Dituntut 5 Tahun Penjara oleh JPU, Habib Bahar Tertawa, Sebut Ada Intervensi Atasan

Kompas.com - 05/08/2022, 09:13 WIB

KOMPAS.com - Lanjutan sidang kasus berita bohong atau hoaks yang melibatkan Habib Bahar bin Smith memasuki agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022) malam.

Dalam agenda tersebut, tim kuasa hukum Habib Bahar membacakan nota pembelaan tertulis setebal 194 halaman di hadapan persidangan.

Pembacaan yang dimulai sejak sore itu baru selesai pada malam hari. Sesudahnya, giliran Habib Bahar yang menyampaikan pembelaan secara lisan.

Dalam pembelaannya, Bahar bin Smith menduga Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendapat intervensi dalam memutuskan tuntutannya.

Baca juga: Bahar bin Smith: Saya Tak Menyesal Dituntut 5 Tahun Penjara, Dihukum Mati Saya Ikhlas

Selain itu, dia pun mengaku tertawa saat membaca pernyataan "untuk keadilan" yang tertulis di dalam berkas tuntutan pihak JPU.

"Saya tertawa melihat isi dakwaan 'untuk keadilan' tapi nyatanya isinya bohong. Penuh kemunafikan dan kepalsuan," kata Bahar, dikutip dari jabar.tribunnews.com, Jumat (5/8/2022).

Bahar menganggap, pernyataan "untuk keadilan" itu tidak sesuai dengan yang dialaminya saat ini.

"Saya yakin, tuntutan lima tahun bukan kemauan mereka (JPU), tapi intervensi atasan. Makanya saya bilang jangan untuk keadilan, tapi kezaliman. Mana keadilan, saya ditangkap secepat kilat, saksi belum diperiksa sudah ditahan," ujar Bahar.

Baca juga: Bahar bin Smith Dituntut 5 Tahun Penjara, Dinilai Bersalah Sebarkan Berita Bohong Saat Ceramah

Bahar yang dituduh membuat keonaran akibat ceramahnya di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung, membandingkan dirinya dengan pejabat yang dia sebut kerap berbohong namun tak pernah diproses secara hukum.

"Keonaran daring gara-gara saya ceramah, beda pendapat di media sosial, apakah adil? Kenapa banyak pejabat berbohong, berdusta, ingkar janji, bukankah itu kebohongan yang di dalamnya ada keonaran, bahkan keonaran daring, banyak rakyat susah. Apa ini disebut keadilan?" paparnya.

Sebelumnya, JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menuntut Habib Bahar bin Smith dengan pidana kurungan penjara selama lima tahun saat agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022).

"Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun," kata JPU.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janur Kuning Hiasi Tiap Sudut Rumah Presiden Jokowo di Solo

Janur Kuning Hiasi Tiap Sudut Rumah Presiden Jokowo di Solo

Regional
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Gorontalo

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Gorontalo

Regional
Air Siraman Kaesang Pangarep Berasal 7 Mata Air, Apa Saja?

Air Siraman Kaesang Pangarep Berasal 7 Mata Air, Apa Saja?

Regional
Jokowi Pakai Beskap Pink dan Iriana Pakai Kebaya Kutu Baru di Prosesi Siraman Kaesang

Jokowi Pakai Beskap Pink dan Iriana Pakai Kebaya Kutu Baru di Prosesi Siraman Kaesang

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri Bandung, Pengamanan Candi Borobudur Diperketat

Pasca-bom Bunuh Diri Bandung, Pengamanan Candi Borobudur Diperketat

Regional
Suasana Jelang Siraman Kaesang, Jokowi Terlihat Pakai Beskap Merah Muda dan Coklat

Suasana Jelang Siraman Kaesang, Jokowi Terlihat Pakai Beskap Merah Muda dan Coklat

Regional
Luhut hingga Muhadjir Hadiri Siraman Kaesang di Rumah Presiden Jokowi

Luhut hingga Muhadjir Hadiri Siraman Kaesang di Rumah Presiden Jokowi

Regional
Diputus Hakim Bebas, Kru Tanker MT Zakaria Kembali Diamankan Bea Cukai

Diputus Hakim Bebas, Kru Tanker MT Zakaria Kembali Diamankan Bea Cukai

Regional
Bupati Kendal Lantik Mantan TKW Menjadi Kepala Desa

Bupati Kendal Lantik Mantan TKW Menjadi Kepala Desa

Regional
'Kalau Ada yang Masuk Rumah Sakit Memangnya Messi Datang Kasih Uang?'

"Kalau Ada yang Masuk Rumah Sakit Memangnya Messi Datang Kasih Uang?"

Regional
Momen Panglima TNI Blusukan ke Gang Kampung di Solo untuk Cek Pengamanan Pernikahan Kaesang-Erina...

Momen Panglima TNI Blusukan ke Gang Kampung di Solo untuk Cek Pengamanan Pernikahan Kaesang-Erina...

Regional
BNPT Akan Gencarkan Program KTN dalam Penanggulangan Terorisme

BNPT Akan Gencarkan Program KTN dalam Penanggulangan Terorisme

Regional
Al Quran hingga Sajadah Jadi Suvenir Pengajian di Solo Jelang Pernikahan Kaesang-Erina

Al Quran hingga Sajadah Jadi Suvenir Pengajian di Solo Jelang Pernikahan Kaesang-Erina

Regional
Libur Nataru, ASDP Buka 5 Pos 'Screening' di Tol Lampung Arah Bakauheni

Libur Nataru, ASDP Buka 5 Pos "Screening" di Tol Lampung Arah Bakauheni

Regional
Agustin, Kuda untuk Kirab Kereta Pengantin Kaesang-Erina, Pernah Digunakan di Pernikahan Gibran dan Kahiyang

Agustin, Kuda untuk Kirab Kereta Pengantin Kaesang-Erina, Pernah Digunakan di Pernikahan Gibran dan Kahiyang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.