Mengapa Masalah Ekonomi Keluarga Sering Picu Terjadinya Kasus KDRT?

Kompas.com - 29/06/2022, 04:51 WIB

KOMPAS.com -  Berdasar catatan hingga Maret 2022, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat angka kekerasan di ranah personal mencapai 2.527 kasus.

Lalu, kekerasan yang terjadi di publik atau komunitas ada 1.273 kasus dan di ranah negara 38 kasus.

Baca juga: Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Kekerasan di ranah personal itu antara lain kasus kekerasan oleh mantan pacar tercatat 813 kasus (32,2%).

Setelah itu, kekerasan terhadap istri 771 kasus, kekerasan dalam Pacaran 463 kasus, dan Kekerasan Terhadap Anak.

Baca juga: Berawal Cekcok Masalah Penghasilan, Istri di Tulungagung Tewas di Tangan Suami, Ini Kronologinya

Faktor ekonomi picu KDRT

Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) RI menyatakan, banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi karena faktor ekonomi.

Menurut Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Rumah Tangga dan Rentan KemenPPPA, Valentina Gintings, angka kasusnya juga cenderung meningkat saat pandemi Covid-19.

“Kebanyakan kasus KDRT terjadi karena faktor ekonomi. Apalagi di masa pandemi ini tren kasus dan angka laporan KDRT meningkat drastis," ujar Valentina dikutip dari artikel Kompas.com, Sabtu (19/2/2022), 

 

Kenali sumber kekerasan

Ilustrasi kekerasan berbasis gender masih banyak terjadi pada pekerja bisnis kecantikanFreepik/ pikisuperstar Ilustrasi kekerasan berbasis gender masih banyak terjadi pada pekerja bisnis kecantikan

Sementara itu, menurut pakar psikolog klinis asal RSUD Siti Fatimah Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Syarkoni, M. Psi., salah satu sumber kekerasan dalam kehidupan rumah tangga adalah masalah ekonomi keluarga.

Cekcok soal masalah ini, kata Syarkoni, berpotensi memicu emosi yang akhirnya berujung tindak kekerasan.

Untuk itu, membangun kesepahaman antara pasangan suami istri dalam menghadapi setiap masalah sangat penting dilakukan.

"Hal inilah menjadi sumber konflik atau pertengkaran, yang berdampak pada munculnya reaksi emosional, sensitif emosional, tersinggung, marah dan merendahkan atau menyakiti harga diri dari salah satu pasangan," katanya kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

Selain itu, katanya, stres berkepanjangan karena banyaknya masalah juga berpotensi membuat seseorang yang dihadapi juga bisa memicu konflik.

Antisipasi sejak dini bisa dilakukan oleh pasangan suami istri dengan manjalin komunikasi dan selalu mencoba memahami dulu daripada ingin dipahami.

"Hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh salah satu pasangan adalah memberikan dukungan, semangat, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada pasangannya dalam bekerja agar mendapatkan kemudahan, dan kelapangan rejeki," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Mayat yang Ditemukan di Jalan Sriwijaya Ternyata Korban Tabrak Lari, Pelakunya Pengacara

Regional
Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah Seperti Keluarga

Cerita Warga Pulau Kaleroang Morowali Tangisi Mahasiswa KKN yang Pulang, Sudah Seperti Keluarga

Regional
Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspamresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Gibran: Saya Tidak Terima Warga Saya Digituin, Paspamresnya Juga Tidak Mengawal Siapa-siapa

Regional
Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Regional
Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Regional
Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Regional
Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Regional
Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Regional
Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: 'Aku Isin Banget'

Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: "Aku Isin Banget"

Regional
Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Regional
Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Regional
Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Regional
Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Regional
Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.