek Coloursea UK 250 gram, satu jeriken UK 20 liter berisikan Pertalite murni, satu liter pertalite oplosan, satu pompa penyedot, tujuh jeriken UK 200 liter dan empat drigen UK 20 liter.

“Kasus ini merupakan kasus penimbunan, dan juga pengoplosan BBM jenis pertalite, yang dioplos ke Pertamax, karena adanya informasi kenaikan BBM. Penangkapan kami lakukan Rabu (31/08/2022) kemarin,” kata Jamal, Kamis (1/09/2022).

Dia mengatakan penangkapan ini juga menjadi bukti keseriusan jajaran Polres Kendal, mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi, dengan menimbun BBM hingga menyebabkan kesulitan bagi orang banyak.

Dia memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang berbuat curang dengan memanfaatkan situasi terkait rencana kenaikan harga BBM.

“Jangan coba-coba melakukan perbuatan itu di wilayah Kabupaten Kendal. Kami tidak main-main dan akan menindak tegas bagi yang coba-coba,” tegas AKBP. Jamal.

Atas perbuatannya itu, tersangka M dijerat dengan pasal Pasal 54 jo Pasal 28 ayat (i) UU No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dalam UU No.11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, dengan ancaman penjara selama-lamanya 6 tahun dan denda Rp 60 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Regional
Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Regional
Atlet Peraih Medali Emas PON Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumbar

Atlet Peraih Medali Emas PON Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumbar

Regional
Curi Kotak Amal dan Sepeda Motor di Masjid, 2 Siswa SMP OKU Timur Ditangkap

Curi Kotak Amal dan Sepeda Motor di Masjid, 2 Siswa SMP OKU Timur Ditangkap

Regional
Terendah Keempat se-Indonesia, Prevalensi Stunting di Kepri 15,4 Persen

Terendah Keempat se-Indonesia, Prevalensi Stunting di Kepri 15,4 Persen

Regional
Samapta Polda Sulut dan Basarnas Evakuasi 6 Warga di Lokasi Banjir Ternate Tanjung Manado

Samapta Polda Sulut dan Basarnas Evakuasi 6 Warga di Lokasi Banjir Ternate Tanjung Manado

Regional
Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, 7 Delay dan 3 Divert

Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, 7 Delay dan 3 Divert

Regional
Gibran Branding Mobil Dinasnya Logo Solo Safari, Ini Alasannya...

Gibran Branding Mobil Dinasnya Logo Solo Safari, Ini Alasannya...

Regional
Viral Video Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Dipulangkan ke Tanah Air, Identitasnya Masih Dicari

Viral Video Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Dipulangkan ke Tanah Air, Identitasnya Masih Dicari

Regional
Gali Potensi Pertanian, Bupati Malaka: Kami Prioritaskan Swasembada Pangan

Gali Potensi Pertanian, Bupati Malaka: Kami Prioritaskan Swasembada Pangan

Regional
8 Lokasi di Manado Dilanda Banjir, Basarnas Turunkan Tim Evakuasi Warga

8 Lokasi di Manado Dilanda Banjir, Basarnas Turunkan Tim Evakuasi Warga

Regional
Warga Curiga Ada 2 Makam Baru di Cianjur, Saat Dibongkar Berisi Golok Tua dan Baut Dibungkus Kafan

Warga Curiga Ada 2 Makam Baru di Cianjur, Saat Dibongkar Berisi Golok Tua dan Baut Dibungkus Kafan

Regional
Begini Respons Ganjar soal Kabar Kaesang Terjun ke Pilkada

Begini Respons Ganjar soal Kabar Kaesang Terjun ke Pilkada

Regional
Pukul Gong 3 Kali, Gibran Resmikan Solo Safari

Pukul Gong 3 Kali, Gibran Resmikan Solo Safari

Regional
Anggota DPRD Batam Ditangkap Saat 'Nyabu' bersama Teman Wanita, Ketua DPRD: Saya Tidak Bisa Berbuat Banyak

Anggota DPRD Batam Ditangkap Saat "Nyabu" bersama Teman Wanita, Ketua DPRD: Saya Tidak Bisa Berbuat Banyak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.