Harga Tiket ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Per Agustus, Pelaku Wisata: Kebijakan Itu Bisa Jadi Hantaman

Kompas.com - 29/06/2022, 10:47 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi NTT bersama Balai Taman Nasional Komodo, berencana menetapkan biaya ke Taman Nasional Komodo menjadi Rp 3,7 juta per orang, untuk periode satu tahun.

Rencananya, biaya tersebut diberlakukan mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta per 1 Agustus

Ditentang pelaku pariwisata

Kebijakan itu pun ditentang keras oleh sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

Dony Parera, pegiat pariwisata di Labuan Bajo mengatakan, kebijakan itu mestinya dikaji dengan baik. Masyarakat wajib dilibatkan dan didengar karena termasuk stakeholder.

"Kita baru saja bangkit dari keterpurukan usaha akibat pandemi, termasuk bisnis pariwisata yang libatkan paling banyak orang dan profesi. Kebijakan ini bisa jadi adalah hantaman berikut setelah pandemi yang belum benar-benar usai," kata Dony kepada Kompas.com, Rabu (29/6/2022) pagi.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Tolak Kenaikan Harga Tiket dan Pembatasan Pengunjung Taman Nasional Komodo

Menurut dia, jika kebijakan itu diambil dengan maksud untuk menjaga kawasan konservasi dan membatasi jumlah pengunjung, maka seharusnya penerapannya dilakukan dengan konsisten.

Bukan hanya berlaku di Pulau Komodo dan Padar, tetapi juga diterapkan di Pulau Rinca, dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Baca juga: Kronologi Kapal Pengangkut 18 Wisatawan Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo, 1 Orang Tewas

Mayoritas bergantung ke sektor wisata

Salah satu yang harus dikaji dengan baik adalah efek kepada masyarakat dalam kawasan dan kelestarian kawasan itu sendiri.

Apalagi, mayoritas penduduk Pulau Komodo saat ini bergantung dari sektor pariwisata, yang artinya sangat bergantung pada kedatangan pengunjung.

"Jika pengunjung dibatasi dengan filter harga seperti yang akan berlaku, tidak ada pilihan lain bagi warga dalam kawasan, kembali berprofesi sebagai nelayan. Artinya, kembali terjadi tekanan ke laut, dan membahayakan konservasi laut. Kita ketahui, ekosistem laut dan darat dalam kawasan TNK, saling menunjang. Kerusakan dari salah satu ekosistem adalah ancaman bagi keseluruhan," ungkap dia.

Baca juga: Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo, 1 Orang Meninggal dan 1 Masih Dicari

Berkaca saat puncak pandemi, warga yang bertahan hidup dengan kembali jadi nelayan, cenderung menangkap dengan cara yang tidak ramah lingkungan, merusak karang yang bertentangan dengan konservasi.

Hal itu disebabkan karena peralatan kerja sebagai nelayan telah lama mereka jual, seperti bagan ikan, jala, dan lain sebagainya.

"Kebijakan ini bisa bertolak belakang dengan tujuan penerapannya, untuk konservasi," tegas Dony.

Baca juga: Kunjungan Wisata Pengaruhi Perilaku dan Berat Badan Komodo

Dia melanjutkan, pegiat bisnis pariwisata harus lebih kreatif untuk mengatasi kebijakan itu.

Karena satwa Komodo juga ada di Flores daratan, seperti di suaka alam Wae Wuul, Kampung Nisar, Pulau Longos, Pota bahkan sampai Riung.

"Bisa kemas paket perjalanan, agar yang ingin melihat Satwa Purba di alam liar tetap terwujud, bisnis tetap berjalan, dan harga masih sangat terjangkau," imbuh Dony.

Baca juga: Satu Wisatawan yang Tenggelam di Perairan Taman Nasional Komodo Ditemukan

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berencana menetapkan biaya ke kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK), menjadi Rp 3,75 juta per orang untuk periode satu tahun, mulai 1 Agustus 2022.

"Dengan mempertimbangkan biaya konservasi, (biaya) Rp 3,75 juta per orang untuk periode satu tahun, dan untuk kuota kunjungan ke TNK akan dibatasi 200.000 orang per tahun," kata Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi TN Komodo Carolina Noge di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Carolina menambahkan, biaya tersebut rencananya diterapkan secara kolektif tersistem, Rp 15 juta per empat orang per tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Regional
Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Regional
Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Regional
Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Regional
WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

Regional
Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Regional
Aniaya ASN di NTT, 5 Warga Ditetapkan Tersangka

Aniaya ASN di NTT, 5 Warga Ditetapkan Tersangka

Regional
Profil Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh

Profil Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh

Regional
Markas Judi Online Berkedok Warung di Medan Digerebek,  Pelayan hingga Sekuriti Diperiksa

Markas Judi Online Berkedok Warung di Medan Digerebek, Pelayan hingga Sekuriti Diperiksa

Regional
Kunjungan Kerja ke Balikpapan, 2 Anggota DPRD Bontang Alami Kecelakaan di Tol Balsam

Kunjungan Kerja ke Balikpapan, 2 Anggota DPRD Bontang Alami Kecelakaan di Tol Balsam

Regional
Ferdy Sambo Tersangka, Bibi Brigadir J: Puji Tuhan Yosua Gugur Terhormat dan Bukan Pelaku Pelecehan Seksual

Ferdy Sambo Tersangka, Bibi Brigadir J: Puji Tuhan Yosua Gugur Terhormat dan Bukan Pelaku Pelecehan Seksual

Regional
Waktu Kunjungan Wisatawan di Pulau Komodo Rata-rata Hanya 2 Jam, Astindo: Tak Ganggu Ekosistem

Waktu Kunjungan Wisatawan di Pulau Komodo Rata-rata Hanya 2 Jam, Astindo: Tak Ganggu Ekosistem

Regional
5.000 Dosis Vaksin Disediakan Saat Konser Dream Theater di Solo

5.000 Dosis Vaksin Disediakan Saat Konser Dream Theater di Solo

Regional
Dream Theater Undang Presiden Jokowi Nonton Konsernya

Dream Theater Undang Presiden Jokowi Nonton Konsernya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.