Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Habiskan Uang Kurban Rp 75 Juta untuk "Game Online", Pria di Bengkulu Dipolisikan, Ini Kisahnya

Kompas.com - 15/07/2022, 11:00 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 35 orang jemaah Masjid An-Nur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, gagal berkurban.

Para jemaah ditipu oleh pria berinisial So (45). Uang kurban Rp 75 juta yang diserahkan kepada pelaku, ternyata justru dipakai So untuk game online.

Peristiwa ini bermula dari bendahara Masjid An Nur, Mursito, memesan hewan kurban sebanyak lima ekor sapi kepada pelaku, Rabu (25/6/2022). Total pemesanannya Rp 75 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Selatan Iptu Fajri Ameli Putra Chaniago mengatakan, dalam perjanjian antara panitia kurban dengan So, lima ekor sapi tersebut sudah ada 10 hari sebelum Idul Adha.

Baca juga: Kronologi 35 Jemaah Masjid di Bengkulu Tertipu Penjual Sapi Kurban

Pada Kamis (30/6/2022), Mursito menghubungi So. Namun, ponsel So tidak aktif.

Mursito kembali mengecek ke penangkaran So. Waktu itu, So tidak ada di tempat. Ditambah lagi, lima ekor sapi yang dijanjikan tidak ada di penangkaran.

Pelaku juga tidak menghubungi atau menemui korban dan uang yang disetorkan juga belum dikembalikan. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 75 juta.

Kasus ini lantas dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Penipu yang Buat 35 Warga Bengkulu Gagal Kurban Serahkan Diri, Uang Habis untuk Game Online

Mursito menjelaskan, ini bukan pertama kalinya panitia memesan sapi kepada So. Tahun sebelumnya, Masjid An Nur juga membeli sapi kepada So, sehingga membuat percaya panitia.

"Saya ini sudah puluhan tahun jadi panitia pemotongan hewan kurban, tiap tahun saya pasti jadi panitia," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.

"Baru kali ini kena tipu, jadi beban moril atau mental saya," ucapnya.

Baca juga: Pemotongan Hewan Kurban di RPH Kabupaten Bandung Turun 20 Persen

 

Pelaku menyerahkan diri

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

Setelah sempat buron, So akhirnya menyerahkan diri. Dia diantar oleh keluarganya pada Selasa (12/7/2022).

"Untuk terduga pelaku sudah kita amankan, datang dibawa keluarganya setelah dihubungi pihak keluarga agar menyerahkan diri," ujarnya, Kamis (14/7/2022).

Baca juga: Kisah Mbah Jumiah, Pemulung yang Berkurban Sapi Seharga Rp 22 Juta, Kini Kembali Menabung demi Berhaji

Fajri menuturkan, berdasarkan pengakuan So kepada polisi, uang dari warga yang seharunya dibelikan hewan kurban, dihabiskan untuk game online.

"Untuk terduga pelaku sudah kita tetapkan tersangka dan sudah dilakukan penahanan di Polres Bengkulu Selatan," ucapnya.

Di samping itu, terang Fajri, So sudah menyerahkan empat dari lima sapi yang dipesan jemaah Masjid An Nur. Adapun satu sapi lagi dijanjikan datang dalam enam bulan mendatang.

Baca juga: Dikira Daging Kurban, Warga Cirebon Kaget Temukan Jasad Bayi dalam Plastik

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor: Reni Susanti, Teuku Muhammad Valdy Arief), Tribunnews.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Regional
Mandi di Sungai Sedalir, Bocah 8 Tahun Hanyut dan Ditemukan Tewas

Mandi di Sungai Sedalir, Bocah 8 Tahun Hanyut dan Ditemukan Tewas

Regional
Kronologi Polisi Tembak Mati DPO di Pekanbaru yang Nekat Tabrak Anggota saat Ditangkap

Kronologi Polisi Tembak Mati DPO di Pekanbaru yang Nekat Tabrak Anggota saat Ditangkap

Regional
Pj Gubernur Sumsel: Kami akan Kembalikan Kejayaan Bumi Sriwijaya

Pj Gubernur Sumsel: Kami akan Kembalikan Kejayaan Bumi Sriwijaya

Regional
Detik-detik Satu Warga Purworejo Terseret Ombak Genjik hingga Hilang

Detik-detik Satu Warga Purworejo Terseret Ombak Genjik hingga Hilang

Regional
Usai Rakernas, PDI-P Purworejo Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Usai Rakernas, PDI-P Purworejo Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Regional
Gunung Marapi Meletus Lagi dan Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Gunung Marapi Meletus Lagi dan Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Identitas Jasad di Sungai Semarang Diketahui, Korban Berusaha Bunuh Diri 3 Kali

Identitas Jasad di Sungai Semarang Diketahui, Korban Berusaha Bunuh Diri 3 Kali

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Berawan Tebal

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Berawan Tebal

Regional
Cekcok Usai Pesta Miras, Kakak Bacok Adik Kandung Pakai Parang di NTT

Cekcok Usai Pesta Miras, Kakak Bacok Adik Kandung Pakai Parang di NTT

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Kilang Pertamina di Balikpapan Terbakar | Nama Program 'Makan Siang Gratis' Diubah

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Kilang Pertamina di Balikpapan Terbakar | Nama Program "Makan Siang Gratis" Diubah

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com