Para Pelaku yang Membunuh Pengusaha Papan Bunga Terancam Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 29/06/2022, 19:02 WIB

KOMPAS.com - Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, empat pelaku yang membunuh pengusaha bunga bernama Tarmizi (57), terancam hukuman seumur hidup.

Keempat pelaku yakni berinisil FK (21) alias CA, BG (22), AT (17), dan AD (18).

Doffie mengatakan, para pelaku ini dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

"Ancaman hukumannya penjara seumur hidup," kata Doffie di Mapolres Lampung Tengah, Rabu (29/6/2022).

Baca juga: Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga di Lampung Terungkap, Pelaku 4 Orang, Salah Satunya Kekasih Gelap

Pembunuhan otaki kekasih gelap

Doffie mengungkapkan, pembunuhan terhadap korban didalangi oleh kekasih gelapnya, yakni FK.

Masih kata Doffie, motif FK mendalangi pembunuhan terhadap korban karena sakit hati dan ingin menguasai harta korban.

Dari pemeriksaan sementara, sambungnya, FK ini dendam lantaran korban selalu ingkar janji.

Baca juga: Pengusaha Papan Bunga Dibunuh Pacar Gelap, lalu Mayatnya Dibuang

Menurut pengakuannya, ia sudah menjalin hubungan asmara selama delapan bulan dengan korban.

Kepada pelaku, korban berjanji akan membelikannya rumah, mobil, dan modal usaha.

"Karena merasa sakit hati, pelaku lalu berniat menguasai harta dan menghabisi nyawa korban," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pengusaha Papan Bunga yang Direncanakan Kekasih Gelap Korban

Kronologi kejadian

Para pelaku pembunuhan pengusaha papan bunga di Lampung yang telah ditangkap aparat Polres Lampung Tengah, Rabu (29/6/2022).KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Para pelaku pembunuhan pengusaha papan bunga di Lampung yang telah ditangkap aparat Polres Lampung Tengah, Rabu (29/6/2022).

Karena sakit hati korban selalu ingkar janji, pelaku FK lalu menceritakan niat membunuhnya kepada pacarnya BG, yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Lampung.

Setelah membuat rencana pembunuhan, BG kemudian mengajak adiknya, AT yang merupakan seorang pelajar. Kemudian, BG juga mengajak AD yang merupakan rekan AT.

Kemudian, sambung Doffie, FT membuat janji dengan korban untuk bertemu di sebuah penginapan di Bandar Lampung dengan tujuan hendak ke Pantai Sebalang, Lampung Selatan pada Selasa (21/6/2022) malam.

Dalam perjalanan ke Pantai Sebalang, mobil yang dikendarai korban dan pelaku FK singgah di Kecamatan Panjang untuk menjemput ketiga pelaku lainnya.

Baca juga: Bunuh Pengusaha Papan Bunga dan Jual Mobilnya, Pelaku Langsung Beli iPhone Tunai

Di lokasi itu, salah satu pelaku langsung mencekik leher korban. Namun korban hanya pingsan.

Mengetahui itu, para pelaku lalu menuju ke daerah Bekri, Lampung Tengah.

"Di lokasi ini, kepala korban dipukul menggunakan batu hingga tewas," ujarnya.

Baca juga: Motif Kekasih Gelap Pengusaha Papan Bunga di Lampung Bunuh Pacarnya

Peran pelaku

Doffie mengatakan, dalam kasus ini peran para pelaku hanya dua, yakni perencana dilakukan FK, dan eksekusi dilakukan oleh tiga pelaku yakni BG, AT, dan AD.

"Peran masing-masing pelaku yaitu yang menyuruh, yaitu FK dan yang memukuli hingga menguburkan korban bersama-sama," kata Doffie.

Kata Doffie, para pelaku ditangkap di hari yang berbeda yakni Senin dan Selasa (27-28 Juni 2022).

Baca juga: Dua Pelaku yang Aniaya Kurir Shopee Ditetapkan Tersangka, Terancam 5 Tahun Penjara

 

Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Reni Susanti, Gloria Steyvani Putri)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

Regional
Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Regional
Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Regional
Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Regional
10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

Regional
Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Regional
Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Regional
Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Regional
Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Regional
Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Regional
Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Regional
Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Regional
Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Regional
Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.