Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Viktor: NTT Bukan Provinsi Miskin, tapi Provinsi Mahal

Kompas.com - 12/08/2022, 18:24 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Priska Sari Pratiwi

Tim Redaksi


KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut daerahnya kini telah berubah.

"Dulu orang tahu NTT sebagai provinsi miskin. Sekarang orang kenal sebagai provinsi mahal," ujar Viktor saat membuka kegiatan Exotic Tenun Fest yang digelar BI Provinsi NTT di Lippo Plaza Kupang, Jumat (12/8/2022).

Bahkan, lanjut Viktor, karena menjadi provinsi yang mahal, maka membuat ribut satu republik ini.

"Kita mampu mengubah perspektif bahwa NTT tidak murah. Di sini tempat sangat mahal. Itu kita harus buat sendiri, karena kalau kita tidak menghormati diri sendiri siapa yang mau menghormati," kata Viktor.

Baca juga: Rem Blong, Truk Pengangkut Alat Kesehatan Terjun ke Jurang di Manggarai Barat, NTT

Viktor mencontohkan, kain tenunan NTT yang beragam dari berbagai suku, harganya mahal hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, alam NTT yang tersebar di hampir semua tempat juga mahal.

Menurut Viktor, mahal atau murah suatu produk atau obyek, semua tergantung intelektual orang yang menarasikannya sehingga membuat orang lain menjadi paham.

"Hanya orang orang punya kecerdasan tinggi yang mengerti tentang sesuatu yang punya harga atau tidak. Kalau mereka yang tidak tahu karena masalah intelektual," tuturnya.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades di Manggarai NTT Ditahan Jaksa

Viktor mengaku, belum lama ini membeli sebuah kain tenunan asal Sumba yang telah berusia 50 tahun dengan harga Rp 25 juta.

Karena harganya mencapai puluhan juta, lanjut Viktor, dirinya sempat dituduh ditipu. 

"Orang bilang itu gubernurnya ditipu. Saya bilang tidak apa apa. Karena nanti saya jual kembali dengan harga Rp 250 juta. Nanti saya pergi tipu orang lagi," seloroh Viktor.

Viktor mengatakan, setiap barang yang mempunyai harga atau nilai tinggi, tergantung cara menarasikannya.

Baca juga: 6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

Jika narasinya buruk, tentu jualannya buruk. Manusia yang mampu menarasikan dengan baik, maka akan maju luar biasa.

"Sehingga UMKM kita harus dinarasikan dengan baik. Setiap produk harus dinarasikan dengan baik. Dengan UMKM yang menjual produk tenunan NTT, maka NTT akan dikenal lebih luas lagi.

Viktor pun berharap, semua pihak di NTT bisa mencintai produknya sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Dua Kecamatan Jadi Sorotan, Ratusan Polisi-TNI Amankan Rekapitulasi KPU Lombok Barat

Regional
Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Prabowo-Gibran Unggul di Pilpres, Gerindra Blora Klaim Suaranya Bertambah

Regional
Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Cerita Parjianto, Jual Durian dengan Harga Rp 15.000, Sehari Laku 700 Buah

Regional
Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Jaksa Tuntut Kades Terjaring OTT di Sumbawa Barat 7 Tahun Penjara

Regional
Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang 'Restorative Justice'

Pelajar Ketahuan Bawa Senjata Tajam, Polresta Magelang Tutup Peluang "Restorative Justice"

Regional
Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Suara PDI-P di Salatiga Tetap Unggul, tapi Jumlahnya Menurun

Regional
Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung di Aceh Besar

Regional
'Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

"Memang Jatahnya Lahirnya Tanggal Segitu, Masa Mau Ditahan, Mau Kembali ke Rahim”

Regional
Javanica Park di Muntilan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Javanica Park di Muntilan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Pemkot Padang Segera Gelar Operasi Pasar, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Pemkot Padang Segera Gelar Operasi Pasar, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Regional
Rekonstruksi Santri Dianiaya di Kediri, Pengacara Pelaku Sebut Tidak Ada Adegan Sudutan Rokok

Rekonstruksi Santri Dianiaya di Kediri, Pengacara Pelaku Sebut Tidak Ada Adegan Sudutan Rokok

Regional
Tangani Kasus Anggota DPRD NTT yang Terlibat Narkoba, BNN Libatkan Jaksa dan Polisi

Tangani Kasus Anggota DPRD NTT yang Terlibat Narkoba, BNN Libatkan Jaksa dan Polisi

Regional
Batik dan Aksesoris IKM Binaan Dekranasda Kabupaten Kediri Meriahkan Pameran Inacraft 2024

Batik dan Aksesoris IKM Binaan Dekranasda Kabupaten Kediri Meriahkan Pameran Inacraft 2024

Regional
Diduga  Selingkuh, Alat Kelamin Suami Dipotong Istri di Muba

Diduga Selingkuh, Alat Kelamin Suami Dipotong Istri di Muba

Regional
Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan

Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com