Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil Provinsi Papua Selatan

Kompas.com - 02/07/2022, 16:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Provinsi Papua Selatan adalah sebuah daerah otonomi baru (DOB) di Pulau Papua, Indonesia.

Ibu kota Provinsi Papua Selatan adalah Merauke di Kabupaten Merauke.

Baca juga: Warga di Merauke Bentangkan Bendera Raksasa Sambut Pengesahan RUU Provinsi Papua Selatan

Provinsi Papua Selatan adalah salah satu daerah hasil pemekaran dari Provinsi Papua yang diresmikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah mengesahkan tiga rancangan undang-undang (RUU) pembentukan tiga provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua pada Kamis 30 Juni 2022.

Baca juga: Fakta Merauke, Kota Rusa dengan Bangunan Unik Mirip Markas The Avengers

Provinsi Papua Selatan meliputi wilayah administrasi Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, serta Kabupaten Boven Digoel.

Baca juga: Mengenal Suku Korowai di Papua Selatan, Hidup di Pohon, Menjunjung Tinggi Hak Ulayat

Luas wilayah Provinsi Papua Selatan adalah 131.493 kilometer persegi.

Batas wilayah Provinsi Papua Selatan adalah:

  • Utara: Kabupaten Nduga, Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang
  • Timur: Negara Papua Nugini
  • Selatan: Laut Arafura
  • Barat: Kabupaten Mimika dan Laut Aru

Suku di Provinsi Papua Selatan

Provinsi Papua Selatan mencakup wilayah adat Anim Ha yang merujuk pada Suku Marind.

Dilansir dari laman penghubung.papua.go.id, suku terbesar yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim yang terdiri dari tujuh marga besar yaitu:

  1. Gebze
  2. Kaize
  3. Samkakai
  4. Ndiken
  5. Mahuze
  6. Balagaize
  7. Basik-basik

Suku Marind Anim bermukim di selatan dari bagian bawah Sungai Digul, sebelah timur Pulau Yos Sudarso, dan bagian barat Sungai Maro (area kecil melewati Maro di bagian bawah, termasuk Merauke).

Suku Marind atau Malind memiliki kepercayaan terhadap dema, yaitu roh yang dipercaya bisa menjelma sebagai apa pun di alam ini, baik manusia, binatang, tumbuhan, atau batu.

Masyarakat Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam.

Masyarakat Marind Anim sangat terkenal dengan makanan khas yang berasal dari olahan sagu yang juga menjadi sumber makanan pokok.

Tanaman Sagu sangat menunjang kehidupan orang marind, sehingga mereka menganggap sagu sebagai ‘raja’ yang harus dihormati dan dipelihara.

Itulah sebabnya sagu kerap digunakan dalam ritual peradilan adat, musyawarah dan perkawinan.

Masyarakat Marind Anim terkenal pandai meracik makanan khas yang berasal dari olahan sagu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com