Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Temui Mahasiswa Baru Unika Semarang, Ganjar Dapat Pertanyaan Cara Jadi Gubernur

Kompas.com - 31/08/2022, 17:59 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Khairina

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru 2022 "Joyfull Learning" di Lapangan Albertus Kampus Unika Soegijapranata Semarang, Rabu (30/8/2022).

Dalam kesempatan tersebut beberapa mahasiswa nampak antusias mendengarkan dan berdialog dengan Ganjar.

Salah satu mahasiswa bernama Dafa berkesempatan untuk berdialog dengan Ganjar dan bertanya bagaimana cara agar menjadi gubernur kepada Ganjar.

Baca juga: Berani Bertanya ke Ganjar, SPP 5 Mahasiswa UIN Salatiga Dibayari 1 Semester

Bukannya menjawab, Ganjar justru mempersilakan mahasiswa lain yang tahu untuk ikut menjelaskan kepada teman-teman mahasiswa lainnya soal cara menjadi gubernur.

Saat itulah salah seorang mahasiswi bernama Sri Utami mengangkat tangan dan menjelaskan mengenai bagaimana cara menjadi gubernur atau kepala daerah.

"Untuk menjadi gubernur atau kepala daerah harus melalui partai (diusulkan oleh partai) atau maju independen," ujar mahasiswi baru Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata itu.

Setelah itu, Ganjar lebih memilih untuk menjelaskan aktivitas mahasiswa dalam berorganisasi yang kemudian bisa dikonversi menjadi nilai akademik.

"Sebab banyak hal mengenai kepemimpinan dan soft skill tidak didapatkan di ruang kelas tetapi dari menjadi aktivis atau berorganisasi," jelasnya kepada para mahasiswa.

Baca juga: Ganjar Akan Memulai Penggunaan Mobil Listrik di Lingkungan Pemprov Jateng

Menurutnya, "Joyfull Learning" yang menjadi tema acara tersebut cukup menarik untuk membuat pembelajaran atau prosesnya itu menyenangkan.

"Itu menjadi ruang untuk kreativitas mahasiswa," ujarnya.

Kemampuan beradaptasi mahasiswa juga menjadi kunci dalam mengahadapi tantangan dunia. Terlebih kondisi dunia saat ini berubah dengan sangat cepat.

"Kita mulai kenalkan juga dunia mulai berubah, nggak bisa belajar biasa-biasa saja tetapi harus luar biasa. Itu bisa dibangun kalau mereka membuat satu kelompok, tim diskusi didampingi bapak-ibu dosen dan diarahkan pada kondisi-kondisi yang mereka harus adaptif, inovatif, dan kreatif seperti merdeka belajar," ungkapnya.

Ganjar mengatakan pembelajaran menyenangkan atau joyful learning juga dapat diartikan lebih luas oleh mahasiswa.

Sebab, kampus menjadi tempat bertemunya beragam etnis, budaya, dan golongan sosial dari seluruh daerah di Indonesia.

"Saya senang, hampir seluruh Indonesia ada. Maka joyful learning-nya itu tidak hanya diartikan dalam proses belajarnya tetapi mereka bisa berteman dengan banyak orang dari banyak tempat, mengerti beda suku, agama, golongan sosial yang ada," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com