Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Flyover Kopo Ditargetkan Rampung pada September 2022, Wali Kota Bandung: Kita Berharap Lebih Cepat dari Target

Kompas.com - 08/08/2022, 12:43 WIB
Muhamad Syahrial

Editor

KOMPAS.com - Pembangunan Flyover Kopo di Bandung, Jawa Barat, dikabarkan telah rampung, meski belum bisa digunakan oleh masyarakat.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap agar pembangunan flyover sepanjang 1,3 km ini dapat diselesaikan sebelum targetnya pada bulan September 2022.

"Kita (Pemkot Bandung) sebagai pengguna tentunya berharap lebih cepat dari target bulan September 2022," kata Yana, dikutip dari laman resmi Humas Pemkot Bandung, Senin (08/08/2022).

Yana mengatakan, sebenarnya pembangunan Flyover Kopo sudah selesai, tetapi masih ada sejumlah fasilitas pendukung yang perlu ditambahkan.

Baca juga: Pabrik Cuci Jeans Rancaekek Timbun Limbah B3, DLH Bandung Akui Sulit Tembus CV Master Laundry

"Fasilitas pendukung seperti rambu-rambu juga lampu itu sekarang dilengkapi oleh kontraktor," ujarnya.

Mengenai rekayasa lalu lintas di wilayah tersebut, Yana mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dan membahasnya.

"Soal rekayasa, Dishub sama Satlantas (Satuan Lalu Lintas) sudah beberapa kali pertemuan untuk rekayasa," ungkap Yana.

Dua tahun pembangunan Flyover Kopo

Flyover Kopo mulai dibangun pada November tahun 2020 dan target selesai pada September tahun 2022. 

Baca juga: Tak Jalankan IPAL 2 Tahun, Perusahaan Cuci Jeans Rancaekek Bandung Untung Rp 2 Miliar

Adanya percepatan pekerjaan yang dilakukan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat membuat konstruksi akan rampung lebih awal. 

Dikutip dari Direktorat Jenderal Bina Marga, pendanaan Flyover Kopo ini dilakukan dengan pekerjaan tahun jamak dengan total nilai anggaran Rp 288,76 miliar.

Adapun pembangunan flyover ini merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi jalan nasional ruas Soekarno-Hatta sebagai jalan bypass dengan mengatasi kemacetan, khususnya di wilayah Kopo dan Cibaduyut. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gunung Ile Lewotolok Meletus 19 Kali Pagi Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 19 Kali Pagi Ini

Regional
Mobil Elf Masuk Jurang di Aceh Besar, 23 Orang Terluka

Mobil Elf Masuk Jurang di Aceh Besar, 23 Orang Terluka

Regional
Tol Kalikangkung-Pejagan Brebes Dibuka Normal mulai Pukul 08.00 WIB

Tol Kalikangkung-Pejagan Brebes Dibuka Normal mulai Pukul 08.00 WIB

Regional
Kronologi Satu Keluarga Tewas dalam Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Kronologi Satu Keluarga Tewas dalam Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Selasa 16 April 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Selasa 16 April 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Regional
Ombudsman NTT Temukan Ada Pungutan Liar 'Amplop Coklat' di Kapal ASDP

Ombudsman NTT Temukan Ada Pungutan Liar "Amplop Coklat" di Kapal ASDP

Regional
10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

10 Atlet Bertalenta Khusus Asal Jateng Bertanding ke Bangladesh Wakili Indonesia

Regional
Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Mengenal Besek, Wadah Ramah Lingkungan dari Anyaman Bambu

Regional
Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Jalur Ajibarang-Bumiayu Padat, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Tol Pemalang dan Bandung

Regional
Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur 'One Way' Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Kronologi Bus ALS Berpenumpang 47 Orang Terbalik di Jalur "One Way" Padang-Bukittinggi, 1 Tewas

Regional
Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Kisah Nahkoda KMP Sebuku Kapten Dwi Irianto, Tak Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga 24 Tahun

Regional
Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai, Jabarudin Sempat Teriak Minta TolongĀ 

Regional
Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Rem Blong, Motor Terperosok di Perbukitan Menumbing, Seorang Ibu Tewas

Regional
Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Dugaan Penyebab Tewasnya 4 Orang Dalam Mobil yang Terjebak Lumpur

Regional
Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Padang-Bukittinggi, Satu Tewas, Puluhan Terluka

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com