Jutaan Ekor Bandeng Mati, Penambak Ikan di Semarang Rugi Ratusan Juta

Kompas.com - 04/07/2022, 13:08 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Jutaan ekor ikan bandeng di Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, mati. Jumlah penambak bandeng yang melaporkan kejadian itu pun bertambah menjadi empat orang.

Ketua RW 016 Kelurahan Tanjung Emas, Slamet Riyadi mengatakan, salah satu warga yang sudah melapor adalah Muchamad Safii. Menurutnya, Muchamad Safii melaporkan kerugianya mencapai Rp 120 juta karena 400 ribu ikan bandeng mati.

Selain itu juga ada Jumari yang rugi Rp 90 juta dengan jumlah ikan mati 300 ribu ekor. Kemudian 250 ribu ekor milik Muslikh mati dan kerugiannya Rp 55,5. Terakhir, Moh Sukidi yang rugi Rp 90 juta karena 300 ribu ikan mati.

"Jumlah tersebut baru dihitung kerugian setiap ikan. Belum kerugian perawatan dan memberi makan," jelasnya kepada Kompas.com, Senin (4/7/2022).

Baca juga: Ratusan Ribu Ikan Bandeng di Semarang Mati, Diduga akibat Limbah

Jika ditotal, ada jutaan ikan milik empat penambak mati serentak. Saat ini Slamet sudah melaporkan kejadian tersebut ke Lurah Tanjung Emas, Camat Semarang Utara, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (KPTE).

"Hasilnya, kami diarahkan untuk membuat surat permohonan ganti rugi," ujarnya.

Di hari yang sama, dia mencoba untuk berkirim surat kepada PT Pelindo. Dua pekan kemudian, surat balasan diterima oleh para penambak.

"Dalam surat balasan dari PT Pelindo pihak penambak disuruh untuk meminta ganti rugi ke PT Lamicitra Nusantara," kata dia.

Dalam surat itu juga disebutkan, Pelindo tidak dapat memberikan ganti rugi yang diajukan. Pasalnya, pembuangan limbah dilakukan oleh Lamicitra Nusantara

Namun, pihak Lamicitra Nusantara tidak memberikan konfirmasi. Bahkan saat ditemui tidak mengakui bahwa pembuangan air rob bercampur oli dan solar berasal dari kawasannya.

"Lamicitra juga tidak mau bertanggung jawab, tanpa alasan mengapa mereka bersikap seperti itu," ucapnya.

Menanggapi hal itu, General Manager Kawasan Industri Lamicitra Tanjung Emas Semarang, Yeru Salimianto membenarkan jika beberapa waktu yang lalu bertemu dengan para penambak.

"Iya memang beberapa waktu yang lalu pernah bertemu dengan penambak," kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, Yeru sudah menyampaikan jika pihak Lamicitra tak bisa memberi ganti rugi kepada para penambak karena alasan musibah.

"Banjir rob kemarin itu musibah. Kita saja banyak aset yang tak bisa menyelamatkan," imbuh Yeru kepada Kompas.com.

Selain itu, dia mengaku tak mengetahui jika di dekat Lamicitra terdapat tambak bandeng yang dimiliki oleh para penambak.

"Ikan bandeng yang mati milik penambak itu ya bisa disebabkan dari apa saja," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cycling De Jabar, Rangsang Potensi 'Sport Tourism' Selatan Jawa Barat

Cycling De Jabar, Rangsang Potensi "Sport Tourism" Selatan Jawa Barat

Regional
3 Anak di Bawah Umur Tega Dijual ke Pria Hidung Belang Via Online

3 Anak di Bawah Umur Tega Dijual ke Pria Hidung Belang Via Online

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 12 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 12 Agustus 2022

Regional
Mayat Terbakar di Kupang, Posisi Tangan Menempel di Dahi dan Kaki Bersilang

Mayat Terbakar di Kupang, Posisi Tangan Menempel di Dahi dan Kaki Bersilang

Regional
Ganjar Mengaku Telah Mendengar Indikasi Penyelewengan Kekuasaan di Kabupaten Pemalang sejak Lama

Ganjar Mengaku Telah Mendengar Indikasi Penyelewengan Kekuasaan di Kabupaten Pemalang sejak Lama

Regional
Suami Korban Kasus Subang Kirim Surat Terbuka: Pak Jokowi, Bantu Polisi Ungkap Pembunuh Istri dan Anak Saya

Suami Korban Kasus Subang Kirim Surat Terbuka: Pak Jokowi, Bantu Polisi Ungkap Pembunuh Istri dan Anak Saya

Regional
Gara-gara Sepetak Sawah, Pria Ini Tewas di Tangan Tetangganya

Gara-gara Sepetak Sawah, Pria Ini Tewas di Tangan Tetangganya

Regional
Pelarian Pembunuh Guru TK di Lombok Barat, Kabur ke Bali hingga Jawa, Sempat Minta Bantuan Ustaz

Pelarian Pembunuh Guru TK di Lombok Barat, Kabur ke Bali hingga Jawa, Sempat Minta Bantuan Ustaz

Regional
Potong Dana Irigasi, Anggota DPRD Lampung Timur Masuk Bui

Potong Dana Irigasi, Anggota DPRD Lampung Timur Masuk Bui

Regional
Ganjar Perintahkan Wakil Bupati Pemalang Lanjutkan Pemerintahan Setelah Bupati MAW Kena OTT KPK

Ganjar Perintahkan Wakil Bupati Pemalang Lanjutkan Pemerintahan Setelah Bupati MAW Kena OTT KPK

Regional
Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Regional
Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah seperti Keluarga

Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah seperti Keluarga

Regional
Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspampresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspampresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Regional
Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Regional
Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.