Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/07/2022, 18:58 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com-Polisi masih memeriksa Bobi (27), pembunuh Hendri Rangkuti Riasari dan Meilani di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Bobi mengaku nekat membunuh kedua korban lantaran Hendri tepergok telah mencium Meilani ketika kekasihnya sedang berada di rumah.

“Mereka ada dikamar sedang berciuman,saya kesal melihatnya,” kata Bobi di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Pembunuh 2 Perempuan Muda di Banyuasin Ternyata Adik Kandung Korban

Kekesalan itu membuat emosi Bobi menjadi memuncak. Ia lalu mengambil kunci roda mobil dan memukul kedua korban hingga tewas.

Menurut Bobi, ia selama ini telah lama curiga atas hubungan sesama jenis yang dilakukan antara kekasih dan kakak kandungnya itu.

Namun, tepergoknya kedua korban di kamar saat sedang ciuman membuatnya semakin marah.

“Pacar saya lebih dekat dengan kakak, makanya saya curiga. Selama ini belum ada bukti, tapi akhirnya saya lihat sendiri,” ujarnya.

Baca juga: 2 Perempuan Muda di Banyuasin Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dalam Rumah

Diakui Bobi, ini merupakan kali pertama kekasihnya direbut oleh korban Hendri.

 

Beberapa waktu lalu, pacarnya juga sempat menjalin asmara dengan kakaknya itu secara diam-diam hingga mereka pun terpaksa mengakhiri hubungan.

“Saya waktu itu mau hampir nikah, tapi pacar saya diambil sama kakak saya,” ujarnya.

Setelah membunuh korban, Bobi mengaku panik. Ia pun langsung memakan satu kotak racun nyamuk bakar untuk bunuh diri.

“Saya sudah tidak sanggup lagi, makanya berpikir untuk bunuh diri,” ujarnya.

Baca juga: Kopda Muslimin Tega 4 Kali Coba Bunuh Istrinya Demi Pacar Baru, Dari Santet hingga Racun

Diberitakan sebelumnya, dua wanita muda yang tinggal di kawasan Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ditemukan tewas dengan kondisi mengalami penganiayaan di bagian kepala lantaran diduga menjadi korban pembunuhan, Senin (25/7/2022).

Kedua korban yang tewas tersebut adalah Hendri Rangkuti Riasari dan Meilani.

Saat ini jenazah kedua korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk diotopsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Kadisdik Salatiga Sebut Maraknya Hoaks Penculikan Anak Sudah Cukup Meresahkan Warga

Regional
Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Ketika Wali Kota Semarang Tegur OPD yang Tak Serius Garap Potensi PAD

Regional
Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Wartawan di Lampung Salatan: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Isu Percobaan Penculikan Beredar Lewat WA, Bupati Sleman Minta Orangtua Tidak Panik

Regional
Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Menteri LHK Resmikan Pemanfaatan Sarana Taman Nasional Komodo untuk Keperluan Wisata Alam, Edukasi, dan Riset

Regional
Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Apakah Riau dan Kepulauan Riau Berbeda?

Regional
Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Lansia Penyandang Disabilitas Asal Brebes Lapor Surat Kehilangan Tanah Berujung Jadi Tersangka

Regional
Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Duduk Perkara Massa Blokade Jalan di Manokwari, Tak Terima Ada Warga yang Ditangkap Polisi

Regional
Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Badan Jalan di Bangka Belitung Amblas Terkena Abrasi Sungai, Warga Gotong Royong Pasang Tiang Pancang dari Kayu

Regional
Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Target Menangi Pileg 2024, Gerindra Salatiga Maksimalkan Peran Relawan

Regional
Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Banjir Bandang Landa Kabupaten Dompu, 1.257 Kepala Keluarga Terdampak

Regional
Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Sudah Setahun Jembatan Putus, Anak-anak Desa Gontar Terpaksa Menyeberangi Sungai ke Sekolah

Regional
Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Cabai Hiyung Khas Tapin, Rawit Terpedas di Indonesia dari Kalimantan Selatan

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Gempa M 4,7 Guncang Pesisir Barat Lampung

Regional
Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Tak Hanya Dicabuli, Anak di Bawah Umur di Ende Juga Dianiaya oleh Pelaku

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.