Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantai Congot: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Kompas.com - 14/07/2022, 16:55 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Pantai Congot terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata di daerah Kulon Progo dan dekat bandara YIA.

Pantai Congot memiliki pemandangan indah serta aktifitas para nelayan yang berada di pantai ini.

Daya Tarik Pantai Congot

Pantai Congot membentang dengan panjang pantai sekitar 6,5 kilometer.

Sepertihalnya, Pantai Glagah dan Pantai Trisik, Pantai Congot membentang luas dengan pasir hitam yang berasal dari gunung berapi.

Pasir hitam terbawa sampai ke laut melalui Sungai Progo di bagian timur (dekat Pantai Trisik) serta Sungai Bogowonto.

Pantai Congot memiliki pemandangan yang indah mulai perjalanan ke kawasan pantai ini.

Pengunjung akan disuguhi dengan hamparan sawah, pohon kelapa, serta aktifitas masyarakat Kulon Progo yang umumnya sebagai petani.

Baca juga: Pantai Madasari: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Sampai di kawasan pantai, aktifitas para nelayan menjadi pemandangan di pantai ini, terutama pada pagi hari.

Para nelayan yang baru pulang melaut akan membongkar hasil tangkapan ikannya untuk dijual di pasar ikan. Kegiatan jual beli dilakukan di pasar ini.

Selain itu juga, para nelayan akan membersihkan perahu maupun jaring yang digunakan setelah melaut.

Para pengunjung juga dapat memancing di kawasan ini. Pantai Congot merupakan salah satu spot memancing yang menarik.

Anda tinggal membawa alat pancing dan menunggu keberuntungan ikan yang akan memakan pakan di kail Anda

Malam satu suro di Pantai Congot

Pada malam satu suro, Pantai Congot menjadi salah satu tujuan untuk merayakan tahun baru Jawa.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Cerita Warga Banten Kesulitan Air hingga Harus Mencuci di Sungai

Regional
Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Bentrok Antar-kelompok di Wouma, 2 Orang Meninggal

Regional
Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Menaruh Curiga, 6 Siswi SMP di Purworejo Bully Teman Sekolah

Regional
Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Oknum Pegawai Bank Maluku Kuras Uang Simpanan BI Rp 1,5 Miliar untuk Main Judi Online

Regional
Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Jokowi Bakal Serahkan Sapi Kurban 1,23 Ton Usai Shalat Id di Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kita Harus Terus Intens Mengendalikan Inflasi

Regional
Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Juleha Kulon Progo Sarankan Pisau Stainless Steel untuk Sembelih Hewan Kurban

Regional
Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Pemkot Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Kinerja Terbaik Se-Sumatera, Pj Walkot Risnandar Sampaikan Pesan Ini

Regional
3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

3 Tahun Gaya Kepemimpinan Kang DS, Rajin Turun ke Masyarakat dan Fokus pada Pelayanan

Regional
Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Wanita Tewas Dijambret di Pekanbaru, Pelaku Ditembak

Regional
Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Alasan Warga Demak Pilih Menggelandang dan Sempat Tinggal di Goa Jepara

Regional
Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Pantai Kubu di Kotawaringin Barat: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute 

Regional
Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode 'Long-acting'

Minum Obat Memberatkan, Mensos Minta ODGJ Pakai Metode "Long-acting"

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus Malam Ini, Tinggi Kolom Abu 800 Meter

Regional
Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Jangan Pakai Kantong Plastik untuk Wadah Daging Kurban, Kenapa?

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com