Anak Kiai di Tuban Diduga Perkosa Bocah 14 Tahun hingga Melahirkan, Keluarga Berdamai, Pelaku Janji Nikahi Korban

Kompas.com - 24/07/2022, 16:20 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - M (14), bocah perempuan asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diduga diperkosa A (21), anak seorang kiai.

Kasus tersebut terbongkar saat M melahirkan bayi laki-laki di puskesmas setempat pada Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun kasus tersebut tak berlanjut ke jalur hukum. Keluarga menyebut M dan A memiliki hubungan asmara atau berpacaran.

Keluarga memilih berdamai dan pelaku juga berjanji akan menikahi korban.

Baca juga: Santriwati di Tuban Diduga Jadi Korban Pencabulan Anak Kiai, Orangtua Takut Melapor

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Tuban, AKP M Ganantha mengatakan, fakta bahwa korban dan pelaku berpacaran didapat dari keterangan keluarga.

"Keduanya pacaran sejak setahun lalu, tapi kebablasan melakukan persetubuhan. Jadi bukan pemerkosaan," kata AKP M Ganantha, kepada Kompas.com, Sabtu (23/7/2022).

Orangtua korban takut melapor

Nanang Susanto, tokoh masyarakat setempat mengatakan keluarga korban takut dan tak berani melaporkan kejadian yang dialami anaknya.

"Kasihan sekali orangtuanya itu tidak berani lapor polisi. Terus takut menuntut si pelaku karena pelakunya anak kiai yang sangat dihormati warga kampung," kata Nanang kepada Kompas.com, Kamis (21/7/2022).

Setelah kasus tersebut mencuat, petugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban dan petugas kecamatan juga sudah berkunjung ke rumah korban untuk memberikan pendampingan.

Baca juga: Terjadi Lagi, Santriwati Diduga Dicabuli Anak Kiai di Tuban, Keluarga Takut hingga Korban Melahirkan

Namun, kata Nanang, orangtua korban masih trauma dan syok melihat anaknya yang telah menjadi korban pencabulan hingga melahirkan tersebut.

"Orangtua korban mungkin syok melihat pelakunya juga seperti tidak memiliki tanggungjawab atau beban kesalahan," tuturnya.

Korban mengaji di ayah pelaku

Ilustrasi korban SHUTTERSTOCK/DOIDAM 10 Ilustrasi korban
Nanang mengatakan korban adalah santriwati dan mengaji setiap hari di pondok pesantren milik orangtua terduga pelaku.

Bahkan sejak setahun terakhir, korban bersama para santri lainnya harus bermalam di pondok tersebut.

"Semua santri harus bermalam dan tidur di bangunan semacam aula gitu, yang santri laki-lagi tidurnya di bawah dan yang perempuan tidur di lantai atas," ungkapnya.

Menurut Nanang, pemerkosaan diduga terjadi saat korban bermalam di pesantren.

Baca juga: Dugaan Pencabulan Anak Kiai di Tuban, Pelaku dan Korban Ternyata Berpacaran, Keluarga Ajukan Dispensasi Nikah

Bahkan teman korban sesama santri juga kerap melihat terduga pelaku yang juga menjadi guru ngaji mencabuli korban di malam hari.

Saji, warga sekitar juga menceritakan hal yang sama. Ia mengatakan kasus pemerkosaan yang dilakukan anak dari kiai di kampung tersebut sudah diketahui banyak orang.

Namun tak ada yang menangani kasus dugaan pemerkosaan tersebut.

"Orangtua korban mungkin malu anaknya dihamilin. Tapi orangtua pelaku sekarang menahan malu juga, anaknya kiai kok begitu," ujar Saji kepada Kompas.com.

Baca juga: Korban Dugaan Pencabulan oleh Anak Kiai di Tuban akan Dinikahi, Keluarga Berdamai

Ajukan disepensasi pernikahan

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Ganantha mengatakan, keluarga pelaku bersedia bertanggung jawab dengan menikahkan pelaku dan korban yang sudah mempunyai bayi.

Kedua belah pihak keluarga akhirnya berdamai secara kekeluargaan, sehingga pihak korban tidak menuntut secara hukum.

Menurut Ganantha, pihak keluarga juga berencana menikahkan keduanya secara siri terlebih dahulu.

Keputusan ini diambil karena keluarga juga sedang mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Tuban agar kedua pasangan itu menikah secara sah di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"Untuk penanganan hukumnya, saat ini masih berproses," ujar Ganantha.

Baca juga: Aktivis Koalisi Perempuan Ronggolawe Tuban Desak Polisi Proses Hukum Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kiai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencari Suaka Berunjuk Rasa di Rudenim Tanjungpinang, Minta 2 Rekannya Dilepaskan

Pencari Suaka Berunjuk Rasa di Rudenim Tanjungpinang, Minta 2 Rekannya Dilepaskan

Regional
600 Polisi Dikerahkan ke Pulau Haruku untuk Amankan Ritual Adat Cakalele

600 Polisi Dikerahkan ke Pulau Haruku untuk Amankan Ritual Adat Cakalele

Regional
Sambil Menangis, Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Sempat Tunjukkan Foto Suaminya yang Tewas ke Tetangga

Sambil Menangis, Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar Sempat Tunjukkan Foto Suaminya yang Tewas ke Tetangga

Regional
Sejumlah Sekolah di Kupang Masih Pajang Foto Presiden Lama SBY dan Wapres Jusuf Kalla, Alasannya Lupa

Sejumlah Sekolah di Kupang Masih Pajang Foto Presiden Lama SBY dan Wapres Jusuf Kalla, Alasannya Lupa

Regional
7 Daftar Candi di Klaten, dari Candi Sewu hingga Candi Plaosan

7 Daftar Candi di Klaten, dari Candi Sewu hingga Candi Plaosan

Regional
Sosok Agus Sujatno, Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar, Pembuat Bom Cicendo Tahun 2017

Sosok Agus Sujatno, Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar, Pembuat Bom Cicendo Tahun 2017

Regional
Angkut 1.000 Liter Miras dari Ngada, 3 Sopir Ditahan

Angkut 1.000 Liter Miras dari Ngada, 3 Sopir Ditahan

Regional
Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Penjagaan Markas Komando hingga Asrama Polisi di Tegal Diperketat

Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Penjagaan Markas Komando hingga Asrama Polisi di Tegal Diperketat

Regional
Ada Insiden Bom Bunuh Diri di Astanaanyar, Gibran Minta Warga Tak Takut: Saya yang Menjamin Solo Aman

Ada Insiden Bom Bunuh Diri di Astanaanyar, Gibran Minta Warga Tak Takut: Saya yang Menjamin Solo Aman

Regional
Sederet Fakta Bom Bunuh Diri di Bandung, 1 Polisi Gugur dan Terduga Pelaku Eks Napiter Bom Cicendo

Sederet Fakta Bom Bunuh Diri di Bandung, 1 Polisi Gugur dan Terduga Pelaku Eks Napiter Bom Cicendo

Regional
Diduga Terlibat Prostitusi Online, 4 Wanita dan 1 Waria di Atambua Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 4 Wanita dan 1 Waria di Atambua Ditangkap Polisi

Regional
Buntut Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar, Penjagaan di Perbatasan Gorontalo Diperketat

Buntut Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar, Penjagaan di Perbatasan Gorontalo Diperketat

Regional
2 Gempa Guncang Kabupaten Seram Bagian Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

2 Gempa Guncang Kabupaten Seram Bagian Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Pengedar Uang Palsu di Kebumen Ditangkap, Korbannya Pedagang Kecil

Pengedar Uang Palsu di Kebumen Ditangkap, Korbannya Pedagang Kecil

Regional
6 Nasabah Bank Sulselbar yang Tidak Dapat Pengembalian Dikabarkan Akan Tempuh Jalur Hukum, Polisi: Belum Ada Laporan

6 Nasabah Bank Sulselbar yang Tidak Dapat Pengembalian Dikabarkan Akan Tempuh Jalur Hukum, Polisi: Belum Ada Laporan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.