Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nenek Jual Togel Online di Kaltim Ditangkap Polisi, Terhubung ke Situs di Sidney dan Hongkong

Kompas.com - 15/08/2022, 11:54 WIB
Ahmad Riyadi,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

PENAJAM, KOMPAS.com – Praktik jual beli togel online di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil diungkap polisi.

Seorang nenek berinisial AS (58) menjadi dalang dalam jual beli tersebut.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang menyebut adanya tindak jual beli togel di kawasan Gunung Steleng, Kabupaten PPU, tepatnya di salah satu warung kopi Pasar Tumpah.

Dari laporan tersebut, polisi pun bergegas melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.

Baca juga: Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

“Di sana anggota berhasil menangkap tangan pelaku saat sedang mencatata dan merekap nomor togel tersebut,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo, pada Senin (15/8/2022).

Dari pengakuan pelaku, ia menjual togel atau kupon putih ini kepada para pelanggan di sekitar lokasi kejadian.

Togel yang ia jual tersebut terhubung langsung ke dalam situs togel Sidney dan Hongkong.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui tersangka menawarkan serta menjual togel yang terhubung dengan situs judi online Sidney dan Hongkong kepada masyarakat di sekitar TKP. Dengan keuntungan bagi hasil sebesar 20 persen untuk tersangka,” beber Yusuf.

Baca juga: Jokowi Dijadwalkan ke IKN Pertengahan Agustus, Gubernur Kaltim: Groundbreaking Pembangunan Istana

Polisi pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti sebuah ponsel merek Vivo, 1 buku rekapan penjualan nomor togel, 1 pulpen merek pilot, 1 buah pulpen merek snowman, uang tunai Rp 200.000 dengan kupon pembelian nomor togel atau kupon putih Sidney, uang Rp 30.000 beserta kupon putih Hongkong dan satu lembar bukti transfer sebesar Rp 700.000 bertuliskan rekening penerima.

“Atas perbuatannya, pelaku pun dijerat Pasal 303 Ayat (1) ke 2 KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 juta,” pungkas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sebelum Tewas, Wanita Tinggal Kerangka di Wonogiri Miliki Hubungan Asmara dengan Residivis Kasus Pembunuhan

Sebelum Tewas, Wanita Tinggal Kerangka di Wonogiri Miliki Hubungan Asmara dengan Residivis Kasus Pembunuhan

Regional
Pilkada Kota Semarang, Sejumlah Pengusaha dan Politisi Antre di PDI-P

Pilkada Kota Semarang, Sejumlah Pengusaha dan Politisi Antre di PDI-P

Regional
Beredar Video Mesum 42 Detik di Lapas, Kemenkumham Jateng Bentuk Tim Khusus

Beredar Video Mesum 42 Detik di Lapas, Kemenkumham Jateng Bentuk Tim Khusus

Regional
Dua Kali Menghamili Pacarnya, Polisi di NTT Dipecat

Dua Kali Menghamili Pacarnya, Polisi di NTT Dipecat

Regional
PDI-P Pemalang Buka Pendaftaran Bacalon Bupati, Anom Wijayantoro Orang Pertama Daftar

PDI-P Pemalang Buka Pendaftaran Bacalon Bupati, Anom Wijayantoro Orang Pertama Daftar

Regional
Tersangka Kasus Investasi Bodong Berkedok Jual Beli BBM di Kalsel Akhirnya Ditahan

Tersangka Kasus Investasi Bodong Berkedok Jual Beli BBM di Kalsel Akhirnya Ditahan

Regional
Setelah dari KPU, Gibran Rencanakan Pertemuan dengan Sejumlah Tokoh di Jakarta

Setelah dari KPU, Gibran Rencanakan Pertemuan dengan Sejumlah Tokoh di Jakarta

Regional
Lecehkan Istri Tetangganya, Pria di Kalsel Ditangkap

Lecehkan Istri Tetangganya, Pria di Kalsel Ditangkap

Regional
Empat Nama Ini Diminta Golkar Persiapkan Pilgub Jateng 2024

Empat Nama Ini Diminta Golkar Persiapkan Pilgub Jateng 2024

Regional
Pilkada Manggarai Timur, Petahana Siprianus Habur Daftar ke Demokrat

Pilkada Manggarai Timur, Petahana Siprianus Habur Daftar ke Demokrat

Regional
Seekor Buaya yang Kerap Teror Warga di Maluku Tengah Ditangkap

Seekor Buaya yang Kerap Teror Warga di Maluku Tengah Ditangkap

Regional
Kasus Dugaan Pemalsuan Nilai di FISIP Untan Berlanjut, Kinerja Tim Investigasi Diperpanjang

Kasus Dugaan Pemalsuan Nilai di FISIP Untan Berlanjut, Kinerja Tim Investigasi Diperpanjang

Regional
Dapat Ucapan Selamat dari Kubu Ganjar dan Anies, Gibran: Terima Kasih Pak Ganjar, Pak Anies

Dapat Ucapan Selamat dari Kubu Ganjar dan Anies, Gibran: Terima Kasih Pak Ganjar, Pak Anies

Regional
Cerita Penumpang KMP Wira Kencana 'Terjebak' 5 Jam di Dermaga Pelabuhan Merak

Cerita Penumpang KMP Wira Kencana 'Terjebak' 5 Jam di Dermaga Pelabuhan Merak

Regional
Bazar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024 Diharapkan Bantu Tingkatkan Perekonomian HST

Bazar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024 Diharapkan Bantu Tingkatkan Perekonomian HST

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com