Kompas.com - 11/07/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Pranata Mangsa merupakan sistem penanggalan pertanian yang terdapat di Jawa.

Sistem kalender ini merupakan kearifan lokal yang digunakan untuk menentukan musim bercocok tanam.

Sistem ini berdasarkan ilmu astronomi supaya dapat mengolah lahan secara efektif dan efisien.

Pranata Mangsa

Pranata Mangsa berasal dari kata 'pranata' yang berarti aturan dan 'mangsa' yang berarti masa atau musim. Jadi pranata mangsa adalah informasi tentang perubahan musim yang terjadi setiap tahun.

Informasi ini akan digunakan oleh petani ataupun pelaut dalam pekerjaan mereka.

Pranata Mangsa tidak hanya terdapat di Jawa. Daerah lain juga mengenal sistem kalender serupa dalam istilah yang berbeda.

Suku Dayak di Kalimantan Barat mengenal sistem kalender dengan sebutan Papan Katika, Bali disebut Wariga, Suku Batak mengenal dengan Perhalaan, dan sejumlah daerah lain memiliki kalender serupa dengan nama sesuai daerah setempat.

Baca juga: Mengenal Masjid Salman Rasidi, Kolaborasi Kearifan Lokal dan Teknologi di Soreang Bandung

Sistem kalender di sejumlah daerah itu memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pedoman masyarakat dalam kegiatan keseharian mereka.

Kalender Pranata Mangsa dihitung berdasarkan atas peredaran matahari tanpa didukung teori-teori pertanian moderen dan alat-alat pertanian moderen.

Pranata mangsa adalah sistem penanggalan dengan menjadikan alam sebagai petunjuk tentang apa yang harus dilakukan oleh petani pada saat ingin menanam.

Sistem ini melatih kecermatan dan kepekaan indra petani, karena mereka harus mengamati, merasakan, membaca alam.

Agar memahami pranata mangsa, indra harus lihai memahami segala macam perubahan yang terjadi di alam, seperti desir angin, kicau burung, maupun cahaya matahari yang dapat menjadi petunjuk petani.

Jumlah Pranata Mangsa

Secara umum pranata mangsa terbagi menjadi empat musim (mangsa), yakni musim hujan (rendheng), pancaroba akhir musim (mareng), musim kemarau (ketiga), dan musim pancaroba menjelang hujan (labuh).

Baca juga: Smong, Kearifan Lokal yang Selamatkan Puluhan Ribu Warga Pulau Simeulue dari Tsunami Aceh 2004

Sistem penggalan pertanian ini tergolong brilian. Pranata mangsa mengenal siklus tahunan dalam pertanian.

Dalam siklus ini terdapat 12 mangsa atau waktu yang terdiri dari simbol-simbol yang berbeda-beda.

Sebanyak 12 mangsa ini diantaraya, kasa (bintang sapi gumarah), karo (tagih), ektelu (lumbung), dan sebagainya.

Nama setiap mangsa dibuat berbeda-beda berdasarkan karakter alam.

Berikut ini nama wangsa beserta ciri-ciri dan tuntutan untuk petani yang dilansir dero.ngawikab.id

No Mangsa Mangsa Utama Rentang waktu Ciri-ciri Tuntutan untuk petani
1 Kasa (kartika) Ketiga terang 22 Juni-1 Agustus (44 hari)
  • Daun-dauan berguguran
  • Kayu mengering
  • Belalang masuk ke dalam tanah
  • Saatnya membakar jerami
  • Mulai menanam palawija
2.  Karo (Pusa) Ketiga paceklik 2-24 Agustus (23 hari) 
  • Tanah mengering dan retak-retak
  • Pohon randu dan mangga mulai berbunga 
 
3.  Katelu (Manggasri) Ketiga semplah 23 Agustus-18 September (24 hari)
  • Tanaman merambat menaiki lanjaran
  • Rebung bambu bemunculan
Palawija mulai panen
4. Kapat (Sitra) Labuh semplah 19 September-13 Oktober (25 hari)
  • Mata air mulai terisi 
  • Kapuk randu mulai berbuah
  • Burung-burung kecil mulai bersarang dan bertelur 
  • Panen palawija
  • Saat menggarap lahan untuk padi gogo
5. Kalima (Manggakala) Labuh semplah 14 Oktober-9 November (27 hari)
  • Mulai ada hujan besar
  • Pohon asam jawa menumbuhkan daun muda
  • Ulat mulai bermunculan
  • Laron keluar dari liang
  • Lempuyang dan temu kunci mulai bertunas

 

  • Selokan sawah mulai diperbaiki
  • Membuat tempat mengalir air di pinggir sawah
  • Mulai menyebar padi gogo
6. Kanem (Naya) Labuh udan 10 Novemer - 22 Desember (43 hari)
  • Buah-buahan (durian, rambutan, manggis, dan lainnya) mulai muncul
  • Belibis mulai terlihat di tempat berair 
Para petani menyebar benih padi di pembenihan
7. Kapitu (Palguna) Rendheng udan 23 Desember-3 Februari (43 hari)
  • Banyak hujan
  • Sungai banjir
Saat memindahkan bibit padi ke sawah
8. Kawola Rendheng pengarep-arep 4 Februari-28/29 Februari (26/27 hari)
  • Musim kucing kawin
  • Padi menghijau
  • Uret mulai bermunculan
  • Padi berbunga
 
9. Kasanga (jita) Rendheng pengarep-arep 1-25 Maret (25 hari)
  • Padi berbunga
  • Jangkrik bermunculan
  • Tonggeret dan gangsir mulai bersuara
  • Sisa banjir masih bermunculan
  • Bunga glagah berguguran
 
10. Kasepuluh (Srawana) Mareng pengarep-arep 26 Maret-18 April (24 hari)
  • Padi mulai menguning
  • Banyak hewan hamil
  • Burung-burung kecil mulai meneras telurnya 

 

 
11. Desta Padrawana Mareng panen 19 April-11 Mei (23 hari)
  • Burung-burung memberi makan anaknya
  • Buah kapuk randu merekah
  • Saatnya panen raya genjah (panen untuk tanaman berumur pendek)
12. Sada (Asuji) Mareng terang 12 Mei-21 Juni (41 hari) Suhu menurun dan terasa dingin (bediding)
  • Saat menanam palawija (kedelai, nila, kapas)
  • Saatnya menggarap tegalan untuk menanam jagung

 

Perkembangan Pranata Mangsa

Banyak pertanyaan terlontar apakah pranata mangsa masih relevan untuk saat ini? dilansir dari fpb.uksw.edu , di era globalisasi sistem pertanian pranata mangsa mulai ditinggalkan oleh petani.

Adanya pemanasan global menyebabkan musim menjadi menyimpang, seperti musim kemarau menjadi hujan atau musim hujan menjadi musim kemarau.

Pemasanan global menyebabakan pranata mangsa mulai dilupakan petani.

Saat ini, masyarakat dituntut untut berpikir terbuka, bahkan petani dituntut memiliki wawasan internasional.

Baca juga: Mengenal Asal-usul Pakaian dan Kearifan Lokal Pertanian Indonesia melalui Pameran Kapas

Hal ini dilihat dari, bibit, pupuk, dan cara tanam yang mulai mengadopsi asing.

Kearifan lokal yang diperoleh dari nenek moyang mulai ditinggalkan, karena musim yang berubah-ubah setiap tahunnya dan susah ditebak. Namun begitu, masih ada petani yang menggunakan pranata mangsa.

Sumber:

fpb.uksw.edu dan dero.ngawikab.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Regional
Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Regional
Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Regional
Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Regional
Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Regional
12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

Regional
Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Regional
Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Regional
Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Regional
Perahu Motor Pengangkut Tim Vaksinator Covid-19 di Sumba Timur Tenggelam

Perahu Motor Pengangkut Tim Vaksinator Covid-19 di Sumba Timur Tenggelam

Regional
Dianiaya Siswanya, Guru SMA di Kupang Masih Trauma

Dianiaya Siswanya, Guru SMA di Kupang Masih Trauma

Regional
Pria di Mamuju Ditikam Pacar Sendiri Saat Sedang Tidur, Korban Sempat Enggan Melapor

Pria di Mamuju Ditikam Pacar Sendiri Saat Sedang Tidur, Korban Sempat Enggan Melapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.