Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/07/2022, 05:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com- Kantor cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di Jalan Jenderal Palembang, Sumatera Selatan, ditutup sementara waktu setelah izin dari yayasan itu dicabut oleh Kementerian Sosial (Kemensos) lantaran dugaan adanya penyalahgunaan dana donasi.

Penutupan kantor ACT Palembang itu terlihat, setelah adanya potongan kardus yang dipasang pada rolling door pintu depan ruko lantai 3 tersebut.

Kepala Cabang (Kacab) ACT Palembang Ilham saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait ditutupnya aktivitas mereka tersebut.

"Saya belum bisa memberikan keterangan apapun saat ini. Semuanya sekarang dari pusat. Silakan hubungi ACT pusat,"kata Ilham, lewat pesan tertulis, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Beberapa Papan Bertuliskan ACT di Kantor Kota Semarang Mulai Diturunkan, Ini Penjelasan ACT Jateng

Head of Media Public Relations ACT, Clara membenarkan bahwa kantor cabang ACT di Palembang tutup untuk sementara waktu.

Hal tersebut dikarenakan mereka mengikuti aturan dari pemerintah pusat yang mana Kemensos telah mengeluarkan untuk mencabut izin operasional mereka.

"Dalam rangka menjalankan ketentuan yang ditetapkan pemerintah dengan ini ACT sementara melakukan menonaktifkan seluruh kegiatan sampai waktu yang tidak ditentukan,"ujarnya.

Iapun berharap agar permasalah yang saat ini sedang dihadapi oleh ACT dapat selesai dengan segera sehingga aktivitas mereka dapat kembali berjalan.

"Mohon doa tulus teman-teman agar kami dapat senantiasa mengelola amanah secara profesional,"harapnya.

Baca juga: Pemkot Palembang Imbau Warga Tak Lagi Donasi ke ACT

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Ratu Dewa, meminta warga tidak lagi memberikan donasi kepada yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) setelah adanya pencabutan izin kegiatan dari Kementerian Sosial pada Selasa (5/7/2022).

Dewa mengatakan, setelah adanya pencabutan izin tersebut, Pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas ACT.

“Kami akan koordinasi dulu dengan Dinsos terkait pencabutan izin dari pusat. Namun, kami imbau warga tak lagi berdonasi ke ACT,” tutur Dewa, Jumat (8/7/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Ganjar Bercerita tentang UGM yang Mampu Cetak Tokoh Penting...

Saat Ganjar Bercerita tentang UGM yang Mampu Cetak Tokoh Penting...

Regional
3 Warga Tertimpa Longsor di Mamasa, 2 Tewas, 1 Selamat

3 Warga Tertimpa Longsor di Mamasa, 2 Tewas, 1 Selamat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

Regional
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Regional
Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Regional
Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Regional
Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Regional
Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Regional
Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Regional
Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Regional
Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Regional
Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Regional
Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Regional
Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Regional
Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.