Kompas.com - 28/06/2022, 05:30 WIB


SEMARANG, KOMPAS.com- Grup idol asal Korea Selatan, Bangtan Sonyeondan/ Bulletproof Boy Scouts atau sering disebut BTS, memiliki jutaan penggemar yang tersebar di seluruh dunia.

Pasalnya, grup yang beranggotakan 7 orang ini telah banyak meraih prestasi hingga kancah global.

Tentunya para Army, sebutan untuk fans BTS, turut berbangga atas prestasi yang diraih idolanya. Terlepas dari hal itu, BTS memiliki keidentikan dalam menyuarakan isu kesehatan mental.

Baca juga: Cerita Army Berburu BTS Meal di McD, Tunggu 1 Jam hingga Aplikasi Error

Hal tersebut dibuktikan dengan karya-karya lagu yang diciptakan, seperti Love Youself, No More Dream, Magic Shop, Awake, Life Goes On, dan masih banyak lagi.

Salah satu Army Semarang, Nana, membagikan ceritanya tentang bagaimana dia bangkit dari keterpurukan dengan mendengarkan lagu-lagu ciptaan BTS.

Menurut Nana,  ada banyak lagu BTS yang sangat berkaitan menjawab kehidupannya.

Salah satunya, ketika Nana duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu, dirinya sedang terjebak dalam kisah asmara yang tak berujung indah.

“Waktu SMP pertama kali dengerin lagu BTS dan keresahanku dijawab sama mereka,” tutur Nana kepada Kompas.com, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Mengenal BTS Meal yang Diburu Army di Gerai McD, Disebut Menu Kesukaan Anggota BTS, Ada Nugget hingga Saus Cajun

Selain itu, Nana menambahkan, keterpurukan lain yang dialami yaitu ketika dirinya tidak bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Kota Semarang.

Merasa gagal, bersalah dan putus asa dia alami saat itu. Namun, dengan memutar lagu-lagu BTS, Nana bisa semangat kembali. Tidak hanya lirik yang dalam, menurut Nana, lagu BTS memiliki nada dan irama hip-hop Kpop yang bisa membangkitkan semangat.

“Di lagunya, mereka bilang kalau pendidikan bukan lah tingkat tertinggi meraih kesuksesan. Jadi dua kali mengalami keterpurukan di percintaan dan pendidikan itu kayak ditemenin mereka,” jelas Nana.

Tidak berhenti di situ, satu hal lain yang Nana alami yaitu saat dirinya sedang ada di fase quarter life crisis tentang pekerjaan.

Menurut Nana, masyarakat Indonesia saat ini kerap medobrakkan kesuksesan anak muda dengan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Melewati masa sulit itu, Nana kembali menemukan lagu yang dibawakan BTS dengan lirik yang relatable.

“Nah BTS juga bilang kalau kita tidak perlu memenuhi standat masyarakat, “Aku akan membuat impianku sendiri”. Denger lirik itu tadi seperti, wah ternyata ada yang mengerti perasaanku,” ucap Nana.

Nana mengaku, BTS menjadi salah satu energi positif bagi dirinya karena telah banyak membantu membangkitkan semangat di kehidupannya. Dirinya akan sangat berterima kasih dengan BTS atas karya-karya yang diciptakan.

“Nanti kalau mereka sudah comeback, pasti akan nonton konsernya,” ujar Nana.

Baca juga: Drive-Thru BTS Meal di Jogja Pakai Sepeda, ARMY: Hanya 10 Menit Antre, Isi Menunya Nothing Special Sih...

Hal serupa juga diungkapkan oleh sekumpulan Army yang tergabung dalam komunitas ArmySemarang.co.

Kompak berbaju hitam, bergaya ala Korea, dengan semangat mereka berbagi cerita tentang kisah hidupnya yang termotivasi dengan hadirnya BTS.

Ketua ArmySemarang.co, Tri, mengatakan, BTS tentu memiliki banyak peran untuk kehidupan para Army, khususnya di Kota Semarang.

Tidak hanya membantu dalam kesehatan mental, BTS telah membantu dirinya untuk selalu bersemangat menjalani hidup.

“Mungkin ada sebgaian orang yang suka BTS dari mental health-nya, tapi saya lebih termotivasi dari perjalanan hidupnya,” ucap Tri kepada Kompas.com, Minggu (26/6/2022) malam.

Tri mengambil contoh dalam kilas balik perjalanan BTS yang terlahir dari agensi kecil.
Dulunya, BTS belum dikenal banyak orang karena persaingan antar fandom KPop yang menyebar.

Namun dengan semangat juang 7 member BTS, 9 tahun berjalan akhirnya bisa menjadi besar seperti saat ini.

“TIdak semua orang punya perjalanan yang mulus. BTS itu dulunya bukan siap-siapa, tidak dikenal siapa-siapa, tapi mereka bisa seperti sekarang dengan proses yang panjang. Mereka bisa, mengapa kita tidak bisa?” jelas Tri.

Sementara itu, admin ArmySemarang.co, Galuh mengatakan, dirinya juga bisa menemukan diri sendiri karena dibantu oleh karya-karya BTS.

Diceritakan oleh Galuh, dulunya, dirinya sangat tertutup dengan lingkungan sosial.

Sangat sulit bagi dirinya untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang baru, bahkan bertukar sapa sekalipun.

Namun dengan lagu-lagu BTS dan bertemu dengan anggota ArmySemarang.co, Galuh berhasil membawa dirinya untuk berinteraksi di luar rumah.

“Dulu saya tidak suka ketemu orang. Tapi melihat saya ada kemajuan bersosial, jadi di-support untuk bergabung ke ArmySemarang.co. Lebih mencintai diri sendiri juga,” tutur Galuh.

Bagi sebagian orang, imbuh Galuh, mungkin tidak akan nyambung jika mendengar cerita dari Kpopers, bahkan Army seperti dirinya.

Tidak sedikit dari anggota ArmySemarang.co yang mendapat stigma negatif lantaran dianggap menghabiskan waktu, menghamburkan uang, bahkan dianggap terlalu fanatik.

Adanya stigma negatif tersebut, Galuh menganggap tidak perlu diambil hati.

“Mereka bilang begitu karena tidak merasakan apa yang kita rasakan. Yang penting dengan itu, kita bisa senang dan merasa lebih aman,” ucap Galuh.


Terapi melalui musik


Tidak bisa dipungkiri, kesehatan mental dengan musik memiliki keterkaitan yang relevan bagi kehidupan.

Psikolog Rumah Sakit Elisabeth Semarang, Probowatie, menuturkan, musik bisa menjadi salah satu bentuk relaksasi dalam terapi emosi. Terlebih dalam menyelesaikan masalah keputusasaan.

“Masalah hopeless itu permainan rasa kita. Tiap orang bisa mempersepsikan sesuatu sesuai dengan pengalaman kita. Karena dengan irama dan debit lagu itu, mereka jadi happy dan cocok dengan lagu itu,” ucap Probowatie kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Baca juga: BTS Meal Diburu Para Army, Apa Sih Spesialnya?

Probowatie juga menuturkan, tiap individu perlu bagi membedakan antara hiburan dan relaksasi (healing). Jika dengan mendengarkan musik namun belum merasa senang, maka itu hanya hiburan. Sedangkan jika menyebabkan relaks, maka itulah healing sebenarnya.

Tidak hanya itu, lebih jelas Probowatie mengatakan, selain musik, lirik lagu juga bisa menjadi salah satu bagian dari relaksasi.

“Itu bagaimana kita memaknai. Jika hal itu sesuai dengan kebutuhan, akan berpengaruh. Kalau tidak sesuai dengan kebutuhan, maka tidak akan berpengaruh,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Regional
Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Regional
Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Regional
Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: 'Aku Isin Banget'

Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: "Aku Isin Banget"

Regional
Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Regional
Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Regional
Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Regional
Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Regional
Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Regional
Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Regional
Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Regional
Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Regional
Diduga Cemburu Baca 'Chat' di Ponsel Suami, Wanita Ini Nekat Lukai Lehernya Sendiri

Diduga Cemburu Baca "Chat" di Ponsel Suami, Wanita Ini Nekat Lukai Lehernya Sendiri

Regional
Polisi dan Anggota TNI Bongkar 10 Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Polisi dan Anggota TNI Bongkar 10 Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Regional
Direktur RSUD Nunukan Ditipu Buruh Bangunan Rp 80 Juta, Ketahuan karena Nota Pembelian

Direktur RSUD Nunukan Ditipu Buruh Bangunan Rp 80 Juta, Ketahuan karena Nota Pembelian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.