Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kompas.com - 06/05/2022, 14:31 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua Ribka Haluk mengatakan, pihaknya akan membuka kantor perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Paniai.

Pembukaan kantor layanan di Paniai itu, kata dia, untuk mengejar angka perekaman e-KTP di wilayah Meepago yang mencakup Kabupaten Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya.

“Saya kirim kepala bidang (kabid) untuk kejar angka perekaman e-KTP di sana. Kurang lebih sudah enam bulan dia (kabid) berkantor di Paniai,” ujar Ribka dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/5/2022).

Ia menjelaskan, angka perekaman e-KTP di Kabupaten Paniai mencapai 6,12 persen.

Baca juga: Dukcapil Siapkan KTP Digital, Apa Bedanya dengan E-KTP?

Kemudian, sebut Ribka, angka perekaman e-KTP di Intan Jaya sebesar 8,74 persen dan Yahukimo sebesar 7,09 persen.

"Daerah-daerah ini yang memang agak susah dijangkau karena sulitnya penerbangan, masalah keamanan, dan lainnya. Jadi di wilayah Lapago dan Meepago ini yang masih kami kejar terus," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebutkan, angka perekaman e-KTP di 29 kabupaten dan kota di wilayahnya baru mencapai 45,03 persen.

"Dari total wajib e-KTP di Papua sebanyak 3.329.605 orang. Terdapat 1.499.170 orang di antaranya sudah melakukan perekaman," ujar Ribka di Jayapura, Selasa.

Baca juga: Apa Itu E-KTP?

Meski terkendala berbagai faktor di beberapa wilayah di pegunungan, ia tetap mengimbau seluruh kabupaten dan kota untuk lebih aktif mendorong masyarakat melakukan perekaman e-KTP.

Pasalnya, perekaman e-KTP tersebut berkaitan dengan berbagai layanan pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com