Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ibu ke Pasar, Ayah Tepergok Perkosa Anak Tiri Selama 5 Tahun di Sumsel

Kompas.com - 04/08/2022, 20:12 WIB
Aji YK Putra,
Reni Susanti

Tim Redaksi

OKU, KOMPAS.com - Aksi seorang pria paruh baya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan berinisial ED (62) yang tega memperkosa anak tirinya, LP (21), akhirnya terbongkar setelah ia ditangkap kepolisian setempat.

ED diketahui sebelumnya dilaporkan oleh istrinya sendiri atau ibu korban ke Unit Reskrim Polsek Baturaja Timur, Polres OKU, setelah aksinya tepergok oleh AN (15) yang merupakan adik kandung korban.

Kapolsek  Baturaja Timur, AKP Hamid mengatakan, ED telah memperkosa LP sejak 2017.

Baca juga: Pria di Bima Perkosa Mertua, Korban Berusia 65 Tahun, Aksi Dipergoki Anak Pelaku

 

Aksinya selalu tertutupi lantaran LP selalu diancam tersangka bila korban menceritakannya kepada ibu kandungnya.

Namun, ketika Jumat (29/7/2022) tersangka ED tak dapat mengelak lagi saat didapati AN sedang memperkosa LP di dalam kamar.

“Awalnya adik korban ini sedang tidur di kamar sebelah. Kemudian dia terbangun dan melihat ayah tirinya sedang memperkosa kakaknya. Kejadian itu langsung ia ceritakan kepada ibunya,” kata Hamid, Kamis (5/8/2022).

Hamid menjelaskan, ED selalu beraksi saat istrinya sedang keluar rumah untuk berjualan ke pasar sejak subuh hingga menjelang siang.

Baca juga: Kenal di Game Online FreeFire, Pemuda Banyumas Bawa Kabur dan Perkosa Remaja Cirebon Berulang Kali

Kondisi rumah yang sepi dimanfaatkan tersangka untuk merayu korban agar menuruti permintaanya tersebut.

“Pelaku sudah berulang kali melakukan hal itu ke anak tirinya. Modusnya selalu diancam akan dibunuh sehingga korban merasa takut,” ujarnya.

Saat ditangkap, tersangka ED tak memberikan perlawanan. Petugas pun telah mengamankan barang bukti berupa baju yang digunakan korban saat diperkosa tersangka.

Atas perbuatannya, ED terancam dikenakan pasal 81 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua PPS di Manggarai Timur, NTT Meninggal Diduga Kelelahan

Ketua PPS di Manggarai Timur, NTT Meninggal Diduga Kelelahan

Regional
Dua Bocah di Grobogan Ditemukan Tewas di Embung

Dua Bocah di Grobogan Ditemukan Tewas di Embung

Regional
Polda Sumbar Selidiki Dugaan TPPO dari Anak Asal Padang yang Telantar di Jakarta

Polda Sumbar Selidiki Dugaan TPPO dari Anak Asal Padang yang Telantar di Jakarta

Regional
Gelar Pemungutan Suara Ulang, TPS di Baubau Dijaga Ketat TNI-Polri

Gelar Pemungutan Suara Ulang, TPS di Baubau Dijaga Ketat TNI-Polri

Regional
Sempat Terendam Banjir 3 Meter, Begini Kondisi Desa Karanganyar Demak

Sempat Terendam Banjir 3 Meter, Begini Kondisi Desa Karanganyar Demak

Regional
Pertandingan PSIS Semarang vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Dibatasi 5.000 Penonton

Pertandingan PSIS Semarang vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Dibatasi 5.000 Penonton

Regional
Korban Kekerasan Seksual Dikeluarkan dari Sekolah, Pj Nana Janjikan Jaminan Perlindungan

Korban Kekerasan Seksual Dikeluarkan dari Sekolah, Pj Nana Janjikan Jaminan Perlindungan

Regional
3 Warga Sumbawa Mencoblos di Bima Tanpa Surat, TPS Ini Pungut Suara Ulang

3 Warga Sumbawa Mencoblos di Bima Tanpa Surat, TPS Ini Pungut Suara Ulang

Regional
Pemungutan Suara Ulang TPS 23 Kumpulrejo di Salatiga Dijaga Ketat

Pemungutan Suara Ulang TPS 23 Kumpulrejo di Salatiga Dijaga Ketat

Regional
Harga Bapok Naik, Mbak Ita Minta Masyarakat Semarang Tidak “Panic Buying”

Harga Bapok Naik, Mbak Ita Minta Masyarakat Semarang Tidak “Panic Buying”

Regional
Harimau Terkam Petani di Lampung, Warga Diminta Tak Berkebun untuk Sementara

Harimau Terkam Petani di Lampung, Warga Diminta Tak Berkebun untuk Sementara

Regional
Senior Setrika Dada Santri di Malang Punya Dendam Pribadi, Ditetapkan Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Senior Setrika Dada Santri di Malang Punya Dendam Pribadi, Ditetapkan Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Regional
6 Tradisi Menyambut Ramadan di Jawa Tengah, Ada Dugderan

6 Tradisi Menyambut Ramadan di Jawa Tengah, Ada Dugderan

Regional
Kandang Jebak Harimau Dipasang di Lampung Setelah 2 Petani Diterkam

Kandang Jebak Harimau Dipasang di Lampung Setelah 2 Petani Diterkam

Regional
Video 'Cinderella OD' di Lampung Beredar, Polisi Selidiki Identitas Korban

Video "Cinderella OD" di Lampung Beredar, Polisi Selidiki Identitas Korban

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com