Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/07/2022, 21:58 WIB

KEPRI, KOMPAS.com - Puluhan kilogram narkoba jenis kokain yang ditemukan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dimusnahkan Kamis (21/7/2022).

Total kokain yang dimusnahkan seberat 48.473,22 gram (48,47 kg). Barang haram tersebut dihancurkan dengan cara direbus.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Syafrudin Semidang Sakti yang diwawancarai membenarkan pemusnahan tersebut.

"Iya, sudah dimusnahkan," kata Syafrudin kepada Kompas.com melalui pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: 43 Kilogram Kokain Misterius Ditemukan di Kepulauan Anambas, IPW Minta Polisi Cari Pemiliknya

Pemusnahan dipimpin oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto. Turut ikut dalam kegiatan Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Ahmad David, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris S dan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Anambas.

Berdasarkan keterangan tertulis Humas Polda Kepri, barang bukti kokain yang dimusnahkan merupakan temuan di 8 lokasi, di pinggir pantai wilayah Kepulauan Anambas.

Sementara dasar pemusnahan adalah Laporan Polisi Nomor : LP-A / 01 / VII / 2022 / SPKT / Polsek Jemaja / Polres Kep. Anambas / Polda Kepri, Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Dari Labfor Polda Riau, No : Lab : 1204 / Nnf / 2022, Tanggal 8 Juli 2022, Surat Ketetapan Status Barang Sitaan Narkotika Dari Kajari Natuna, Nomor : B-441/L.10.13/Enz.1/07/2022, Tanggal 8 Juli 2022 dan Surat Ketetapan Status Barang Sitaan Narkotika Dari Kajari Natuna, Nomor : B-460/L.10.13/Enz.1/07/2022, Tanggal 18 Juli 2022.

"Pada hari ini bersama kita lakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis kokain seberat 48.473.22 gram," kata Brigjen Pol Rudi Pranoto.

Diketahui kokain yang ditemukan sebanyak 43 bungkus, dengan total berat 48.475,1 gram.

Sebanyak 220,1 gram dikirim ke Labfor Polda Riau untuk diperiksa dan dikembalikan lagi dari Labfor sebanyak 218.22.

Rudi mengatakan dari jumlah barang bukti yang dimusnahkan tersebut, di asumsikan telah menyelamatkan kurang lebih 480.000 sampai 500.000 jiwa dari bahaya ketergantungan narkoba.

Menurut Rudi, asumsi setiap ons kokain yang dimusnahkan dapat dikonsumsi oleh 1.000 sampai 1.200 orang.

Jenderal Polisi Bintang Satu juga menyebutkan keberhasilan dalam mengamankan barang bukti kokain itu merupakan wujud dari sinergitas dan kolaborasi Polri bersama TNI serta didukung oleh masyarakat Kepulauan Anambas beserta unsur terkait.

"Atas nama Kapolda Kepri saya menyampaikan Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya," sebut Rudi yang kemudian menyebutkan intansi-instansi dan masyarakat yang berperan dalam menemukan narkotika tersebut.

Diduga Hanyut Dari Perairan Internasional

Penemuan puluhan paket kokain tersebut berawal pada tanggal 1 Juli 2022 sekira jam 7.30 WIB di pantai Tunjuk Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kokain itu ditemukan oleh warga bernama Rudikon dan Samsul Bahri dengan jumlah 25 bungkus.

Setelah dilakukan pencarian lanjutan hingga tanggal 3 Juli 2022, total keseluruhan yang ditemukan sebanyak total 43 bungkus.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Rudi Pranoto mengatakan 43 bungkus narkotika jenis kokain diduga berasal dari perairan Internasional atau OPL (Out Port Limited), wilayah perairan Malaysia dan Thailand.

Baca juga: Kronologi Penemuan 43 Paket Kokain Misterius di Anambas, Ternyata Ditemukan Warga Saat Cari Barang Bekas

Barang haram tersebut diduga terbawa arus angin barat menuju perairan Kepulauan Anambas. Karena selain narkoba itu banyak sampah lain di pantai Pulau Jemaja yang diduga berasal dari OPL.

"Dapat dianalisa bahwa transportasi yang digunakan oleh sindikat kokain Internasional adalah kapal laut ke negara tujuan dengan cara mengikat barang bukti narkotika jenis kokain di bawah lambung kapal. Disebabkan faktor cuaca ekstrim mengakibatkan barang bukti narkotika jenis kokain ini terbawa arus angin barat dan terdampar di pesisir pantai wilayah Kepulauan Anambas," papar Brigjen Pol Rudi Pranoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Regional
Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Regional
Beroperasi Sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Beroperasi Sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Regional
Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Regional
Painah Terbangun Kaget Dengar Suara Tangis Bayi, Ditemukan Tergeletak di Teras Rumahnya

Painah Terbangun Kaget Dengar Suara Tangis Bayi, Ditemukan Tergeletak di Teras Rumahnya

Regional
8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, Dinkes: Produknya Memiliki Izin dan Belum Kadaluarsa

8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, Dinkes: Produknya Memiliki Izin dan Belum Kadaluarsa

Regional
Harga Bensin Malaysia Terlalu Murah, Pengusaha APMS Pulau Sebatik Mengeluh ke DPRD Nunukan

Harga Bensin Malaysia Terlalu Murah, Pengusaha APMS Pulau Sebatik Mengeluh ke DPRD Nunukan

Regional
Pakai Atribut Partai Saat Hadiri Safari Politik Anies, 4 ASN di Dompu Diperiksa Bawaslu

Pakai Atribut Partai Saat Hadiri Safari Politik Anies, 4 ASN di Dompu Diperiksa Bawaslu

Regional
Sugik Nur dan Bambang Tri Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Presiden Sempat Bertengkar di Rutan, Ini Penyebabnya

Sugik Nur dan Bambang Tri Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Presiden Sempat Bertengkar di Rutan, Ini Penyebabnya

Regional
Sugik Nur Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Jokowi Mengaku Kena Pungli di Rutan Polda Jateng, Polisi: Itu Tidak Ada

Sugik Nur Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Jokowi Mengaku Kena Pungli di Rutan Polda Jateng, Polisi: Itu Tidak Ada

Regional
Cuma Diminta Geser Parkir Mobil, PNS di Lampung Ngamuk Pukul Pedagang Martabak

Cuma Diminta Geser Parkir Mobil, PNS di Lampung Ngamuk Pukul Pedagang Martabak

Regional
Timgab Temukan 25 Batang Kayu di Hutan Boak Sumbawa, Diduga Hasil Pembalakan Liar

Timgab Temukan 25 Batang Kayu di Hutan Boak Sumbawa, Diduga Hasil Pembalakan Liar

Regional
Air Danau Maninjau Berubah Jadi Hijau dan Berbau Belerang

Air Danau Maninjau Berubah Jadi Hijau dan Berbau Belerang

Regional
Sebelum Tewas akibat Dianiaya Pacar, Pemandu Lagu di Purwokerto Sempat Dicabuli di Kamar Hotel

Sebelum Tewas akibat Dianiaya Pacar, Pemandu Lagu di Purwokerto Sempat Dicabuli di Kamar Hotel

Regional
Mobil Camry Milik Sekretariat DPRD Jambi Kecelakaan Dibawa Pelajar SMA dan Teman Wanitanya, Kok Bisa?

Mobil Camry Milik Sekretariat DPRD Jambi Kecelakaan Dibawa Pelajar SMA dan Teman Wanitanya, Kok Bisa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.