Stabilkan Harga TBS, Luhut Sebut Pabrik CPO Milik Pemerintah Bakal Dibangun di Bengkulu

Kompas.com - 12/07/2022, 18:30 WIB

KOMPAS.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, pemerintah akan segera membangun pabrik crude palm oil (CPO) dan pabrik minyak goreng di Bengkulu.

Pembangunan pabrik tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

"Pabrik sawit dan pabrik minyak goreng secepatnya dibangun di Provinsi Bengkulu guna menstabilkan harga sawit," kata Luhut di Bengkulu, Selasa (12/7/2022) seperti dilansir Antara.

Baca juga: Pabrik Sawit di Mukomuko Bengkulu Tutup, Ternyata Terkait Harga Tandan Buah Segar

Pabrik itu pembangunannya akan dilakukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)

Selain itu, untuk menurunkan harga TBS di tingkat petani, pemerintah segera mengosongkan tangki di seluruh pabrik sawit.

Tindakan itu diharapkan dapat membuat perusahaan sawit kembali bisa membeli TBS dengan harga yang tinggi. 

Luhut menyebutkan, pemerintah pusat menargetkan pembelian TBS nantinya di atas Rp 2.000 per kilogram.

"Presiden juga mengiyakan dengan tangki dikosongkan agar seluruh perusahaan membeli TBS dengan harga yang tinggi," ujarnya.

Baca juga: Kuota BBM di SPBU Bakal Dikurangi, Luhut: Agar Warga Perlahan Beralih ke Kendaraan Listrik

Diketahui, saat ini harga TBS di tingkat petani dibeli dengan kisaran Rp 600 hingga Rp 700 per kilogram, sedangkan di tingkat pabrik dibeli dengan harga Rp 900 per kilogram.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setengah Ton Miras Diselundupkan ke Kapal Pelni di Baubau, Pelaku Sebut Itu Minyak

Setengah Ton Miras Diselundupkan ke Kapal Pelni di Baubau, Pelaku Sebut Itu Minyak

Regional
Pimpinan Pondok Pesantren Cabuli Santri di Jambi Selama 3 Tahun

Pimpinan Pondok Pesantren Cabuli Santri di Jambi Selama 3 Tahun

Regional
Operasi Zebra di Nunukan 2022, Mobil Dinas yang Mati Pajak Terjaring Razia

Operasi Zebra di Nunukan 2022, Mobil Dinas yang Mati Pajak Terjaring Razia

Regional
Cerita Singkat dan Pesan Moral Kaba Bujang Paman Asal Sumatera Barat

Cerita Singkat dan Pesan Moral Kaba Bujang Paman Asal Sumatera Barat

Regional
Ledakan Bom ke Rumah Warga, Seorang Pria di Riau Ditangkap Polisi

Ledakan Bom ke Rumah Warga, Seorang Pria di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Saat 370 SD dan SMP Serempak Aplikasikan Digitalisasi Pendidikan...

Saat 370 SD dan SMP Serempak Aplikasikan Digitalisasi Pendidikan...

Regional
Kisah Aremanita yang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Saat Jenazah Dimandikan Keluar Air dari Mata dan Hidung

Kisah Aremanita yang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Saat Jenazah Dimandikan Keluar Air dari Mata dan Hidung

Regional
Polri Klaim Tak ada Penangkapan Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan

Polri Klaim Tak ada Penangkapan Pengunggah Video Tragedi Kanjuruhan

Regional
Kumpulkan Rp 447 Juta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Harapan ARMY Indonesia

Kumpulkan Rp 447 Juta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Harapan ARMY Indonesia

Regional
Sodomi Anak Temannya, Pria di Kubu Raya Ditangkap

Sodomi Anak Temannya, Pria di Kubu Raya Ditangkap

Regional
Kasus Anggota TNI AD Hendak Pukul Anggota Satlantas di Manokwari Berujung Damai

Kasus Anggota TNI AD Hendak Pukul Anggota Satlantas di Manokwari Berujung Damai

Regional
Tabung Biogas di Sekadau Meledak, Seorang Pekerja Alami Luka Bakar

Tabung Biogas di Sekadau Meledak, Seorang Pekerja Alami Luka Bakar

Regional
Palak dan Pukuli Sopir Truk di Jalan Lintas Sumatera, Preman Kambuhan Ditangkap

Palak dan Pukuli Sopir Truk di Jalan Lintas Sumatera, Preman Kambuhan Ditangkap

Regional
Kakak Tewas Dibunuh Adik di Sumba Timur NTT, Diduga karena Berebut Sawah

Kakak Tewas Dibunuh Adik di Sumba Timur NTT, Diduga karena Berebut Sawah

Regional
Diksar Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Ternyata Tak Kantongi Izin Kampus

Diksar Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Ternyata Tak Kantongi Izin Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.