Kompas.com - 01/08/2022, 17:18 WIB

KOMPAS.com - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia telah dibacakan olah Ir Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, ada sejumlah pihak yang belum dapat menerima kemerdekaan Indonesia.

Pihak-pihak tersebut adalah Belanda dan Sekutu. Mereka berupaya merebut Indonesia kembali melalui pertempuran yang terjadi di daerah

Hal ini terjadi terutama usai perang dunia II, dimana Jepang menyarah kepada Sekutu.

Sekutu mulai mengambil alih daerah kekuasaan Jepang. Belanda yang beraliansi dengan tentara sekutu berupaya merebut kembali Indonesia.

Hal tersebut dimulai ketika AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies) yang dipimpim oleh Letjen Sir Philip Christison mendarat di Tanjung Priok pada tanggal 29 September 1945.

Pasukan Sekutu diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administation) pimpinan Van der Plass sebagai wakil Van Mook.

Tujuan kedatangan AFNEI ke Indonesia, yaitu menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, melucuti serta memulangkan tentara Jepang, membebaskan tentara sekutu yang ditawan Jepang, dan menguasai Indonesia.

Awalnya, kedatangan tentara Sekutu diterima dengan tangan terbuka oleh Indonesia.

Baca juga: Simak 5 Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan di Berbagai Daerah

Namun setelah mengetahui bahwa pasukan sekutu yang diboncengi NICA ingin menegakkan kembali kekuasaan Hindia-Belanda, maka sikap Indonesia berubah dan mulai memerangi.

Pertempuran tersebut terjadi di sejumlah daerah.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Pertama yang Kunjungi TN Komodo dengan Tarif Baru Berasal dari Timor Leste

Wisatawan Pertama yang Kunjungi TN Komodo dengan Tarif Baru Berasal dari Timor Leste

Regional
Jenazah Penganiaya 'Driver' Ojol yang Tewas Dikeroyok Diotopsi

Jenazah Penganiaya "Driver" Ojol yang Tewas Dikeroyok Diotopsi

Regional
Longsor Tutup Aliran Sungai di Banyumas, 8 Rumah Terancam

Longsor Tutup Aliran Sungai di Banyumas, 8 Rumah Terancam

Regional
Demi Bayar Utang Rp 8 Juta ke Nenek, 2 Pria di Sumsel Tembak Mati Pemilik Sapi

Demi Bayar Utang Rp 8 Juta ke Nenek, 2 Pria di Sumsel Tembak Mati Pemilik Sapi

Regional
Jokowi Presiden Kedua yang Kunjungi Baubau Setelah Soeharto 32 Tahun yang Lalu

Jokowi Presiden Kedua yang Kunjungi Baubau Setelah Soeharto 32 Tahun yang Lalu

Regional
Ngaku Polisi Buser, Residivis Rampas HP Orang di Pekanbaru

Ngaku Polisi Buser, Residivis Rampas HP Orang di Pekanbaru

Regional
Tambang Emas di Kotabaru Longsor, 5 Orang Tewas, 8 Hilang

Tambang Emas di Kotabaru Longsor, 5 Orang Tewas, 8 Hilang

Regional
Arti Gelar yang Diterima Presiden Jokowi dari Kesultanan Buton

Arti Gelar yang Diterima Presiden Jokowi dari Kesultanan Buton

Regional
Warga Baubau Sultra Berdesakan Tunggu Jokowi di Pasar Wameo: Ingin Lihat Langsung

Warga Baubau Sultra Berdesakan Tunggu Jokowi di Pasar Wameo: Ingin Lihat Langsung

Regional
Namanya Diseret oleh Kuasa Hukum Lukas Enembe, Paulus Waterpauw: Jangan Dipolitisasi, Hadapi Saja

Namanya Diseret oleh Kuasa Hukum Lukas Enembe, Paulus Waterpauw: Jangan Dipolitisasi, Hadapi Saja

Regional
Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Sempat Hadiri Hajatan Bersama Anak

Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Sempat Hadiri Hajatan Bersama Anak

Regional
Cerita Duka Keluarga Korban yang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Semarang Solo

Cerita Duka Keluarga Korban yang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Semarang Solo

Regional
Asal Muasal Paket Bahan Petasan Berada di Tangan Bripda Dirgantara hingga Sebabkan Ledakan

Asal Muasal Paket Bahan Petasan Berada di Tangan Bripda Dirgantara hingga Sebabkan Ledakan

Regional
Seorang Pejalan Kaki di Sikka Tewas Tertabrak Motor, Begini Kronologinya

Seorang Pejalan Kaki di Sikka Tewas Tertabrak Motor, Begini Kronologinya

Regional
Guru PPPK 9 Bulan Tak Digaji, Walkot Bandar Lampung Sebut Tak Ada Transfer dari Pemerintah Pusat

Guru PPPK 9 Bulan Tak Digaji, Walkot Bandar Lampung Sebut Tak Ada Transfer dari Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.