"Saat Ditemukan, Anak-anak yang Diduga Disekap Itu Menangis di Atas Tempat Tidur"

Kompas.com - 25/06/2022, 16:44 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Tiga orang anak di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan ditemukan dalam kondisi lemas, menangis, dan pucat di dalam rumahnya sendiri karena diduga disekap oleh orang tuanya.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Balikpapan, Esti Santi Pratiwi mangatakan, sebelumnya [ihaknya menerima laporan warga yang curiga dengan penyewa rumah di RT 028 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara tersebut.

Baca juga: 3 Anak di Balikpapan Disekap Orangtua Dalam Rumah, Saat Ditemukan Sudah Pucat

Saat didatangi, petugas mendapati rumah dalam keadaan terkunci dan jendela ditutup kain gelap.

Petugas lalu dibantu Ketua RT menghubungi pemilik rumah yang menyewakan kepada penghuni saat ini.

Pemilik rumah lalu membukakan pintu dengan kunci cadangan dan petugas menemukan tiga anak berusia 6, 10, dan 14 tahun.

"Begitu kita berhasil masuk, anak-anak (yang diduga disekap) itu menangis posisinya di atas tempat tidur tiga anak itu. Jadi memang tidak ada celah masuk,” jelasnya saat ditemui di kantornya pada Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Terungkap, Motif Orangtua di Balikpapan Sekap 3 Anak Dalam Rumah Hampir Setahun

Ayah diperiksa

Masyarakat kemudian meminta petugas membawa ketiga anak tersebut untuk dibawa dan mendapatkan pendampingan.

Ketiga anak dan ayahnya kemudian diperiksa oleh petugas di kantor UPTD PPA Balikpapan.

Dia menjelaskan bahwa anak-anak memiliki 31 hak, mulai dari makan, tumbuh kembang, hingga bermain.

"Oleh karena itu, kami bawa ketiganya dan disaksikan oleh bapak anak itu juga hadir di situ. Kemudian kami bawa ke Polres untuk berkoordinasi agar semuanya tahu,” ujar dia.

Baca juga: Ini Hasil Investigasi KNKT Soal Kecelakan Maut di Simpang Muara Rapak Balikpapan yang Tewaskan 5 Orang

 

Ilustrasi penyiksaan anakFreepik/jiboom Ilustrasi penyiksaan anak
Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa ayah dan ibu anak-anak itu sedang pisah ranjang.

Setiap hari ayah bekerja di toko bangunan, sedangkan ibunya di tempat laundry, sehingga ketiga anaknya tidak ada yang mengurus.

Setelah peristiwa itu ramai diperbincangkan, ibunya pun tahu dan segera mendatangi kantor UPTD PPA Balikpapan untuk mengambil ketiga anaknya.

Namun petugas tidak mengizinkan karena masih harus melakukan pemeriksaan terhadap ketiga anak itu.

"Nah, tadi ibunya datang ingin mengambil anaknya, nah saya bilang tidak bisa. Untuk sementara ini kami akan asesmen, kami dalami dan kami akan periksa kondisi Kesehatan anak itu seperti apa,” tutur dia.

Baca juga: Harga Cabai, Bawang Merah, dan Ayam Potong di Balikpapan Naik Drastis

Alasan ibu kurung anak

Saat ditanya petugas terkait alasan mengunci anak di rumah, sang ibu beralasan masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Jadi, ibunya tadi datang alasannya pandemi, enggak boleh keluar, terus di samping rumah itu banyak anak laki-laki. Terus ada banyak mobil, jadi untuk amannya ya di kurung. Itu menurut ibunya tadi seperti itu,” terang Esti.

Ibu itu juga ditanya terkait kondisi anaknya yang pucat.

“Tadi ibunya ngomong karena anaknya putih, nah putih itu beda dengan pucat karena tidak kena sinar matahari. Terus, anak nomor 1 dan 2 itu hanya diam saja, kalau yang kecil itu nangis dan masih bisa ngobrol. Jadi, kami lakukan pendampingan terlebih dahulu,” ungkap dia.

Baca juga: 7 Ekor Ular Piton Muncul di Saluran Air Pasar Pandansari Balikpapan, Ahli Ungkap Pemicunya

Ia pun belum bisa memastikan kapan akan mengembalikan kepada orangtuanya, sebab dikhawatirkan hal serupa akan terjadi lagi.

“Mereka (keluarganya) juga tanya sampai kapan di sini, ya kami pasti akan kembalikan, cuma kami tidak akan kembalikan ke ibunya, kami cari pihak keluarganya yang mau bertanggung jawab. Nanti kami panggil, bikin surat pernyataan dan jangan sampai hal ini terulang Kembali. Kalau nanti sama ibunya akan kayak gitu lagi ya sama saja bohong,” ujar dia.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Balikpapan yang Wajib Dikunjungi

 

ilustrasi anakUnsplash/Annie Spratt ilustrasi anak
Curiga tak pernah sekolah

Ketua RT 028, Alpirawan mengakui dirinya turut melaporkan kecurigaan ini ke kelurahan.

Warga curiga karena ketiga anak tersebut tidak pernah terlihat bermain di area kompleks dan tidak pernah masuk sekolah.

"Dari setahun lalu si anak pertama itu enggak pernah turun sekolah. Jadi, pihak sekolah datanglah nyariin ke RT, kok anak ini enggak pernah masuk sekolah," kata Alpirawan pada Kamis (23/6/2022) malam.

Baca juga: Casis Bintara Polri di Balikpapan Meninggal Usai Motornya Tabrakan dengan Truk Pengangkut Elpiji

Orangtua anak itu memang pernah mengatakan ketiga putrinya berada di Jawa untuk sekolah, sehingga warga sempat percaya.

Namun, Alpirawan merasa janggal dan berusaha melaporkan kecurigaan itu kepada pihak berwajib.

"Rupanya selain saya, sudah ada warga lain juga yang melapor hal yang sama. Akhirnya ramai-ramai datang ke sini bersama polisi, TNI, PPA, Kelurahan, lengkap semuanya," tutur dia.

Baca juga: Hujan Deras Melanda, Jalan Tol Balikpapan Kebanjiran, Pengelola Siagakan Petugas

Gemetar dan pucat

Alpirawan turut menyaksikan saat petugas membongkar rumah dan menemukan ketiga anak perempuan itu.

Ketiganya dalam kondisi telungkup dengan badan yang gemetar dan dengan wajah pucat.

Dia memastikan ketiganya tidak dalam kondisi terikat atau mulutnya disumpal.

"Enggak ada yang sampai diikat atau disumpal. Cuma wajahnya pucat semua karena enggak pernah kena sinar matahari," ungkap dia.

Menurutnya, orangtua ketiga anak tersebut sudah berpisah. Sang suami diduga takut dengan sang istri hingga akhirnya sempat tidur di luar.

"Suami istri ini sudah pisah ranjang. Suaminya takut juga sama istrinya, sudah beberapa waktu lalu ini suaminya tidur di luar," tambah dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Balikpapan, Ahmad Riyadi | Editor : Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Hari Kemerdekaan, KAI Berikan Tarif Khusus, Harga Mulai Rp 17.000

Sambut Hari Kemerdekaan, KAI Berikan Tarif Khusus, Harga Mulai Rp 17.000

Regional
Mengenal Bentang Alam Pulau Sumatera, dari Gunung hingga Sungai

Mengenal Bentang Alam Pulau Sumatera, dari Gunung hingga Sungai

Regional
Gelorakan Cinta NKRI di Poso, Satgas Madago Raya Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga

Gelorakan Cinta NKRI di Poso, Satgas Madago Raya Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga

Regional
Rangkaian Kegiatan Kemerdekaan RI dan HKJB di Bandung, Ada Bazar Bayar dengan Sampah

Rangkaian Kegiatan Kemerdekaan RI dan HKJB di Bandung, Ada Bazar Bayar dengan Sampah

Regional
Jalur Kereta Api Konsep 'Landed', Kota Makassar Terancam Banjir Lebih Besar

Jalur Kereta Api Konsep "Landed", Kota Makassar Terancam Banjir Lebih Besar

Regional
Desy Ratnasari Ungkap Capres yang Masuk Radar PAN Jabar, dari Anies hingga Ganjar Pranowo

Desy Ratnasari Ungkap Capres yang Masuk Radar PAN Jabar, dari Anies hingga Ganjar Pranowo

Regional
Jalan Berbelok, Mobil Pikap yang Tewaskan 8 Orang di Ciamis Melaju Lurus dan Masuk Jurang

Jalan Berbelok, Mobil Pikap yang Tewaskan 8 Orang di Ciamis Melaju Lurus dan Masuk Jurang

Regional
Kisah Warga Semarang Buat Program Menabung Belatung, Hasilnya Menjanjikan

Kisah Warga Semarang Buat Program Menabung Belatung, Hasilnya Menjanjikan

Regional
Beli HP Rp 3,3 Juta dengan Uang Palsu, Jamiludin diringkus Polisi

Beli HP Rp 3,3 Juta dengan Uang Palsu, Jamiludin diringkus Polisi

Regional
Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Saat Hujan Disertai Angin Kencang di Pematangsiantar

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Saat Hujan Disertai Angin Kencang di Pematangsiantar

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan oleh Anjing Pemburu Diduga Dibunuh Suami, Korban Sempat Dianiaya

Mayat Perempuan Ditemukan oleh Anjing Pemburu Diduga Dibunuh Suami, Korban Sempat Dianiaya

Regional
Jual Solar Subsidi, Pengelola SPBU di Ketapang Ditangkap, Pembeli Akhirnya Ternyata Penambang Emas Ilegal

Jual Solar Subsidi, Pengelola SPBU di Ketapang Ditangkap, Pembeli Akhirnya Ternyata Penambang Emas Ilegal

Regional
Divonis 3,5 Tahun Penjara, Eks Pejabat Bea Cukai Soetta Ajukan Banding

Divonis 3,5 Tahun Penjara, Eks Pejabat Bea Cukai Soetta Ajukan Banding

Regional
Profil Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat

Profil Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat

Regional
Polisi Buru Suami yang Diduga Bunuh Istri dan Kubur Jasadnya di Hutan

Polisi Buru Suami yang Diduga Bunuh Istri dan Kubur Jasadnya di Hutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.