Ada Orangutan Dibunuh, Warga Gayo Lues Terancam Tak Bisa Lagi Berkebun di Leuser

Kompas.com - 30/07/2022, 06:21 WIB

Namun, Ruswanto menyatakan tetap menghormati praduga tak bersalah.

"Kita sudah lapor ke Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mereka nanti akan menyelidiki. Setelah itu hasil penyelidikan dan evaluasi kita lapor ke kantor pusat, baru nanti kita beri keputusan tentang PKS terhadap KTHK yang berada di desa tempat kejadian," sebut Ruswanto.

Terkait matinya orangutan di kawasan TNGL, Ruswanto merasa butuh ada petugas yang mengawasi.

"Kami mengharapkan keberadaan petugas penyuluh dari pemkab setempat bisa ditempatkan dan membantu kami, agar masalah seperti ini tidak terjadi. Beberapa kegiatan sudah kerja sama dengan Pemkab Gayo Lues, tetapi belum maksimal," ungkap Ruswanto.

Baca juga: Polda Sumut Limpahkan Berkas Perdagangan Orangutan ke Kejati

Sementara itu Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Blang Kejeren Ali Sadikin  menjelaskan, ada 20 KTHK yang sudah bekerja sama dengan TNGL.

"Khusus di Aih Gumpang, ada tiga KTHK, salah satunya kemungkinan akan dicabut perjanjian kerja samanya yang sudah terbangun sejak 2019, khususnya di lokasi tempat ditemukannya orangutan yang mati itu," sebut Ali Sadikin.

Mengenai dugaan keterlibatan pemburu yang melibatkan anjing saat membunuh orangutan tersebut, pihaknya belum bisa menyimpulkan berasal dari desa setempat atau tidak.

"Tetapi kuat dugaan dari orang desa sekitar," tambah Ali Sadikin.

Menurut Ali Sadikin, salah satu tujuan keberadaan KTHK di TNGL adalah ikut serta menjaga hutan, dengan pemberdayaan ekonomi dengan tetap melakukan perlindungan kawasan.

"Jangan sampai faktanya terbalik, justru merusak hutan dan ikut membunuh habitat yang dilindungi. Jadi kaki minta KTHK aktif untuk melawan penebangan liar dan kegiatan illegal lainnya," jelas Ali Sadikin.

Baca juga: Pria yang Videonya Viral Ditarik Orangutan Akhirnya Minta Maaf, Mengaku Iseng demi Konten

Sebagai informasi, seekor orangutan ditemukan mati dengan kondisi tidak wajar di Gayo Lues karena ada sejumlah bekas luka.

"Ada lima luka di bahu kanan, tiga luka di bahu kiri," kata Ali Sadikin.

Tulang tangan kiri orangutan itu patah, diduga dipukul oleh pemburu dengab benda keras. 

Selain itu, ada luka diduga karena digigit beberapa ekor anjing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana Pengganti Jalan Diponegoro Jadi Jalan Ngarsopuro Ditolak Wakil Ketua DPRD Solo

Wacana Pengganti Jalan Diponegoro Jadi Jalan Ngarsopuro Ditolak Wakil Ketua DPRD Solo

Regional
Antisipasi Kemacetan hingga Pengurai Kerumunan, Ratusan CCTV Bakal Pantau Pernikahan Kaesang-Erina

Antisipasi Kemacetan hingga Pengurai Kerumunan, Ratusan CCTV Bakal Pantau Pernikahan Kaesang-Erina

Regional
Oknum Anggota DPRD Blora Terseret Kasus Dugaan Mafia Tanah

Oknum Anggota DPRD Blora Terseret Kasus Dugaan Mafia Tanah

Regional
Makanan Gratis Bakal Dibagi saat Kirab Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran Minta Warga Jangan Berebut

Makanan Gratis Bakal Dibagi saat Kirab Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran Minta Warga Jangan Berebut

Regional
Gempa M 4,6 Guncang Kabupaten Kupang

Gempa M 4,6 Guncang Kabupaten Kupang

Regional
Pemkab Bima Usulkan UMK Rp 2,4 Juta, Naik 7,19 Persen

Pemkab Bima Usulkan UMK Rp 2,4 Juta, Naik 7,19 Persen

Regional
Gugat Cerai Suami, Ribuan Perempuan di Blora Pilih Status Janda

Gugat Cerai Suami, Ribuan Perempuan di Blora Pilih Status Janda

Regional
Dampak Erupsi Semeru, 121 Gardu Listrik Padam, 4 Tiang Listrik Roboh

Dampak Erupsi Semeru, 121 Gardu Listrik Padam, 4 Tiang Listrik Roboh

Regional
Belasan Siswa di Jambi Pesta Miras di Kelas Saat Hari Guru, Segera Dikeluarkan dari Sekolah

Belasan Siswa di Jambi Pesta Miras di Kelas Saat Hari Guru, Segera Dikeluarkan dari Sekolah

Regional
KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 2 Tewas dan 1 Hilang

KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 2 Tewas dan 1 Hilang

Regional
Panitia Pernikahan Kaesang-Erina Minta Tamu Undangan Tak Pakai Batik Parang Lereng Saat Masuk Pura Mangkunegaran, Ini Alasannya

Panitia Pernikahan Kaesang-Erina Minta Tamu Undangan Tak Pakai Batik Parang Lereng Saat Masuk Pura Mangkunegaran, Ini Alasannya

Regional
UMK Se-Bali Ditetapkan, Perusahaan Tak Patuh Bisa Dipidana

UMK Se-Bali Ditetapkan, Perusahaan Tak Patuh Bisa Dipidana

Regional
Gibran Bocorkan 'Rundown' Penikahan Kaesang-Erina di Solo, dari Loji Gandrung, Kirab, hingga Pura Mangkunegaran

Gibran Bocorkan "Rundown" Penikahan Kaesang-Erina di Solo, dari Loji Gandrung, Kirab, hingga Pura Mangkunegaran

Regional
Hujan Deras, Tanah Longsor Merusak Rumah hingga Merendam Sawah

Hujan Deras, Tanah Longsor Merusak Rumah hingga Merendam Sawah

Regional
Pesona Kepulauan Widi yang Dikabarkan Akan Dilelang, Pulau Terindah di Maluku Utara

Pesona Kepulauan Widi yang Dikabarkan Akan Dilelang, Pulau Terindah di Maluku Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.