6 Titik Pembuangan Sampah Elektronik di Kota Bandung Menurut DLH

Kompas.com - 04/07/2022, 18:49 WIB

KOMPAS.com – Sampah elektronik adalah barang-barang elektronik yang sudah tidak bisa digunakan dan tidak terpakai sehingga menjadi barang yang perlu dibuang.

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik, sampah elektronik masuk kategori sampah yang mengandung B3 sehingga bisa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan tepat.

Dikutip dari laman Citarum Harum, adapun bahan-bahan yang biasanya terkandung dalam sampah elektronik adalah komponen logam berat, yaitu merkuri, timbal, kromium, kadmium, arsenik, dan sebagainya.

Titik pembuangan sampah elektronik di Kota Bandung

Bagi masyarakat Kota Bandung, Jawa Barat, ada beberapa titik pembuangan (drop point) sampah elektronik untuk mengumpulkan barang-barang elektronik yang tidak lagi terpakai.

Dilansir dari bandung.go.id, Senin (04/07/2022), berikut adalah 6 titik pembuangan sampah elektronik di Kota Bandung.

Baca juga: Sungai Siak Pekanbaru Tercemar, Didominasi Sampah Mikroplastik Fiber

1. Sekretariat DPRD Kota Bandung

Lokasi: Jl. Sukabumi, Nomor 30, Kota Bandung (Gedung DPRD Kota Bandung).

2. Mal Bandung Electronic City (BEC)

Lokasi: Jl. Purnawarman, Nomor 13-15, Sumur Bandung, Kota Bandung.

3. SMA Negeri 3 Bandung dan SMA Negeri 5 Bandung

Lokasi SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung: Jl. Belitung, Nomor 8, Sumur Bandung, Kota Bandung.

4. Kantor Kecamatan Rancasari dan Mandalajati

Lokasi Kantor Kecamatan Rancasari: Jl. Bumi Santosa, Nomor 12, Kecamatan Cipamokolan, Kota Bandung.

Lokasi Kantor Kecamatan Mandalajati: Jl. Pasir Impun, Nomor 33, Kota Bandung.

5. SMK Negeri 5 Bandung

Lokasi: Jl. Bojongkoneng, Nomor 17A, Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

6. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung

Lokasi: Jl. Sadang Tengah, Kota Bandung.

Baca juga: Melihat Pengolahan Sampah Plastik Jadi 3 Jenis BBM di Cilegon Banten

Selain enam titik tersebut, masyarakat Kota Bandung juga bisa membuang sampah elektronik di bank sampah terdekat.

Dampak negatif sampah elektronik

Mengutip Geneva Environment Network, sampah elektronik dapat bersifat racun, tidak dapat terurai secara alami, dan terakumulasi di lingkungan.

Misalnya, pembakaran sampah elektronik dan penangas asam yang digunakan untuk memulihkan bahan berharga dari komponen elektronik dapat melepaskan bahan beracun ke udara.

Praktik-praktik demikian juga dapat mengekspos pekerja pada kontaminan tingkat tinggi, seperti timbal, merkuri, berilium, talium, kadmium, dan arsenik.

Selain itu, menurut laporan tahun 2019 yang bertajuk “A New Circular Vision for Electronics – Time for a Global Reboot”, pengelolaan sampah elektronik yang tidak tepat dapat menyebabkan hilangnya bahan mentah yang langka dan berharga, seperti logam mulia neodymium (untuk magnet pada motor), indium (digunakan pada TV panel datar), dan kobalt (untuk baterai).

Baca juga: Pabrik Semen SBI Manfaatkan Sampah Olahan sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Batu Bara

Dengan demikian, penting untuk mulai menangani sampah elektronik dengan tepat. Upaya ini dapat dimulai dengan membuang sampah-sampah elektronik di titik-titik pembuangan yang sudah ditentukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Perintahkan Wakil Bupati Pemalang Lanjutkan Pemerintahan Setelah Bupati MAW Kena OTT KPK

Ganjar Perintahkan Wakil Bupati Pemalang Lanjutkan Pemerintahan Setelah Bupati MAW Kena OTT KPK

Regional
Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Regional
Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah Seperti Keluarga

Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah Seperti Keluarga

Regional
Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspamresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspamresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Regional
Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Regional
Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Regional
Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Regional
Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Regional
Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Regional
Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: 'Aku Isin Banget'

Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: "Aku Isin Banget"

Regional
Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Regional
Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Regional
Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Regional
Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.