Kompas.com - 19/08/2022, 20:35 WIB

KUTIM, KOMPAS.com – Nasib malang dialami gadis berusia 13 tahun di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur ini. Remaja tersebut diperkosa oleh pamannya sendiri sejak usia 8 tahun atau saat masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Parahnya lagi, sang ayah kandungnya justru juga ikut memperkosa korban saat dimintai perlindungan.

Diketahui orangtua korban sudah lama berpisah sehingga tinggal bersama pamannya berinisial AK (57) di Kecamatan Sangkulirang, Kutim. AK mengancam korban saat melakukan perbuatannya. Korban diperkosa AK berkali-kali sejak tahun 2017 lalu.

Baca juga: Residivis Pencabulan Anak Sekap dan Perkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil, Ditangkap Saat Kabur ke Papua

“Pelaku melakukan hal itu berulang kali sejak korban berusia 8 tahun. Jadi orangtua korban ini pisah. Ibunya tinggal bersama orangtuanya. Sementara ayah kandungnya tinggal sendiri. Jadi korban dititipkan di tempat pamannya alias di tempat pelaku,” ungkap Wakapolres Kutim, Kompol Damus Asa saat konferensi pers pada Jumat (19/8/2022).

Lalu pada tahun 2020, korban mengadukan perbuatan AK kepada ayah kandungnya berinisial EF (44). Sayangnya EF tidak percaya dengan apa yang disampaikan anaknya itu.

Korban pun akhirnya memilih tinggal dengan sang ayah di kawasan Sangkulirang, karena takut kembali ke rumah pamannya. Namun bukannya mendapat rasa aman, EF justru malah malah ikut-ikutan memperkosa anak kandungnya sendiri.

“Pengakuan ayah kandungnya enam kali. Dan sama, pelaku juga mengancam korban. Sehingga korban pun ketakutan. Sedangkan pengakuan pamannya hanya melakukan dua kali. Tapi kita belum percaya. Tidak mungkin sejak 2017 hanya dua kali. Pasti berulang kali,” bebernya.

Korban pun akhirnya mendatangi ibu kandungnya dan menceritakan semua tindakan kedua pelaku. Sayangnya, sang ibu tak percaya kalau paman beserta ayah kandungnya tega melakukan perbuatan tak senonoh itu. Terlebih AK merupakan suami dari adik ibunya sendiri.

“Ibunya enggak percaya juga. Jadi akhirnya korban menemui bibinya. Dan bibinya lah yang melaporkan kejadian ini ke Polres Kutim,” ungkap Damus.

Polisi pun langsung meringkus kedua pelaku di rumahnya masing-masing. Setelah dilakukan interogasi, AK dan EF mengaku tega memperkosa korban dikarenakan terbawa nafsu.

EF mengaku terakhir memperkosa anaknya pada Minggu (31/7/2022) sekitar pukul 23.30 Wita. Pelaku melakukan hal tersbeut di rumah ibu kandung korban. Saat itu ibu korban mencoba bertanya kepada EF soal pemerkosaan.

“Pelaku melakukan itu di dalam kamar ibu korban saat semuanya sedang tidur,” tuturnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti yakni berupa pakaian korban. Kini AK dan EF mendekam dibalilk jeruji besi dengan ancaman Pasal 81 Ayat (1), (2), (3) UU RI No.17/2016 Jo Pasal 64 KUHP. Dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Kondisi Korban Santri Bakar Santri di Rembang, Sempat Koma 2 Pekan

Update Kondisi Korban Santri Bakar Santri di Rembang, Sempat Koma 2 Pekan

Regional
Diduga Ikut Tawuran, 4 Siswa SMP Pembawa Celurit Diamankan Satpol PP Padang

Diduga Ikut Tawuran, 4 Siswa SMP Pembawa Celurit Diamankan Satpol PP Padang

Regional
Gibran Rakabuming dan Irina Jokowi Ulang Tahun Hari Ini: Tidak Ada Kado Khusus

Gibran Rakabuming dan Irina Jokowi Ulang Tahun Hari Ini: Tidak Ada Kado Khusus

Regional
Perkosa Siswi SMA di Rumah Kosong, 5 Pelajar di Ambon Ditangkap Polisi

Perkosa Siswi SMA di Rumah Kosong, 5 Pelajar di Ambon Ditangkap Polisi

Regional
PDI-P Diyakini Akan Usung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024, Ganjarist: Megawati Berpihak pada Suara Rakyat

PDI-P Diyakini Akan Usung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024, Ganjarist: Megawati Berpihak pada Suara Rakyat

Regional
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Seko Luwu Utara Gotong Royong Buat Jalan dari Potongan Kayu

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Seko Luwu Utara Gotong Royong Buat Jalan dari Potongan Kayu

Regional
2 Hari sejak TPNPB-OPM Serang Pekerja di Papua Barat, Seorang Wanita Juru Masak Masih Hilang

2 Hari sejak TPNPB-OPM Serang Pekerja di Papua Barat, Seorang Wanita Juru Masak Masih Hilang

Regional
Cari Kegiatan biar Tidak Kesepian, Pria di Bogor Tanam Ganja di Rumah

Cari Kegiatan biar Tidak Kesepian, Pria di Bogor Tanam Ganja di Rumah

Regional
Kisah Pilu 3 Bersaudara di Mamuju, Putus Sekolah karena Tak Mampu Beli Seragam

Kisah Pilu 3 Bersaudara di Mamuju, Putus Sekolah karena Tak Mampu Beli Seragam

Regional
Santri Bakar Santri di Rembang, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Santri Bakar Santri di Rembang, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi pada Tanggal Ini, Apa Dampaknya dan Mengapa Bisa Terjadi?

Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi pada Tanggal Ini, Apa Dampaknya dan Mengapa Bisa Terjadi?

Regional
Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Santri di Rembang Dibakar Senior karena Tolak Kumpulkan Ponsel, Dilakukan Saat Korban Tidur

Regional
OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

OPM Bantai 4 Pekerja Tol Trans di Papua Barat, Seorang Pekerja Wanita Belum Diketahui Nasibnya

Regional
Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Mengenal Benteng Tulukko Ternate, Dibangun oleh Panglima Portugis Tahun 1540

Regional
Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Catatan Sejarah PKI Kuasai Suara Pemilu Tahun 1955 di Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.