Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korupsi Pengadaan SIM Desa, Sekretaris Dinas di Kepulauan Tanimbar Jadi Tersangka

Kompas.com - 20/07/2022, 15:33 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Tanimbar, Maluku, menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIM-D) tahun 2021.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Sekretaris Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, SS dan NA, seorang kontraktor. Penetapan tersangka diumumkan Kepala Kejari Kepulauan Tanimbar Gunawan Sumarsono di kantor Kejari Kepulauan Tanimbar, Selasa 19/7/2022).

“Perlu kami sampaikan bahwa Selasa kemarin penyidik Kejari Kepulauan Tanimbar telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi SIM-D tahun 2021,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba kepada Kompas.com, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: 2 ASN di Kepulauan Tanimbar Jadi Tersangka Kasus Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas

Wahyudi menjelaskan, penetapan kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan menemukan dua alat bukti dalam kasus tersebut.

“SS dan NA ini ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memiliki cukup bukti termasuk keterangan sejumlah saksi dan surat keterangan ahli,” ujarnya.

Baca juga: Jembatan Darurat yang Dibongkar Warga di Maluku Tengah Kembali Dibangun

Adapun penetapan SS sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka dari Kepala Kejari Kepulauan Tanimbar bernomor B-1039/Q.1.13/Fd.2/07/2022 tertanggal 19 Juli 2022.

Sedangkan penetapan NA sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka bernomor B-1040 /Q.1.13/Fd.2/07/2022 tertanggal 19 Juli 2022.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana.

“Dari hasil audit yang dilakukan, perbuatan kedua tersangka diduga telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 310.264.909,” kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan segera melakukan pemanggilan untuk melakukan pemeriksaan dalam status keduanya sebagai tersangka.

“Nanti akan segera dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek sistem informasi manajemen administrasi desa ini dikerjakan dengan menggunakan anggaran APBD tahun 2021. Adapun proyek ini menyasar 80 desa yang ada di kabupaten tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eksekusi Lahan di Ambon Ditolak Warga, Pihak Penggugat: Tak Ada yang Mau Berdamai

Eksekusi Lahan di Ambon Ditolak Warga, Pihak Penggugat: Tak Ada yang Mau Berdamai

Regional
Didukung 3 Parpol Jadi Capres, Anies Bicara Kriteria Cawapres

Didukung 3 Parpol Jadi Capres, Anies Bicara Kriteria Cawapres

Regional
Ruang Rapat DPRD Batam akan Miliki LCD Baru Seharga Rp 1,2 Miliar

Ruang Rapat DPRD Batam akan Miliki LCD Baru Seharga Rp 1,2 Miliar

Regional
La Vogue Antique, Toko Barang Antik Pertama yang Berdiri Sejak Tahun 1980-an di Kota Semarang

La Vogue Antique, Toko Barang Antik Pertama yang Berdiri Sejak Tahun 1980-an di Kota Semarang

Regional
Ganjar Libatkan Perguruan Tinggi Atasi Kemiskinan di Jateng, Target 2024 Pengentasan Kemiskinan Selesai

Ganjar Libatkan Perguruan Tinggi Atasi Kemiskinan di Jateng, Target 2024 Pengentasan Kemiskinan Selesai

Regional
Jadi Tersangka Korupsi Dana SPALD di Toraja Utara, Kejari Tahan Kepala Lembang Polo Padang

Jadi Tersangka Korupsi Dana SPALD di Toraja Utara, Kejari Tahan Kepala Lembang Polo Padang

Regional
1 Lagi Tersangka Korupsi E-KTP di Seram Bagian Barat Diserahkan ke Jaksa

1 Lagi Tersangka Korupsi E-KTP di Seram Bagian Barat Diserahkan ke Jaksa

Regional
Sidang Suap PMB Unila, Waketum MUI Disebut Titip 24 Calon Mahasiswa ke 6 Universitas lewat Ditjen Dikti

Sidang Suap PMB Unila, Waketum MUI Disebut Titip 24 Calon Mahasiswa ke 6 Universitas lewat Ditjen Dikti

Regional
Sebuah Hotel di Lombok Timur Dibakar Massa

Sebuah Hotel di Lombok Timur Dibakar Massa

Regional
Diteror dan Dipaksa Minta Maaf Setelah Kritik Masa Jabatan Kades 9 Tahun

Diteror dan Dipaksa Minta Maaf Setelah Kritik Masa Jabatan Kades 9 Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sosok Rheo Fernandes yang 'Dijodohkan' dengan Kaesang | Gibran Kembali Digandeng Megawati

[POPULER NUSANTARA] Sosok Rheo Fernandes yang "Dijodohkan" dengan Kaesang | Gibran Kembali Digandeng Megawati

Regional
Hujan Deras, Tebing 100 Meter di Rest Area Ungaran Longsor

Hujan Deras, Tebing 100 Meter di Rest Area Ungaran Longsor

Regional
Bertemu Kapolda NTT, Nono Sang Bocah Juara Sempoa Dunia Ingin Jadi Polisi

Bertemu Kapolda NTT, Nono Sang Bocah Juara Sempoa Dunia Ingin Jadi Polisi

Regional
Pengamat: 2 Kali Digandeng Megawati, Gibran Ada di Bawah Lindungan Beliau, Tidak Boleh Diganggu

Pengamat: 2 Kali Digandeng Megawati, Gibran Ada di Bawah Lindungan Beliau, Tidak Boleh Diganggu

Regional
2 Pencuri HP Sopir Truk di Bengkalis Riau Ditangkap, Sudah Beraksi di 16 Lokasi

2 Pencuri HP Sopir Truk di Bengkalis Riau Ditangkap, Sudah Beraksi di 16 Lokasi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.