Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan, Rektor Untirta Beri Peringatan Keras

Kompas.com - 11/08/2022, 11:45 WIB

SERANG, KOMPAS.com- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Fatah Sulaiman, mengaku sudah memberikan peringatan keras kepada Badan Eksekutif Mahasiswa adanya kegiatan technical meeting Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Dikatakan Fatah, kegiatan technical meeting merupakan inisatif dari BEM tanpa sepengatahuan pihaknya.

"Sudah kita berikan peringatan keras untuk menjaga etika kemahasiswaan dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Fatah kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Mahasiswa Baru Dijemur hingga Pingsan dan Muntah, BEM Untirta Minta Maaf

Usai adanya kegiatan itu, Fatah sudah memanggil BEM termasuk Presiden Mahasiswa dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan untuk mengetahui kegiatan tersebut.

Berdasarkan pengakuan Presiden Mahasiswa Untirta, kegiatan technical meeting dilakukan untuk mengambil video udara. Mahasiswa baru duduk di tengah lapangan pada siang hari.

"Mereka (BEM) mengaku ada kelalaian sedikit dalam pelaksanaannya. Ada argumentasi debatabel dari mereka, kalau pengakuannya sudah ada SOP, sudah ngasih waktu untuk makan," ujar Fatah.

Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang, Banten. Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang, Banten.

"Karena ada pengambilan foto dari udara sehingga harus take berulang-ulang," tambahnya.

Baca juga: Pengakuan Mahasiswa Baru Untirta Dijemur hingga Pingsan oleh Seniornya Viral, Diselidiki Rektorat

Dijelaskan Fatah, kebijakan kampus terkait pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2022 akan dilaksanakan pada 15-17 Agustus 2022.

"Itu juga kita lakukan dengan konsep hybrid karena ada edaran dari Pak Menteri terkait Surat Keputusan Bersama 4 mentri di tren Covid-19 bahwa perlu diperhatikan juga soal prokes yang ketat," kata Fatah.

Pada pelaksanaannya, perwakilan masing-masing fakultas hanya diberi kuota sebanyak 150 orang dari total 950 orang per fakultas.

"Sedangkan sisanya diberikan Link zoom dan streaming YouTube," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, kegiatan Technical Meeting Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten pada Selasa (9/8/2022) diduga terjadi aksi tidak manusiawi yang dilakukan panita.

Satu demi satu korban pun menceritakan perpeloncoan yang dialaminya melalui akun media sosial.

Semisal pemilik akun Twitter @hi_sseulduende yang mengaku dijemur dengan terik matahari di tengah lapangan kampus Untirta Serang dari pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Baca juga: 11 Mahasiswa Baru di Makassar Dipaksa Tenggak Miras oleh Senior Usai Ospek, Korban: Kalau Tidak Mau, Kami Disiksa

Karena terlalu letih, dia sampai muntah. Beberapa peserta lain juga disebutnya berjatuhan karena pingsan.

Tidak hanya itu, panitia acara dituding melakukan kekerasan verbal.

"Gua salah satu maba untirta dan salah satu maba YANG IKUT DIJEMUR DITENGAH LAPANGAN, asal kalian tau kita dijemur dari jam 12 sampai jam 5 sore dan kita juga dimarah marahin tanpa alasan yang jelas! gua sampe muntah-muntah dan peserta lain udah banyak yang pingsan dari awal," demikian dikutip dari twit @hi_sseulduende.

Tidak hanya mahasiwa mengeluhkan perlakuan yang didapat keluarganya. Salah satu kakak dari mahasiswa baru Untirta pun menyampaikan kekesalannya melalui media sosial.

Baca juga: 11 Mahasiswa Baru di Makassar Dipaksa Minum Miras dan Dianiaya Senior Usai Ospek

Pemilik akun Twitter @aimenasalma menyampaikan, adiknya saat mengikuti teknikal meeting PKKBM tidak diperbolehkan minum dari pagi sampai sore.

"JUJUR untirta parah bgt ospeknya , belum ospek padahal baru TM . Adek gue bilang shalat bener - bener diburu - buruin , gaboleh minum dari pagi sampe sore , yg bawain minum mentor kelompoknya DAN itupun 1 botol diminum ramean . At least mikir lah kl skrg masih ada covid , cacar monyet," dikutip dari twittnya.

Akibatnya, adik dari @aimenasalam jatuh sakit. Bahkan, ada temannya yang harus dibawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluar Kamar Bawa Pisau dan Berlumuran Darah, Ibu Muda di Muara Enim Ternyata Bunuh Bayinya

Keluar Kamar Bawa Pisau dan Berlumuran Darah, Ibu Muda di Muara Enim Ternyata Bunuh Bayinya

Regional
Pencarian Helikopter Polisi yang Hilang Kontak di Belitung Timur Terkendala Cuaca Buruk

Pencarian Helikopter Polisi yang Hilang Kontak di Belitung Timur Terkendala Cuaca Buruk

Regional
Ribut Soal Taruhan Piala Dunia, Pria di Sitaro Sulut Bakar Rumah Sendiri, Ini Ceritanya

Ribut Soal Taruhan Piala Dunia, Pria di Sitaro Sulut Bakar Rumah Sendiri, Ini Ceritanya

Regional
Sandiaga Uno ke Halmahera Selatan, Pastikan Kepulauan Widi Tidak Dijual, tapi...

Sandiaga Uno ke Halmahera Selatan, Pastikan Kepulauan Widi Tidak Dijual, tapi...

Regional
7 Kasus Lakalantas Terjadi Saat Pawai Piala Dunia di Maluku, Kapolda: Nyawa Lebih Berharga

7 Kasus Lakalantas Terjadi Saat Pawai Piala Dunia di Maluku, Kapolda: Nyawa Lebih Berharga

Regional
Helikopter Jatuh di Belitung Timur Diduga Milik Polri

Helikopter Jatuh di Belitung Timur Diduga Milik Polri

Regional
Gara-gara Uang Taruhan Piala Dunia, Pria Ini Bakar Rumah Sendiri

Gara-gara Uang Taruhan Piala Dunia, Pria Ini Bakar Rumah Sendiri

Regional
Sebuah Helikopter Dilaporkan Jatuh di Belitung Timur

Sebuah Helikopter Dilaporkan Jatuh di Belitung Timur

Regional
Kisah Pilu Calon Pengantin Perempuan di Cugenang, H-7 Pernikahan Berubah Jadi Tahlilan Akibat Gempa Cianjur

Kisah Pilu Calon Pengantin Perempuan di Cugenang, H-7 Pernikahan Berubah Jadi Tahlilan Akibat Gempa Cianjur

Regional
7 Hari Kematian Santri di Sragen, Dwi Minto Menunggu Hasil Otopsi Sang Anak yang Tewas di Pesantren

7 Hari Kematian Santri di Sragen, Dwi Minto Menunggu Hasil Otopsi Sang Anak yang Tewas di Pesantren

Regional
Pencarian 14 Korban Hilang Gempa Cianjur Difokuskan di 3 Titik Ini

Pencarian 14 Korban Hilang Gempa Cianjur Difokuskan di 3 Titik Ini

Regional
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kendal, Diduga Dibunuh Saat Tawuran

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kendal, Diduga Dibunuh Saat Tawuran

Regional
Sandiaga Terpesona 'Raja Ampat Baru' di Pulau Tawale Halmahera Selatan: 'Gate of Heaven'

Sandiaga Terpesona "Raja Ampat Baru" di Pulau Tawale Halmahera Selatan: "Gate of Heaven"

Regional
Anggota DPRD Maluku Tengah Ditangkap Terkait Narkoba

Anggota DPRD Maluku Tengah Ditangkap Terkait Narkoba

Regional
Program Masjid Mandiri Gagasan Walkot Medan Diapresiasi Badan Wakaf Indonesia

Program Masjid Mandiri Gagasan Walkot Medan Diapresiasi Badan Wakaf Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.