Kompas.com - 25/07/2022, 18:38 WIB

KOMPAS.com - Gorontalo merupakan kota yang terletak di Provinsi Gorontalo.

Wilayah yang berbatasan dengan Teluk Tomini ini merupakan ibu kota Provinsi Gorontalo dan terletak di utara Pulau Sulawesi

Jika Aceh memiliki julukan sebagai kota Serambi Mekkah, maka Gorontalo memiliki julukan sebagai Serambi Madinah.

Julukan tersebut terkait dengan nilai-niai yang dianut oleh masyarakat Gorontalo.

Berikut ini alasan mengapa Gorontalo disebut sebagai Kota Serambi Madinah.

Alasan Gorontalo Disebut Kota Serambi Madinah

Sebutan Gorontalo sebagai Kota Serambi Madinah tidak lain karena sebagian besar masyarakat Gorontalo memeluk agama Islam.

Nilai-nilai keislaman juga menjadi bagian kehidupan masyarakat serta budaya setempat. Nilai-nilai itu telah tertanam sejak zaman kerajaan.

Dilansir dari karya ilmiah Islam, Budaya, dan Lokalitas Gorontalo, karya Basri Amin disebutkan Raja Amai (1523-1550) adalah peletak dasar Islam di Gorontalo.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Gorontalo, Hulua Lu Tola hingga Hulontalangi

Terutama sejak, Raja Amai menikah  dengan Owutango, putri Raja Palasa Orgomonjolo (Kumojolo) di Siyendeng, Tomini yang memiliki hubungan dengan keluarga Kerjaan Ternate, dan telah lebih dahulu mengenal Islam.

Saat akan melamar putri Owutango, Kerajaan Palasa meminta syarat bahwa lamaran akan diterima jika Raja Amai memeluk Islam.

Raja Amai memenuhi lamaran tersebut dan secara adat istiadat yang berlaku di masyarakat Gorontalo harus bersumber pada Al-quran.

Terbukti, Raja Amai melakukan pembaharuan dalam kerajaan dengan mengembangkan prinsip adat dan kebiasaan sesuai ajaran Islam.

Setelah perkawinan tersebut, Raja Amai beserta istri dan delapan raja-raja kecil di bawah Palasa berbagi tugas membimbing dan merancang adat istiadat yang berpedoman pada Islam.

Raja-raja kecil tersebut juga bertugas sebagai mubaligh dalam pengembangan ajaran Islam di masyarakat.

Baca juga: 7 Fakta Kota Gorontalo yang Syarat Budaya Islam dan Berjuluk Serambi Madinah

Raja Amai memberikan pemukiman tersendiri untuk delapan raja kecil itu di wilayah Gunto (sekarang Kecamatan Kota Selatan).

Di daerah itu juga, raja mendirikan tempat ibadah yang disebut Tihi Lo Hunto atau saat ini dikenal sebagai Masjid Sultan Amai.

Masjid menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan Islam di Gorontalo.

Pada tahun 1590, Raja Amai digantikan putranya, Motolodulakiki, yang meneruskan penyebaran ajaran Islam.

Banyak masjid 

Dilansir dari karya ilmiah berjudul Satu Atap Empat Wajah: Multikulturalisme Etnik Gorontalo, Bugis, Jawa, dan Cina di Kota Gorontalo, karya Hendri Gunawan dan Muhammad Anggie Farizqi Prasadana, pengaruh Islam yang dalam di Gorontalo terlihat dari ungkapan adati hula-hula'a to sara'a, sa'a hula-hula'a to kuru'ani (Adat bersendikan syariat, syariat bersendian Al-quran).

Nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian hidup masyarakat juga didukung dengan banyaknya masjid di wilayah ini. Hampir setiap kampung memiliki satu masjid bahkan lebih.

Baca juga: Harmoni Tahun Baru Imlek di Kota Berjuluk Serambi Madinah

Meskipun nilai-nilai ajaran Islam kuat, Gorontalo merupakan wilayah dengan multietnis yang harmonis.

Wilayah ini terdapat penganut agama Islam, Hindu, Buddha, Katolik, Kristen, dan Konghucu, dengan tempat ibadahnya yang terdapat di wilayah ini.

Banyaknya masyarakat multietnis di Gorontalo ini, karena sebagai wilayah pelabuhan, Gorontalo menjadi tempat singgah sejumlah pedagang.

Sumber:

https://repository.ung.ac.id

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Ada Masalah Rumah Tangga, Napi Narkotika di Lampung Bunuh Diri di Toilet Aula Lapas

Diduga Ada Masalah Rumah Tangga, Napi Narkotika di Lampung Bunuh Diri di Toilet Aula Lapas

Regional
Gempa Magnitudo 4 Guncang Sumba Barat Daya NTT

Gempa Magnitudo 4 Guncang Sumba Barat Daya NTT

Regional
Dua Pekan Pencarian Korban Gempa Cianjur, 78 Orang Ditemukan Tewas, Sisa 11 Orang

Dua Pekan Pencarian Korban Gempa Cianjur, 78 Orang Ditemukan Tewas, Sisa 11 Orang

Regional
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Tewasnya Sopir Taksi Online di Tempat Karaoke Purworejo

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Tewasnya Sopir Taksi Online di Tempat Karaoke Purworejo

Regional
Pemprov NTB Kirim Bantuan Produk Lokal ke Cianjur, Ada Ayam Taliwang hingga Sate Rembige

Pemprov NTB Kirim Bantuan Produk Lokal ke Cianjur, Ada Ayam Taliwang hingga Sate Rembige

Regional
Kisah Briptu Ayu Saidevy, Polwan Polda Kaltim yang Mengemban Misi Kemanusiaan di Bangui Afrika Tengah

Kisah Briptu Ayu Saidevy, Polwan Polda Kaltim yang Mengemban Misi Kemanusiaan di Bangui Afrika Tengah

Regional
Penabrak Pasien hingga Tewas di RS WZ Johannes Kupang Ternyata Office Boy, Pegang Kemudi meski Tak Mahir

Penabrak Pasien hingga Tewas di RS WZ Johannes Kupang Ternyata Office Boy, Pegang Kemudi meski Tak Mahir

Regional
Pesan Kapolda NTT Saat Lepas 105 Personelnya ke Papua: Menangkan Hati Masyarakat agar Makin Cinta NKRI

Pesan Kapolda NTT Saat Lepas 105 Personelnya ke Papua: Menangkan Hati Masyarakat agar Makin Cinta NKRI

Regional
Dijanjikan Proyek Rp 36 M di Kompleks Stadion Jakabaring, Pria di Lampung Tertipu Rp 675 Juta, Pelaku Catut Nama Gubernur Sumsel

Dijanjikan Proyek Rp 36 M di Kompleks Stadion Jakabaring, Pria di Lampung Tertipu Rp 675 Juta, Pelaku Catut Nama Gubernur Sumsel

Regional
Bocah SD di Luwu Diduga Diperkosa 9 Pria, 1 Pelaku Ditangkap

Bocah SD di Luwu Diduga Diperkosa 9 Pria, 1 Pelaku Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap DDS Racuni Orangtua dan Kakaknya di Magelang Terinsipirasi dari Kasus Munir hingga Mirna

Polisi Ungkap DDS Racuni Orangtua dan Kakaknya di Magelang Terinsipirasi dari Kasus Munir hingga Mirna

Regional
Soal Kapan Gempa Susulan Cianjur Berhenti, Ini Prediksi BMKG

Soal Kapan Gempa Susulan Cianjur Berhenti, Ini Prediksi BMKG

Regional
Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe, Para Pengusaha Karaoke Diminta Tutup 7 Hari

Sopir Taksi Online Dianiaya hingga Tewas di Parkiran Kafe, Para Pengusaha Karaoke Diminta Tutup 7 Hari

Regional
Perusahaan Jepang Tertarik Rekrut Lulusan SMK dari Tasikmalaya, Disebut Santun, Rajin dan Religius

Perusahaan Jepang Tertarik Rekrut Lulusan SMK dari Tasikmalaya, Disebut Santun, Rajin dan Religius

Regional
Kisah Pemuda 22 Tahun di Kupang, Alami Jantung Bocor sejak Bayi, Belum Bisa Dioperasi karena Kendala Biaya

Kisah Pemuda 22 Tahun di Kupang, Alami Jantung Bocor sejak Bayi, Belum Bisa Dioperasi karena Kendala Biaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.