Begini Kronologi Meninggalnya Anggota Satpol PP Manado yang Berujung Penyerangan Kantor Pembiayaan Kredit Kendaraan

Kompas.com - 29/06/2022, 18:40 WIB

MANADO, Kompas.Com - Relly Pieter (50), anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Manado, dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di kawasan Pasar 45, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/06/2022).

Beredar kabar bahwa sebelum meninggal korban terlibat perselisihan dengan penagih atau debt colector yang hendak melakukan penarikan kendaraan roda dua milik rekannya. Rekannya yang berinisial M diketahui menunggal cicilan motor selama tiga bulan. 

Kemudian Relly tak sadarkan diri dan dibawa ke rumah Sakit Manado Medical Center (MMC) di Kawasan Paal Dua. Namun sampai di rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wenang, Kompol Hanny Lukas, saat dikonfirmasi  membenarkan adanya kejadian terkait meninggalnya salah satu anggota Satpol PP Kota Manado tersebut.

Namun, dari keterangan saksi kematian korban tidak terkait dengan aksi fisik debt colector.

"Debitur berinisial M, didatangi oleh debt colector saat bertugas di 45, akibat tunggakan pembayaran roda dua miliknya selama tiga bulan. Dan setelah dilakukan negosiasi, debitur bersama debt colector, kemudian berjalan beriringan menuju Kantor Pembiayaan untuk menyelesaikan urusan pembayaran," jelasnya. 

Baca juga: Viral, Video Anggota Satpol PP Manado Serang Kantor Pembiayaan Kredit Kendaraan

Sebelum tiba di kantor pembiayaan, Debitur M lagi-lagi melakukan negosiasi untuk kelonggaran waktu. Kemudian mereka didatangi debt colector lainnya yang menyampaikan jika ada anggota Satpol PP lainnya yang meninggal dunia di lokasi awal. 

"Jadi tidak seperti di bayangan orang, korban sebagai debitur dicegat dan dilakukan penarikan paksa kendaraannya hingga terjadi adu fisik antara keduanya" ungkapnya. 

Lukas menjelaskan jika pihaknya saat ini telah meminta keterangan sejumlah saksi. Di antaranya tiga orang rekan korban dari Satpol PP serta dari Debitur M. Berdasarkan keterangan para saksi tidak ada kejadian kontak fisik antara debt colector dengan korban.

Semantara itu, kematian Relly diduga menjadi penyulut penyerangan anggota Satpol PP ke kantor pembiayaan kredit kendaraan di wilayah Kelurahan Wanea. 

Baca juga: Anggotanya Serang Kantor Pembiayaan Kredit Kendaraan, Kasatpol PP Manado: Kami Tidak Tahu

Pada peristiwa tersebut terjadi aksi perusakan. Aksi itu dilakukan anggota Satpol PP saat mengantar jenazah Relly dari rumah sakit menuju rimah sakit, yang kebetulan melewati kantor pembiayaan kredit sepeda motor. 

Saat ini, baik penyelidikan terkait kematian korban di wilayah Polsek Wenang, maupun aksi perusakan kantor pembiayaan kredit kendaraan di Wilayah Polsek Wanea, telah diserahkan penanganan kasusnya ke Polresta Manado.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta 'Touring' di Kupang Sempat Hilang di Hutan, Diduga Tersesat

Peserta "Touring" di Kupang Sempat Hilang di Hutan, Diduga Tersesat

Regional
Dipanggil KPK sebagai Saksi, Begini Penjelasan Wakil Bupati Pemalang

Dipanggil KPK sebagai Saksi, Begini Penjelasan Wakil Bupati Pemalang

Regional
Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung Jadi Sorotan, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung Jadi Sorotan, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Regional
Cerita Pelanggan PDAM Nunukan, Pilih Antre di Loket untuk Hindari Biaya Admin Bank Rp 2.000

Cerita Pelanggan PDAM Nunukan, Pilih Antre di Loket untuk Hindari Biaya Admin Bank Rp 2.000

Regional
Bandar Togel Online di Mataram Beromzet Rp 4 Juta Per Hari Ditangkap

Bandar Togel Online di Mataram Beromzet Rp 4 Juta Per Hari Ditangkap

Regional
BI Solo Buka Konter Penukaran Uang Kertas Rupiah Emisi 2022 bagi Masyarakat di Balai Kota, Dibatasi Satu Paket Rp 200.000

BI Solo Buka Konter Penukaran Uang Kertas Rupiah Emisi 2022 bagi Masyarakat di Balai Kota, Dibatasi Satu Paket Rp 200.000

Regional
Cik Cik Periuk, Lagu Daerah Kalimantan Barat

Cik Cik Periuk, Lagu Daerah Kalimantan Barat

Regional
Cerita 2 Polisi di NTT Temukan Uang Rp 7,5 Juta di Jalan lalu Mengembalikan kepada Pemiliknya

Cerita 2 Polisi di NTT Temukan Uang Rp 7,5 Juta di Jalan lalu Mengembalikan kepada Pemiliknya

Regional
Polres Salatiga 'Patroli' Bendera Lusuh dan Robek, Langsung Diganti Baru

Polres Salatiga "Patroli" Bendera Lusuh dan Robek, Langsung Diganti Baru

Regional
Buat Laporan Palsu Dirampok karena Terlilit Utang, Seorang Ibu di Bengkulu Ditangkap

Buat Laporan Palsu Dirampok karena Terlilit Utang, Seorang Ibu di Bengkulu Ditangkap

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Agustus 2022

Regional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Lahan Makan Bong Mojo Solo

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Lahan Makan Bong Mojo Solo

Regional
Terancam 15 Tahun Penjara, Eks Pemimpin Khilafatul Muslimin Bandar Lampung yang Hina Jokowi Minta Maaf

Terancam 15 Tahun Penjara, Eks Pemimpin Khilafatul Muslimin Bandar Lampung yang Hina Jokowi Minta Maaf

Regional
Pengadilan Tinggi Palembang Potong Hukuman Dosen Cabul Unsri Jadi 4 Tahun

Pengadilan Tinggi Palembang Potong Hukuman Dosen Cabul Unsri Jadi 4 Tahun

Regional
Di Tangan Agus, Burung yang Biasa Dianggap Hama ini Bisa Laku Rp 10 Juta

Di Tangan Agus, Burung yang Biasa Dianggap Hama ini Bisa Laku Rp 10 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.