8 Koruptor di Riau Diusulkan Dapat Remisi HUT Ke-77 RI, Termasuk Mantan Bupati Bengkalis

Kompas.com - 15/08/2022, 20:40 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ribuan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Provinsi Riau diusulkan mendapat remisi atau pemotongan masa hukum oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau.

Pengusulan remisi ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik Indonesia, 17 Agustus 2022.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Kanwil Kemenkumham Riau, sebanyak 9.082 warga binaan yang diusulkan dapat remisi.

Dari ribuan napi itu, ada 8 orang koruptor yang diusulkan dapat remisi.

Baca juga: 510 Napi di Lumajang Diusulkan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, Salah Satunya Koruptor

"Ya, ada 8 warga binaan kasus korupsi yang diusulkan dapat remisi," ungkap Kepala Sub Bagian Humas Kanwil Kemenkumham Riau, Koko Syawaluddin Sitorus saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (15/8/2022).

Dari delapan koruptor itu, Koko membenarkan salah satunya adalah mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin.

Amril Mukminin merupakan terpidana kasus suap pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Dia sebelumnya ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suami Bupati Bengkalis Kasmarni ini, diduga menerima suap Rp 5,2 miliar dari perusahaan kontraktor PT Citra Gading Asritama. Amril Mukminin divonis 6 tahun penjara.

"Beliau (Amril Mukminin) sejak Februari 2020 sudah ditahan di Rutan KPK. Kemudian, Oktober 2021 dipindahkan ke Rutan Pekanbaru,"

Berikut daftar koruptor yang diusulkan mendapat remisi:

  • Lapas Bengkalis mengusulkan remisi seorang koruptor, yakni Nadia Ayu Puspita alias Nadia.
  • Lapas Pekanbaru mengusulkan remisi untuk tiga koruptor, yakni Ahmad Fauzi, Agus Sukaryanto, dan Mujiono.
  • Lapas Perempuan Pekanbaru mengusulkan satu koruptor, yakni Krisna Olivia.
  • Rutan Pekanbaru mengusulkan tiga koruptor, yakni Abdul Samad, Amril Mukminin, dan Muliadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau Muhammad Jahari Sitepu mengatakan, tanggal 17 Agustus setiap tahunnya menjadi hari bahagia bagi warga binaan, karena apabila telah memenuhi syarat mereka akan mendapatkan remisi.

"Dalam rangka HUT RI tahun ini, sebanyak 9.082 orang warga binaan di Riau telah kami usulkan untuk mendapatkan remisi. Terdiri dari 8.965 warga binaan akan mendapatkan Remisi Umum (RU) I, dan sisanya sebanyak 117 orang akan mendapatkan RU II," kata Jahari dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (15/8/2022).

Jahari menjelaskan, yang dimaksud remisi umum II adalah narapidana akan langsung bebas setelah masa hukumannya dikurangi remisi yang diterima.

Jahari menyebut, warga binaan yang paling banyak diusulkan dapat remisi, yakni kasus narkotika.

Rutan Pekanbaru menjadi satuan kerja yang warga binaannya yang paling banyak diusulkan menerima remisi, yaitu 1.397 orang.

Kemudian Lapas Pekanbaru 1.323 orang, dan Lapas Bangkinang 1.280 orang.

Lalu, Lapas Perempuan Pekanbaru diusulkan sebanyak 251 orang dan anak pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) ada 20 orang yang diusulkan.

Jumlah remisi yang akan diperoleh warga binaan sangat bervariasi, tergantung masa hukuman yang telah dijalaninya.

"Untuk tahun pertama, bagi narapidana yang telah menjalani pidana 6 sampai 12 bulan, akan diberikan remisi selama 1 bulan. Sedangkan bagi yang lebih dari 12 bulan akan mendapat remisi sebanyak 2 bulan," kata Jahari.

Selanjutnya, sambung dia, tahun kedua mendapat 3 bulan, tahun ketiga dapat 4 bulan, tahun keempat dan kelima dapat 5 bulan, dan tahun keenam dan seterusnya dapat 6 bulan.

Jahari memastikan proses pengusulan remisi umum ini bebas dari praktek pungutan liar (pungli).

Sebab, setiap proses pelaksanaan pengusulan menggunakan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) secara otomatis.

Baca juga: 10 Napi Koruptor di Sumsel Dapat Remisi Saat Perayaan HUT Ke-77 RI

"SDP akan otomatis mengusulkan remisi apabila narapidana tersebut memang telah memenuhi syarat. Begitu pula sebaliknya, sistem akan otomatis menolak. Namun, partisipasi masyarakat tetap diperlukan untuk mengawal dan mengawasi proses pemberian remisi ini," katanya Jahari.

Jahari juga menyampaikan, per 11 Agustus 2022, total warga binaan di Lapas dan Rutan di Riau sebanyak 14.158 orang. Rinciannya, 11.813 orang narapidana dan 2.345 orang tahanan.

Sedangkan kapasitas kamar hunian Lapas dan Rutan yang ada di Riau sebanyak 4.373 orang.

"Ini berarti telah terjadi kelebihan hunian sebanyak 324 persen dari kapasitas yang seharusnya," kata Jahari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Gibran Kesasar di GBK hingga Dicium Bapak-bapak Relawan Jokowi: Aku Trauma

Saat Gibran Kesasar di GBK hingga Dicium Bapak-bapak Relawan Jokowi: Aku Trauma

Regional
Eks Bupati Pemalang Ngaku Menerima Suap Tiap Melantik Pejabat, Uangnya untuk Timses dan Beli Tanah

Eks Bupati Pemalang Ngaku Menerima Suap Tiap Melantik Pejabat, Uangnya untuk Timses dan Beli Tanah

Regional
Pencarian Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Terkendala Cuaca

Pencarian Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Terkendala Cuaca

Regional
Kepala BKKBN: Stunting pada Anak Tidak Genetik, tapi karena Salah Urus

Kepala BKKBN: Stunting pada Anak Tidak Genetik, tapi karena Salah Urus

Regional
Kasus Mahasiswa Asal Palembang Dibunuh, Jasadnya Dibakar, Pelaku: Mau Jual Mobilnya

Kasus Mahasiswa Asal Palembang Dibunuh, Jasadnya Dibakar, Pelaku: Mau Jual Mobilnya

Regional
Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Dinilai Bisa Bikin Pariwisata NTT Kembali Mati Suri

Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Dinilai Bisa Bikin Pariwisata NTT Kembali Mati Suri

Regional
Mengaku Terima Suap Bermodus Uang Syukuran, Bupati Pemalang Nonaktif: Besarannya Tidak Dipatok

Mengaku Terima Suap Bermodus Uang Syukuran, Bupati Pemalang Nonaktif: Besarannya Tidak Dipatok

Regional
Terungkap, Ini Penyebab Kematian 3 Warga Kupang yang Ditemukan di Pantai Lelendo

Terungkap, Ini Penyebab Kematian 3 Warga Kupang yang Ditemukan di Pantai Lelendo

Regional
Tak Cuma ke Gibran, Bupati Klaten Juga Mengadu ke Jokowi, Ganjar dan KPK soal Tambang Ilegal

Tak Cuma ke Gibran, Bupati Klaten Juga Mengadu ke Jokowi, Ganjar dan KPK soal Tambang Ilegal

Regional
UMP Aceh 2023 Naik 7,8 Persen Jadi Rp 3,4 Juta

UMP Aceh 2023 Naik 7,8 Persen Jadi Rp 3,4 Juta

Regional
Polisi Sita Uang Rp 3,2 Miliar dari Bandar Narkoba di Riau

Polisi Sita Uang Rp 3,2 Miliar dari Bandar Narkoba di Riau

Regional
2 Unit Mobil Patwal Bekas G20 Bali Diuji Coba di Solo

2 Unit Mobil Patwal Bekas G20 Bali Diuji Coba di Solo

Regional
Kali Loworegi Kembali Meluap, Akses Warga 10 Desa di Sikka Terganggu

Kali Loworegi Kembali Meluap, Akses Warga 10 Desa di Sikka Terganggu

Regional
Kisah Pilu Warga Purworejo yang Batal Dapat Bantuan RTHL, Utang ke Tetangga hingga Mengungsi ke Rumah Saudara

Kisah Pilu Warga Purworejo yang Batal Dapat Bantuan RTHL, Utang ke Tetangga hingga Mengungsi ke Rumah Saudara

Regional
UMP Sumbar 2023 Naik 9,15 Persen Jadi Rp 2,7 Juta

UMP Sumbar 2023 Naik 9,15 Persen Jadi Rp 2,7 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.