Orangtua Napi Setor Pungli Rp 15 Juta untuk Petugas Lapas di Takalar, Dijanjikan Remisi 17 Agustus

Kompas.com - 03/08/2022, 13:18 WIB

KOMPAS.com - Oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang melakukan pungli berdalih meminta uang untuk pengurusan remisi 17 Agustus.

Kasus pungli ini terbongkar setelah video viral aksi demonstrasi warga binaan Lapas Kelas II A Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terkait dugaan pungli.

Pungli juga terjadi di Lapas Kelas II B Takalar dengan modus meminta uang belasan juta rupiah kepada keluarga terpidana yang terjerat kasus narkoba dengan imbalan narapidana akan bebas usai menerima remisi 17 Agustus.

Berdasarkan keterangan orangtua narapidana, Rabiah Daeng Lumu (45), pelaku EM mengaku menghubungi orangtua narapidana dengan maksud akan mengurus pemberian remisi bagi anaknya.

"Saya sudah menyetor Rp 15 juta kepada Pak EM dan ini setelah anak saya melakukan pembicaraan kepada Pak EM. Saya cuma menyetor, katanya untuk pengurusan remisi pada hari kemerdekaan biar anak saya bisa langsung bebas," kata Rabiah, dikutip dari Kompas.com.

Namun, pihak lapas awalnya membantah dugaan pungli tersebut, dan membentuk tim untuk memeriksa kasus tersebut.

Baca juga: Oknum Petugas Lapas di Takalar Minta Uang Rp 15 Juta, Berdalih Pengurusan Remisi 17 Agustus

Kalapas Takalar dicopot dari jabatan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Parepare Zainuddin dan Kalapas Takalar Rasbil dicopot dari jabatannya hingga menjalani pemeriksaan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Makassar, setelah video viral yang diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sulsel Suprapto kepada wartawan, Senin (1/8/2022), mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli yang viral di Parepare dan Takalar.

Dengan begitu, Kalapas Parepare dan Takalar kini dinonaktifkan sementara.

"Untuk sementara kita bebas tugaskan dulu, sambil menunggu pemeriksaan itu benar atau tidak. Kedua Kalapas tersebut dinonaktifkan mulai hari ini. Kita juga sudah meminta klarifikasi terkait pungli tersebut. Kalapasnya menjelaskan bahwa sudah tidak ada lagi pungutan. Namun, bukti (kuitansi) itu kami coba telusuri," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Tawuran, Siswa SMP di Brebes Ujian Sekolah di Lapas

Jadi Tersangka Tawuran, Siswa SMP di Brebes Ujian Sekolah di Lapas

Regional
Disebut Bakal Menyanyi di Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran: Tunggu Ajalah Nanti

Disebut Bakal Menyanyi di Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran: Tunggu Ajalah Nanti

Regional
Hingga November 2022, Bandara Lombok Catat 1,79 Juta Pergerakan Penumpang

Hingga November 2022, Bandara Lombok Catat 1,79 Juta Pergerakan Penumpang

Regional
WN Australia Diduga Diperkosa WN Nigeria di Bali Usai Minum Miras Bersama

WN Australia Diduga Diperkosa WN Nigeria di Bali Usai Minum Miras Bersama

Regional
Pengakuan Pemuda yang Bunuh 1 Keluarganya di Magelang dengan Racun, Sakit Hati hingga Investasi Fiktif

Pengakuan Pemuda yang Bunuh 1 Keluarganya di Magelang dengan Racun, Sakit Hati hingga Investasi Fiktif

Regional
Polisi Tangkap 12 Pengedar Narkoba di Riau Jelang Pergantian Tahun, 91 Kg Sabu dan 25 Kg Ganja Disita

Polisi Tangkap 12 Pengedar Narkoba di Riau Jelang Pergantian Tahun, 91 Kg Sabu dan 25 Kg Ganja Disita

Regional
Detik-detik KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 3 Tewas, Saksi Sebut Dengar 3 Kali Tembakan

Detik-detik KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 3 Tewas, Saksi Sebut Dengar 3 Kali Tembakan

Regional
Hoaks Penculikan di Batam, Ternyata Pencurian Ponsel yang Korbannya Anak-anak

Hoaks Penculikan di Batam, Ternyata Pencurian Ponsel yang Korbannya Anak-anak

Regional
Komnas HAM Kunjungi Wadas, Warga Kontra Tambang Minta Ganjar Pranowo hingga Presiden Dievaluasi

Komnas HAM Kunjungi Wadas, Warga Kontra Tambang Minta Ganjar Pranowo hingga Presiden Dievaluasi

Regional
Tamu Undangan Tasyakuran Kaesang-Erina Bakal Diantar Bus, Becak hingga Andong, Ini Rutenya

Tamu Undangan Tasyakuran Kaesang-Erina Bakal Diantar Bus, Becak hingga Andong, Ini Rutenya

Regional
Remaja yang Tenggelam di Lombok Barat Ditemukan Meninggal

Remaja yang Tenggelam di Lombok Barat Ditemukan Meninggal

Regional
Erupsi Gunung Kerinci Kembali Terjadi Hari Ini dengan Ketinggian 700 Meter

Erupsi Gunung Kerinci Kembali Terjadi Hari Ini dengan Ketinggian 700 Meter

Regional
STB Langka di Pasaran, Penjualan TV Digital Ikut Meroket hingga Ratusan Juta Rupiah

STB Langka di Pasaran, Penjualan TV Digital Ikut Meroket hingga Ratusan Juta Rupiah

Regional
Tukang Ojek yang Hilang Saat Diserang KKB di Pegunungan Bintang Ditemukan Tewas

Tukang Ojek yang Hilang Saat Diserang KKB di Pegunungan Bintang Ditemukan Tewas

Regional
Seniman dan Pedagang Pasar Gede Solo Tumpengan Ikut Berbahagia Jokowi 'Ngunduh Mantu'

Seniman dan Pedagang Pasar Gede Solo Tumpengan Ikut Berbahagia Jokowi "Ngunduh Mantu"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.