Siswi MTs di Grobogan Depresi Berat Setelah Diperkosa 7 Orang Termasuk Bapak Tiri

Kompas.com - 09/08/2022, 17:54 WIB

GROBOGAN, KOMPAS.com - KR, siswi SMP berusia 14 tahun mengalami depresi berat setelah diduga diperkosa 7 pria termasuk ayah tirinya di kandang ayam tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

"Pengakuan anak saya, dia digilir tujuh orang termasuk bapak tirinya di kandang ayam. Bahkan yang bikin saya syok, anak saya mengaku sudah dicabuli ayah tirinya sejak kelas empat SD," tutur ST (34) Ibu korban saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa (8/9/2022).

Baca juga: Berkenalan di Medsos, Seorang Siswi SD Dicabuli 4 Orang Lelaki

Selama ini ST yang disibukkan berjualan di warung kopi cukup curiga dengan perubahan sikap putrinya tersebut. KR mulai jarang berkomunikasi, menutup diri dan malas belajar. 

Hingga suatu ketika, KR lebih banyak terlihat murung dan menghabiskan waktu mengurung diri di kamar. KR bahkan memutuskan tidak mau lagi berangkat sekolah. 

ST yang khawatir dengan kondisi psikis anaknya itu kemudian berupaya menginterogasinya secara halus.

"Akhirnya dia mengaku diperkosa banyak orang. Kejadian terakhir sekitar satu bulan lalu.  Sejak saat itu anak saya trauma berat, hanya berdiam diri di rumah dan tidak mau sekolah lagi di MTS," kata ST.

Baca juga: Istri Siri Usia 15 Tahun Meninggal Diduga Dianiaya dan Dicabuli Suaminya Umur 57 Tahun

ST yang tak terima anaknya menjadi korban kekerasan seksual lantas memberanikan diri melapor ke Mapolres Grobogan. 

"Sudah sebulan lalu saya melapor ke Polres Grobogan, namun belum ada tindak lanjut," ungkap ST.

Menurut ST, usai kasus dugaan rudapaksa anak di bawah umur ini dilaporkan ke kepolisian, para terlapor atau terduga pelaku termasuk suaminya US (56) menghilang tak diketahui keberadaannya.

"Sudah kabur semua. Saya berharap segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal. Kasihan anak saya, tolong kepolisian segera bertindak," pungkas ST.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Afiditya Arief Wibowo membenarkan pelaporan kasus dugaan pencabulan yang menimpa seorang pelajar SMP di Grobogan tersebut.

"Masih didalami dan baru pemeriksaan saksi-saksi," kata Afiditya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aremania dan Bonek Lombok Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Aremania dan Bonek Lombok Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Regional
4 Kesenian Gorontalo Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

4 Kesenian Gorontalo Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Regional
Cerita Pengendara di Pekanbaru Cemas Diberhentikan Polisi, Ternyata Dikasih Helm

Cerita Pengendara di Pekanbaru Cemas Diberhentikan Polisi, Ternyata Dikasih Helm

Regional
Dapat Info dari Dukun Kena Santet, Pria Di Gorontalo Bunuh Kakek 77 Tahun

Dapat Info dari Dukun Kena Santet, Pria Di Gorontalo Bunuh Kakek 77 Tahun

Regional
PLN: Masih 7.741 Rumah di Flores Bagian Timur Belum Teraliri Listrik

PLN: Masih 7.741 Rumah di Flores Bagian Timur Belum Teraliri Listrik

Regional
Apes, 2 Perampok di Baubau Disergap Polisi Saat Akan Bobol Mobil

Apes, 2 Perampok di Baubau Disergap Polisi Saat Akan Bobol Mobil

Regional
Cerita Asisten Pelatih Persebaya, Tertahan di Kanjuruhan, Tegang Saat Diangkut Rantis

Cerita Asisten Pelatih Persebaya, Tertahan di Kanjuruhan, Tegang Saat Diangkut Rantis

Regional
Cuit Kerusuhan Malang Gunakan Akun Twitter Polsek Srandakan, Oknum Polisi Ini Mengaku Tak Sadar

Cuit Kerusuhan Malang Gunakan Akun Twitter Polsek Srandakan, Oknum Polisi Ini Mengaku Tak Sadar

Regional
Pengakuan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Korban Kekerasan Senior: Saya Dikeroyok, Disiksa, dan Ditelanjangi

Pengakuan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Korban Kekerasan Senior: Saya Dikeroyok, Disiksa, dan Ditelanjangi

Regional
'Groundbreaking' Pabrik Pipa di Batang, Jokowi Minta Diisi 90 Persen Tenaga Kerja Lokal

"Groundbreaking" Pabrik Pipa di Batang, Jokowi Minta Diisi 90 Persen Tenaga Kerja Lokal

Regional
Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diperiksa Propam Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diperiksa Propam Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Oktober 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Oktober 2022

Regional
Duka Tragedi Kanjuruhan, Suporter Sriwijaya FC Nyalakan 1.000 Lilin dan Doa Bersama

Duka Tragedi Kanjuruhan, Suporter Sriwijaya FC Nyalakan 1.000 Lilin dan Doa Bersama

Regional
Tolak Penggunaan Gas Air Mata, Suporter di Salatiga Gelar Aksi Tutup Mulut dan Hidung

Tolak Penggunaan Gas Air Mata, Suporter di Salatiga Gelar Aksi Tutup Mulut dan Hidung

Regional
3 Warga Tersambar Petir Saat Bongkar Rumah di Tuban, 2 Tewas dan 1 Luka Berat

3 Warga Tersambar Petir Saat Bongkar Rumah di Tuban, 2 Tewas dan 1 Luka Berat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.