Kompas.com - 12/08/2022, 10:57 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com – Polda Gorontalo membongkar kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo, dan telah menetapkan IPH sebagai tersangka.

IPH adalah mantan Ketua KONI Kabupaten Gorontalo periode 2016-2020. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan penyidikan mendalam atas kasus ini.

Baca juga: Saat Utang Membuat Oknum TNI Gelap Mata, Sewa 3 Eksekutor Bunuh Bendahara KONI Kayong Utara

“Dugaan tindak pidana korupsi tahun 2019 terjadi saat Pemerintah Kabupaten Gorontalo menganggarkan dana hibah kepada KONI Kabupaten Gorontalo sebesar Rp1,5 miliar, dana hibah ini digunakan tahun 2020 untuk kegiatan 5 cabang olahraga,” kata Kombes Wahyu Tricahyono, Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Jumat (12/8/2022).

Wahyu menjelaskan dalam penggunaan dana hibah tersebut tidak sesuai dengan nota perjanjian hibah daerah (NPHD) sehingga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp357 juta.

IPH sebagai Ketua KONI memerintahkan bendara YH untuk membuat pertanggungjawaban berdasarkan bukti pengeluaran yang tidak sesuai dengan realisasi pengeluaran sebenarnya.

Bahkan, IPH telah menggunakan dana hibah ini untuk kepentingan pribadi seperti pinjaman sebesar Rp100 juta, menebus mobil pribadi sebesar Rp 70 juta.

Selain itu dana hibah juga digunakan untuk biaya perjalanan anggota Musisi Seniman Gorontalo (MSG) ke Palu, Sulawesi Tengah pada saat pembukaan kafe milik IPH sebesar Rp 20 juta, pembuatan video klip IPH senilai Rp 1-5 juta dalam beberapa kali pengambilan, dan kegiatan MSG di beberapa lokasi senilai sekitar Rp250 juta.

IPH juga diam-diam menerima hasil penyewaan sound system tanpa sepengetahuan Pengurus KONI lainya.

“Pasal yang dipersangkakan terhadap IPH adalah pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUH Pidana,” ujar Kombes Wahyu Tricahyono.

Atas kasus ini IPH langsung ditahan selama 20 hari di rumah tahanan Polda Gorontalo.

Baca juga: Otak Pembunuhan Bendahara KONI yang Jenazahnya Dimasukkan Dalam Karung Ternyata Oknum TNI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Terjatuh Saat Memancing, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri

Regional
Suami Istri di Palangkaraya Tewas Mengenaskan Dibunuh Orang Tak Dikenal, Anak Korban Selamat

Suami Istri di Palangkaraya Tewas Mengenaskan Dibunuh Orang Tak Dikenal, Anak Korban Selamat

Regional
Barkategori Risiko Tinggi, 3 Napi Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

Barkategori Risiko Tinggi, 3 Napi Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

Regional
Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: 'Lha Emang Negara Mbahe Dewe'

Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: "Lha Emang Negara Mbahe Dewe"

Regional
Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Regional
Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Regional
Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Regional
Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Regional
Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Regional
Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Regional
12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.