Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepala Kantor Pos Korupsi Gaji Ke-13 Pensiunan hingga Bantuan Tunai untuk Trading Kripto

Kompas.com - 27/07/2022, 15:53 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS.com- Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Purbalingga menangkap Edy Safangatno (30), Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Edy yang merupakan warga Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang itu diduga melakukan korupsi dana pembayaran gaji ke-13 pensiunan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) warga miskin yang disalurkan pemerintah melalui kantornya.

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Johny Kurniawan mengatakan, selain dana gaji ke-13 dan BPNT, tersangka juga ditengarai menjual sejumlah aset kantor hingga materai tempel untuk digunakan secara pribadi.

“Total dana yang dikorupsi mencapai Rp 396,4 juta dengan rincian dana pensiun ke-13 Taspen sebesar Rp 150 juta, pembayaran pensiun ke-13 BTPN sebesar Rp 50 juta, penyaluran BPNT sebesar Rp 100 juta, penyaluran dana wesel nasional dan internasional serta jasa pelayanan keuangan lainnya,” kata Era saat pers rilis, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Korupsi Dana Desa, ASN di Polewali Mandar Masuk Bui

Setelah berhasil menarik dana tersebut, tersangka lalu kabur sejak 23 April 2022 dan menjadi DPO selama hampir 3 bulan.

Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka di sebuah tempat kos di Denpasar, Bali pada 14 Juli 2022 lalu.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa satu sepeda motor Yamaha Xeon, empat buah buku tabungan, uang tunai sebesar Rp 52 juta ditambah Rp 2,7 juta.

Selain itu, polisi juga mengamankan kumpulan berkas terkait status kepegawaian tersangka, kumpulan dokumen SOP pengelolaan dana kas operasional dan panjat benda pos.

Baca juga: 4 Bulan Jadi Tersangka Korupsi, Direktur PDAU Purworejo Belum Dicopot

Kasat Reskrim AKP Gurbacov menambahkan, tersangka mengaku nekat menggondol uang ratusan juta tersebut untuk membayar hutang yang timbul karena kalah judi online. Sisanya ia investasikan untuk deposit trading crypto di Platform Binance.

“Tersangka kabur ke Bali untuk mengamankan diri, selain itu juga sambil menunggu profit dari trading crypto yang ia mainkan,” katanya.

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 subsidair pasal 3 subsidair pasal 8 Jo pasal 18 Undang-undang RI No 32 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Tersangka diancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkas Gurbacov.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Regional
Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Regional
Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Regional
Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Regional
'Asman' hingga 'Doyok', Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

"Asman" hingga "Doyok", Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

Regional
Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Regional
Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Regional
Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Regional
Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Regional
Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Regional
Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Regional
Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Regional
Curi 6 Tabung Elpiji di Warung, Dua Pria di Mataram Ditangkap

Curi 6 Tabung Elpiji di Warung, Dua Pria di Mataram Ditangkap

Regional
Diduga Masalah Cinta, Seorang Gadis Hendak Loncat ke Bengawan Solo, Aksinya Digagalkan Warga

Diduga Masalah Cinta, Seorang Gadis Hendak Loncat ke Bengawan Solo, Aksinya Digagalkan Warga

Regional
Mengenal 2 Stasiun di Cirebon, Lebih Tua Prujakan atau Kejaksaan?

Mengenal 2 Stasiun di Cirebon, Lebih Tua Prujakan atau Kejaksaan?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.