Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kompas.com - 12/08/2022, 15:14 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Momen kemurkaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat mengetahui warganya dipukul anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kejadian itu, terjadi sesaat sebelum anggota Paspampres beridentitas Heri Misbah mengaku salah dan meminta maaf atas perbuatannya yang memukul sopir truk dihadapan para awak media.

Saat itu, keduanya berada di depan ruang Wali Kota Solo sesuai pertemuan dilaksanakan secara tertutup hingg pukul 11.09 WIB, dari hasil pertemuan itu kejadian berada kawasan Jalan Ahmad Yani, Perempatan Girimulyo, Selasa (9/8/2022) lalu.

Baca juga: Viral Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo, Mengaku Salah dan Minta Maaf

Secara tiba-tiba, Gibran berjalan mendekati Heri Misbah dan langsung mencopot secara paksa masker yang dikenakan olehnya agar wajah Misbah bisa terekspos.

Selanjutnya, mengetahui hal itu, Misbah hanya diam dan langsung mengucapkan kata permintaan maafnya.

"Saya mengakui, saya salah saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya mohon maaf dan minta maaf kepada Bapak yang saya pukul dan keluarganya mohon maaf, karena perbuatan saya mungkin menyakiti hati dan keluarganya. Kepada warga Solo saya minta maaf, terima kasih," kata Misbah di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2022).

Sesuai permintaan maaf itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku permasalahan tersebut belum selesai dengan dirinya.

"Bagi saya belum selesai. Mereka minta maafnya karena beritanya viral. Kalau enggak viral mereka enggak mungkin minta maaf," tegas Gibran saat di Balai Kota Solo, Jumat (12/8/2022).

Atas kejadian itu, Gibran menegaskan akan melindungi warganya yang benar dan tidak melakukan kesalahan, bahkan pelakunya itu dari anggota Paspampres.

Baca juga: Gibran Tidak Terima Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo: Mereka Minta Maaf karena Beritanya Viral

"Tanggung jawab saya melindungi warga saya yang dipukul," ungkap Gibran.

"Ya lihat saja nanti ya. Saya enggak terima warga saya digituin. Dia enggak salah kok. Paspampresnya juga dalam posisi tidak mengawal siapa-siapa," lanjutnya.

Anggota Paspampres tersebut merupakan anggota Tim Advance, yang bertugas di Kota Solo, Jawa Tengah.

Sedangkan untuk sanksi yang akan diberikan kepada anggota Paspampres, Gibran sepenuh memberikan kepada Komandan Paspampres, Marsekal Pertama TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menjelaskan, dirinya juga telah memiliki bukti CCTV yang membuktikan sopir truk yang terlibat di masalah tersebut tidak salah.

Baca juga: Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

"CCTV sudah saya pegang juga. Jelas banget kejadiannya. Kasar banget. Sudah saya pegang videonya. Kejadiannya juga di dekat rumah saya. Bayang no (bayangkan saja). Aku isin (malu) banget. Tugasku melindungi warga," ujarnya.

"Ngakunya satu. Di CCTV kelihatan. Pokoke wis (pokoknya sudah) ku simpan. Nek ngerti ilang (kalau tiba-tiba hilang) atau apa, aku wis nyimpen," lanjutnya.

Sedangkan untuk keselamatan korban yang mendapat pemukulan Paspampres, Gibran mengaku akan menjaga dan memberikan perlindungan.

"Tadi bapaknya kelihatan tertekan. Wedi (takut) banget bapaknya. Tapi tugas saya yang melindungi dia. Nek ora (kalau tidak) viral, ora (tidak) minta maaf, dan enggak ngembaliin SIM," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER REGIONAL] Pendaki Gunung Tewas Tersambar Petir | Honor KPPS Dipakai untuk Judi 'Online'

[POPULER REGIONAL] Pendaki Gunung Tewas Tersambar Petir | Honor KPPS Dipakai untuk Judi "Online"

Regional
10 Soto Khas Jawa Tengah, Ada Soto Grombyang dan Soto Garing

10 Soto Khas Jawa Tengah, Ada Soto Grombyang dan Soto Garing

Regional
Gempa M 5.7 Banten Selatan Kejutkan Warga: Guncangannya Cukup Lama

Gempa M 5.7 Banten Selatan Kejutkan Warga: Guncangannya Cukup Lama

Regional
Mobil Pengangkut BBM Terguling dan Meledak di Dumai

Mobil Pengangkut BBM Terguling dan Meledak di Dumai

Regional
Kronologi 5 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Cikuray, 1 Orang Meninggal Dunia

Kronologi 5 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Cikuray, 1 Orang Meninggal Dunia

Regional
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Momen Tim SAR Kena 'Prank' Bocah Dikira Tenggelam di Irigasi Brebes

Momen Tim SAR Kena "Prank" Bocah Dikira Tenggelam di Irigasi Brebes

Regional
Truk Angkut Kabel Terguling di JLS, Satu Orang Tewas

Truk Angkut Kabel Terguling di JLS, Satu Orang Tewas

Regional
Emosi Rongsokannya Dijual, Kakek di Lampung Bunuh Rekannya Pakai Gancu

Emosi Rongsokannya Dijual, Kakek di Lampung Bunuh Rekannya Pakai Gancu

Regional
PDIP Riau Klaim Kemenangan dan Sebut Pertama Sepanjang Sejarah

PDIP Riau Klaim Kemenangan dan Sebut Pertama Sepanjang Sejarah

Regional
Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Kekasih di Lampung Ditangkap

Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Kekasih di Lampung Ditangkap

Regional
Serangan Jantung Usai Kawal Pemilu di Dompu, Iptu Arif Meninggal

Serangan Jantung Usai Kawal Pemilu di Dompu, Iptu Arif Meninggal

Regional
Gara-gara Sakit Gigi, Pria di Kayong Utara Bunuh Istri yang Setel Musik Kencang

Gara-gara Sakit Gigi, Pria di Kayong Utara Bunuh Istri yang Setel Musik Kencang

Regional
Harga Beras Meroket, Kepala Desa di Wonosobo Bagikan Beras Hasil Bengkok kepada Warga Kurang Mampu

Harga Beras Meroket, Kepala Desa di Wonosobo Bagikan Beras Hasil Bengkok kepada Warga Kurang Mampu

Regional
Banjir Demak, Komnas HAM: Pemerintah Perlu Pikirkan Anak Sekolah

Banjir Demak, Komnas HAM: Pemerintah Perlu Pikirkan Anak Sekolah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com