Warung Remang-remang di Comal Baru Pemalang Jadi Tempat Prostitusi, Omzet Capai Ratusan Ribu Per Hari

Kompas.com - 28/07/2022, 14:53 WIB

PEMALANG, Kompas.com - Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengungkap praktik prostitusi pada warung remang-remang di jalur Pantura Comal Baru, Kecamatan Ampelgading, di mana omzetnya mencapai ratusan ribu per hari.

"Tarif Rp 20-30.000 per sekali transaksi esek-esek. Itu sewa tempat atau sewa kamarnya, jika sehari bisa 10 kali transaksi, hasilnya lumayan gede," ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemalang, Drajat, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Digunakan Prostitusi Terselubung, Warung Remang-remang di Pantura Pemalang Diminta Dibongkar

Lanjutnya, sebagai penegak Perda, pihaknya telah melakukan beberapa kali razia di lokasi itu, namun rupanya tidak ada efek jera bagi mereka.

"Terakhir pada tanggal 20 Juli kemarin kita amankan 15 PSK melalui razia senyap. Semuanya sudah dipersidangkan atas tindak pidana ringan (Tipiring),"katanya.

Drajat menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak yang turut mendukung pemberantasan prostitusi di Pemalang, salah satunya dari MUI Pemalang.

"Untuk pembongkaran jika ada perintah untuk itu kami selalu siap. Permasalahannya lokasi itu lahannya milik PG Sragi kalau milik negara pasti sudah kami bongkar," ujarnya.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, keberadaan warung remang-remang di lokasi jalur pantura Comal Baru, Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Pemalang kerap disalahgunakan untuk prostitusi terselubung.

Hal ini disampaikan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Pelita Bangsa (GNPB), Abdul Hakim saat menggelar audiensi dengan DPRD di balai rakyat kantor DPRD Pemalang Rabu (27/7/2022) kemarin.

Menurut Hakim setidaknya ada sekitar 30-an warung yang masih menjajakan layanan prostitusi.

Senada dengan GNPB, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pemalang, KH Saifullah Ahmad mendukung penuh upaya pembongkaran lokasi esek-esek tersebut.

"Kegiatan itu berpotensi tinggi untuk maksiat. Merusak moral bangsa, intinya marilah bersama-sama untuk melakukan eksekusi. MUI sudah lama memberikan masukan itu kira-kira sudah sejak 10 tahun lalu," katanya.

Baca juga: Paksa Kakak Adik Layani Pria di Kafe Remang-remang, Pasutri di Riau Ditangkap Polisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Predator Anak di Anambas Kepri Dihukum 17 Tahun Penjara, Identitasnya Diumumkan

Predator Anak di Anambas Kepri Dihukum 17 Tahun Penjara, Identitasnya Diumumkan

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkab Lembata Minta Kuota Minyak Tanah Ditambah

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkab Lembata Minta Kuota Minyak Tanah Ditambah

Regional
Seorang Pegawai Honorer Ditemukan Tewas di Belakang Kantor Dinas PU di Pekanbaru

Seorang Pegawai Honorer Ditemukan Tewas di Belakang Kantor Dinas PU di Pekanbaru

Regional
Oknum Polisi di Banten Ditangkap Saat Konsumsi Sabu Bersama Seorang Perempuan

Oknum Polisi di Banten Ditangkap Saat Konsumsi Sabu Bersama Seorang Perempuan

Regional
Ada Warga Diminta Bayar Biaya Parkir ke Rekening Pribadi, Pengelola BIM Beri Penjelasan

Ada Warga Diminta Bayar Biaya Parkir ke Rekening Pribadi, Pengelola BIM Beri Penjelasan

Regional
2 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Banjir Bandang, Camat di Pati: Ini Paling Parah

2 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak akibat Banjir Bandang, Camat di Pati: Ini Paling Parah

Regional
Telan Rp 30,5 M, Pabrik Sampah di TPA Kebon Kongok NTB Mampu Hasilkan 15 Ton RDF per Hari

Telan Rp 30,5 M, Pabrik Sampah di TPA Kebon Kongok NTB Mampu Hasilkan 15 Ton RDF per Hari

Regional
Ditangkap Usai Shalat Subuh, Terduga Teroris di Sukoharjo Dikenal Baik oleh Tetangga

Ditangkap Usai Shalat Subuh, Terduga Teroris di Sukoharjo Dikenal Baik oleh Tetangga

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo Dikenal sebagai Sesepuh Desa

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo Dikenal sebagai Sesepuh Desa

Regional
Hari Kelima Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Dilakukan Lewat Laut dan Udara

Hari Kelima Pencarian Pilot Helikopter AKP Arif Rahman Dilakukan Lewat Laut dan Udara

Regional
Modus Minta Diolesi Obat Nyamuk, Ayah di Dompu Perkosa Anak Kandung, Kini Ditetapkan Tersangka

Modus Minta Diolesi Obat Nyamuk, Ayah di Dompu Perkosa Anak Kandung, Kini Ditetapkan Tersangka

Regional
Polisi Buru Terduga Pelaku Penganiayaan yang Sebabkan Sopir Taksi Online di Purworejo Tewas

Polisi Buru Terduga Pelaku Penganiayaan yang Sebabkan Sopir Taksi Online di Purworejo Tewas

Regional
Warga Pasaman Barat yang Hilang Diterkam Buaya di Sungai Ditemukan

Warga Pasaman Barat yang Hilang Diterkam Buaya di Sungai Ditemukan

Regional
25 Pekerja Migran Asal Bima NTB Meninggal dalam 4 Tahun Terakhir

25 Pekerja Migran Asal Bima NTB Meninggal dalam 4 Tahun Terakhir

Regional
Naik 6,68 Persen, Pelaporan SPT hingga November 2022 Capai 16,8 Juta WP

Naik 6,68 Persen, Pelaporan SPT hingga November 2022 Capai 16,8 Juta WP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.