Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KLHK Keluarkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Maleo Senkawor

Kompas.com - 19/08/2022, 13:21 WIB
Rosyid A Azhar ,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

GORONTALO, KOMPAS.com – Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) burung maleo senkawor (Macrocephalon maleo) akhirnya dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

SRAK ini ditetapkan dalam surat keputusan yang ditandatangani Menteri LKH Siti Nurbaya pada 27 Januari 2022.

SRAK ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan pelestarian burung maleo sebagai satwa endemik Pulau Sulawesi yang memiliki habitat khas.

Baca juga: Pembangunan Tempat Wisata dan Kebun Sawit Sebabkan Populasi Burung Maleo di Sulbar Terancam Punah

SRAK dibutuhkan sebagai strategi dan rencana aksi konservasi sebagai kerangka kerja yang memerlukan penanganan prioritas, terpadu dan melibatkan semua pihak.

Maleo senkawor merupakan jenis burung anggota keluarga megapodiidae, yaitu burung yang memiliki kaki besar dan kuat serta kuku tajam.

Kaki besar dan kuat ini dibutuhkan untuk menggali tanah sebelum menempatkan telurnya. Saat anakan keluarga burung ini akan menetas, mereka juga diduga menggunakan kaki dan cakarnya untuk keluar dari cangkang telur, menggali tanah agar segera muncul ke permukaan.

Maleo senkawor memiliki habitat yang unik, burung ini tidak mengerami telurnya atau merawat anaknya.

Maleo menggali tanah yang terdapat panas bumi (geothermal) atau pasir pantai dan meletakkan telurnya pada kedalaman tertentu. Panas bumi dan matahari yang akan menghangatkan telur-telur maleo di dalam tanah atau pasir.

“Semoga dengan keluarga surat keputusan Menteri LHK tentang SRAK maleo senkawor ini semuanya bisa terlaksana dan komitmen banyak pihak, tidak cuma sampai di dokumen,” kata Hanom Bashari dari Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota), Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Pesan Gaib Ratu Deku untuk Menjaga Maleo

Diakui Hanom Bashari dalam proses penyusunan SRAK umumnya membutuhkan waktu panjang, tahunan, begitu terbit beberapa hal dan informasi terkadang menjadi tidak mutakhir lagi, sehingga target banyak yang bergeser.

Ia berharap proses penyusunan yang panjang harus menjadi catatan bagi Kementerian LHK, jangan sampai proses penyusunan memakan waktu hanya akibat birokrasi dan administrasi.

Maleo senkawor hanya tersebar di Pulau Sulawesi dan pulau satelitnya seperti Bangka, Lembeh, dan Buton.

Baca juga: Di Desa Ini Ada Wisata Unik, Jadi Ranger Lestarikan Burung Maleo, Tertarik?

Maleo senkawor masuk dalam appendix I CITES yang secara global dilarang untuk diperdagangkan.

Burung ini masuk ketegori genting (Endangfered, EN) dalam kriteria The International Union for Conservation of Nature (IUCN) akibat populasinya yang terus menurun.

Diperkirakan satwa endemik ini memiliki populasi 8.000-14.000 ekor individu dewasa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Regional
Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Regional
Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Regional
Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Regional
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Regional
Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Regional
Kepanasan Antre Masuk Kapal, Pemudik Dapat Minuman Dingin dan Es Krim

Kepanasan Antre Masuk Kapal, Pemudik Dapat Minuman Dingin dan Es Krim

Regional
Libur Lebaran, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Candi Borobudur

Libur Lebaran, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Candi Borobudur

Regional
Catat, Ada Diskon 20 Persen di Tol Tangerang-Merak 17-19 April 2024

Catat, Ada Diskon 20 Persen di Tol Tangerang-Merak 17-19 April 2024

Regional
Ada Kopi dan Camilan Gratis di Pelabuhan Panjang, Dimasak Chef Brimob

Ada Kopi dan Camilan Gratis di Pelabuhan Panjang, Dimasak Chef Brimob

Regional
Duduk Santai di Atas Gorong-gorong, Bocah SD Tiba-tiba Dililit Piton

Duduk Santai di Atas Gorong-gorong, Bocah SD Tiba-tiba Dililit Piton

Regional
Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Regional
Pemudik Antre di 'Buffer Zone', Belum Punya Tiket Nekat Mau Menyeberang

Pemudik Antre di "Buffer Zone", Belum Punya Tiket Nekat Mau Menyeberang

Regional
Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com