Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trotoar dan Bahu Jalan Malioboro Tegal Jadi Lahan Parkir Liar, Rampas Hak Pejalan Kaki

Kompas.com - 24/08/2022, 20:01 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah di tahun 2021 menggelontorkan Rp 9,7 miliar untuk menyulap kawasan Jalan Ahmad Yani menjadi City Walk atau jalur pejalan kaki di dalam kota.

Namun, pembangunan City Walk yang disebut Pemkot sebagai Malioboro-nya Tegal belum benar- benar terwujud sesuai tujuan awalnya. Salah satunya karena kini adanya alih fungsi trotoar.

Trotoar yang semula lebar 1,5 meter dilebarkan menjadi 5 meter justru menjadi lahan parkir liar.

Baca juga: Kuli Proyek Malioboro Tegal Nekat Curi Tong Sampah karena 3 Bulan Tak Digaji, Polisi Terapkan Restorative Justice

Ironinya, tak hanya di atas trotoar, di bahu jalan juga berjejer kendaraan parkir baik roda dua maupun lebih.

Alhasil, hak pejalan kaki benar- benar dirampas.

"Ini jelas merampas hak pejalan kaki. Tidak bisa jalan di trotoar, turun ke bahu jalan juga tidak bisa," kata Abdul Rohim (38), warga Tegal Timur, Rabu (24/8/2022).

Pantauan Kompas.com, Jalan Ahmad Yani hanya menerapkan satu jalur, dari selatan ke utara. Lebar jalan lebih sempit dari sebelum proyek City Walk.

Sedangkan trotoar sisi kanan dan kiri kini menjadi lebih lebar. Beberapa paving yang belum lama dipasang terlihat mengelupas di beberapa bagian. Sementara jalur food truck juga belum seluruhnya rampung.

Di sepanjang jalan itu sebenarnya menjadi kawasan niaga dengan kehadiran pertokoan. Masih di kawasan itu, juga berdiri Pasar Pagi, yang merupakan induk pasar tradisional dan semi modern di Kota Bahari.

Kesemrawutan diperparah ketika ada sepeda motor yang nekat berlawanan arah. Utamanya di jam sibuk, termasuk oleh warga yang belanja di Pasar Pagi.

Kehadiran petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditugaskan di lapangan seperti acuh. Enggan menegur apalagi menata.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kusnendro mengaku akan menindaklanjuti kesemrawutan di Jalan A. Yani dengan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Segera biar nanti Komisi 3 DPRD memanggil OPD terkait untuk dilakukan klarifikasi," kata Kusnendro.

Baca juga: Pekerjaan Molor, Kontraktor Malioboro Tegal Didenda Rp 8,8 Juta Per Hari

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Setia Budi mengatakan, masih akan dilakukan penyempurnaan dan penataan di Jalan Ahmad Yani.

"Untuk penyempurnaan Jalan Ahmad Yani di anggaran perubahan 2023. Seperti untuk pemasangan lampu pedestrian termasuk pemeliharaan jalannya," ucap Budi yang enggan menjelaskan lebih lanjut.

Seperti diketahui, proyek City Walk senilai Rp 9,7 miliar berdasarkan kontak kerja, dikerjakan mulai 6 September dan semestinya rampung 24 Desember 2021.

Tak kunjung rampung, kepada pihak rekanan, Pemkot kemudian memberi perpanjangan waktu hingga 8 Januari 2022. Namun juga belum selesai atau baru 60 persen.

Pemkot akhirnya kembali memberikan kesempatan merampungkan pekerjaan hingga 29 Januari 2022.

Namun, dengan catatan kontraktor harus bayar denda Rp 8,8 juta per hari sebagai denda keterlambatan.

Nyatanya hingga Maret 2022 pekerjaan tak kunjung rampung hingga akhirnya Pemkot melakukan pemutusan kontrak sepihak pada 8 April 2022.

Kelanjutan pembangunan akhirnya dibebankan ke anggaran pemeliharaan di DPUPR. Sementara pihak kontraktor dikabarkan pergi tak sampai bayar denda.

Sebagai informasi, sejak awal berjalan proyek City Walk mendapat banyak pertentangan. Tak hanya oleh para pedagang kaki lima (PKL), namun juga warga yang tinggal di kawasan itu.

Alasannya, karena proyek tersebut tanpa perencanaan yang matang. Sejumlah warga bahkan sampai menggunggat class action ke pengadilan hingga demo turun ke jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Regional
Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Regional
Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Regional
Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Regional
Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Regional
Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Regional
Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Regional
Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Regional
Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Regional
Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Regional
Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Regional
Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Regional
Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.