Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dititipi Anak oleh Saudara, Pria Ini Malah Tega Mencabuli, Korban adalah Keponakannya Sendiri

Kompas.com - 20/08/2022, 14:57 WIB
Imron Hakiki,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

PASURUAN, KOMPAS.com - Menitipkan anak kepada orang terdekat ternyata tidak menjamin keamanan kepada anak. Orangtua sebaiknya lebih waspada.

Salah satunya seperti yang dialami oleh anak perempuan berinisial R (8) warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Ia mendapatkan nasib malang karena dicabuli oleh pamannya sendiri yang berinisial RBS (48) di kediamannya, Selasa (9/8/2022) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Tipidum) Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Pasuruan, Iptu Anton Hendro Wibowo, menuturkan, korban dititipi oleh orangtuanya yang harus bekerja ke luar kota.

Baca juga: Pelaku Balap Liar Mobil yang Dicari Gibran Diamankan Polisi, Berakhir dengan Minta Maaf ke Warga Solo

"Mereka menitipkan kepada R karena ia adalah pamannya. Jadi, tidak ada kecurigaan sebelumnya," ungkap Anton, melalui sambungan telepon, pada Sabtu (20/8/2022).

Anton mengatakan, dugaan pencabulan itu bermula saat korban mengeluh gatal di bagian kaki hingga selangkangannya.

"Tersangka awalnya hendak memberikan obat minyak goreng dicampur dengan kapur barus kepada korban," kata dia.

Kemudian tersangka mengusap bagian tubuh korban yang gatal-gatal dari kaki sampai selangkangan korban.

Baca juga: Isolasi Mandiri, Gibran, Selvi Ananda hingga Jan Ethes Terpapar Covid-19, Diduga Terpapar dari ART

 

Namun, tersangka malah mencabuli keponakannya itu.

Atas peristiwa itu, korban melapor ke orangtua korban yang berada di Kalimantan.

"Pasca itu, orangtua korban pulang dan melaporkan tersangka ke Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan," pungkas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Gubris Ajakan Salaman, Pelajar di Semarang Disetrika Kakak Kelasnya

Tak Gubris Ajakan Salaman, Pelajar di Semarang Disetrika Kakak Kelasnya

Regional
Terdampak Banjir, Aliran Listrik ke 1.890 Pelanggan PLN Padam

Terdampak Banjir, Aliran Listrik ke 1.890 Pelanggan PLN Padam

Regional
BNPB Salurkan Bantuan Rp 250 Juta dan Peralatan Penanganan Darurat Banjir Mahakam Ulu

BNPB Salurkan Bantuan Rp 250 Juta dan Peralatan Penanganan Darurat Banjir Mahakam Ulu

Regional
Soal Status Jokowi di PDI-P, Sukur Henry: Bagi Saya itu Masa Lalu

Soal Status Jokowi di PDI-P, Sukur Henry: Bagi Saya itu Masa Lalu

Regional
Maju Pilkada 2024, Mantan Wabup Belitung Daftar di 4 Parpol

Maju Pilkada 2024, Mantan Wabup Belitung Daftar di 4 Parpol

Regional
Pelaku Begal di Lubulinggau Bawa Kabur Honda Beat, tapi Motor CBR-nya Malah Tertinggal

Pelaku Begal di Lubulinggau Bawa Kabur Honda Beat, tapi Motor CBR-nya Malah Tertinggal

Regional
Pulang Merantau Lamar Kekasihnya, Calon Pengantin Pria Bunuh Diri di Hari Pernikahan

Pulang Merantau Lamar Kekasihnya, Calon Pengantin Pria Bunuh Diri di Hari Pernikahan

Regional
43 Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur Lusa, Berikut Acara Penyambutannya

43 Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur Lusa, Berikut Acara Penyambutannya

Regional
Tak Sempat Dievakuasi, Perangkat Komputer 6 Dinas di Mahakam Ulu Terendam Banjir

Tak Sempat Dievakuasi, Perangkat Komputer 6 Dinas di Mahakam Ulu Terendam Banjir

Regional
Sejumlah Pemda Larang 'Study Tour', Pelaku Wisata di Magelang: Keputusan Aneh dan Reaksioner

Sejumlah Pemda Larang "Study Tour", Pelaku Wisata di Magelang: Keputusan Aneh dan Reaksioner

Regional
Mahakam Ulu Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Banjir hingga 27 Mei

Mahakam Ulu Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Banjir hingga 27 Mei

Regional
Diduga Dipaksa Cerai, Pria di Banyuasin Aniaya Kedua Mertua

Diduga Dipaksa Cerai, Pria di Banyuasin Aniaya Kedua Mertua

Regional
Pemuda di Tarakan Dianiaya hingga Tewas, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Pemuda di Tarakan Dianiaya hingga Tewas, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Regional
Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta Kota Solo, Pengungsian Dibuka 3 Hari

Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta Kota Solo, Pengungsian Dibuka 3 Hari

Regional
Dampak Banjir Lahar di Sumbar, 450 Hektar Lahan Pertanian Alami Puso

Dampak Banjir Lahar di Sumbar, 450 Hektar Lahan Pertanian Alami Puso

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com