Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Nonton Persis Solo VS Madura United Gratis, Pria di Solo Nekat Jadi Polisi Gadungan

Kompas.com - 24/08/2022, 11:24 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo, mengamankan seorang laki-laki yang mengaku menjadi polisi saat akan menonton pertandingan Liga 1 Indonesia, Persis Solo VS Madura United, Selasa (23/8/2022), malam.

Polisi gadungan itu, datang ke Stadion Manahan, menggunakan atribut kaus bertuliskan 'Polisi'. Kemudian, saat akan masuk ke Gate 1, aksinya diendus aparat kepolisian yang bertugas.

Pria yang beridentitas, YEK (27), warga Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, mengaku melakukan aksi nekatnya lantaran ingin menonton pertandingan secara gratis.

Baca juga: Kawal Laga Persis Solo VS Madura United, Polisi Kerahkan 500 Personel

"Sebelum masuk sudah ketahuan sama petugas yang berjaga di depan pintu masuk," kata Kanit PPA Iptu Heny mewakili Kasat Reskrim Polresta Solo, Rabu (24/8/2022).

Kanit PPA menjelaskan gerak-gerik mencurigakan YEK, terlihat pada pukul 20.30 WIB. Saat itu pertandingan telah dimulai selama 30 menit.

"Saat ditanya petugas 'anggota mana?', namun pelaku tidak bisa menjawabnya sehingga oleh petugas langsung dilakukan penangkapan," paparnya.

YEK langsung dibawa ke Mapolresta Solo, untuk diinterogasi. Didapati pelaku melakukan aksinya sebanyak dua kali, yang berakhir penangkapan.

"Pengakuan pelaku mengunakan kaos tersebut yang ia beli di salah satu toko menjual seragam Polri dan pelaku sudah memakai kaos tersebut sebanyak dua kali," ujarnya.

Pengguna kaos saat Pertandingan Persita Tangerang VS Persis Solo, dan Persis Solo VS Madura United.

"Kedua tadi malam, tapi kami gagalkan," jelasnya.

Setelah dimintai klarifikasi, pelaku membuat surat pernyataan pengakuan bersalah menyalah seragam Polri dan tidak akan mengulanginya lagi.

"Pelaku diperbolehkan kembali pulang setelah pertandingan selesai, dan kaos bertuliskan 'polisi' kami lakukan penyitaan" pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Soal Hibah Pembangunan Gedung Baru Senilai Rp 7,3 M, Kejari Blora: Gedung Sempit

Regional
Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatuk Ambruk

Miring Sejak 2018, Jembatan Dermaga Sei Nyamuk di Pulau Sebatuk Ambruk

Regional
Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Kesaksian Korban Truk Terguling di Kebumen: Remnya Blong, Bannya Bocor

Regional
Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Profil Gunung Ruang, dari Lokasi hingga Sejarah Erupsi

Regional
BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

Regional
Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Anggota DPRD Kota Serang Bakal Dapat 2 Baju Dinas Seharga Rp 8 Juta

Regional
Terjadi Hujan Kerikil dan Pasir Saat Gunung Ruang Meletus

Terjadi Hujan Kerikil dan Pasir Saat Gunung Ruang Meletus

Regional
Pemkab Agam Anggarkan Rp 2,2 Miliar untuk Rehabilitasi 106 Rumah

Pemkab Agam Anggarkan Rp 2,2 Miliar untuk Rehabilitasi 106 Rumah

Regional
Kronologi Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Korban Sempat Diajak Berbelanja

Kronologi Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Korban Sempat Diajak Berbelanja

Regional
Sederet Fakta Kasus Ibu dan Anak di Palembang Dibunuh Mantan Pegawai Suami

Sederet Fakta Kasus Ibu dan Anak di Palembang Dibunuh Mantan Pegawai Suami

Regional
Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Diduga Direncanakan

Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Diduga Direncanakan

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Kematian Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar karena Dicekik

Polisi Sebut Hasil Otopsi Kematian Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar karena Dicekik

Regional
Sering Campuri Urusan Rumah Tangga Anaknya, Mertua di Kendari Tewas Dibunuh Begal Suruhan Menantu

Sering Campuri Urusan Rumah Tangga Anaknya, Mertua di Kendari Tewas Dibunuh Begal Suruhan Menantu

Regional
Keruk Pasir Laut di Pelabuhan Nelayan Bangka, Negara Bisa Raup Rp 20 M

Keruk Pasir Laut di Pelabuhan Nelayan Bangka, Negara Bisa Raup Rp 20 M

Regional
Ratusan Kerbau di Sumsel Mati Terpapar Penyakit Ngorok, 10.000 Dosis Vaksin Disiapkan

Ratusan Kerbau di Sumsel Mati Terpapar Penyakit Ngorok, 10.000 Dosis Vaksin Disiapkan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com