Korupsi Dana Desa, Mantan Kades dan Bendahara di Maluku Tengah Dijebloskan ke Penjara

Kompas.com - 25/06/2022, 11:15 WIB

AMBON,KOMPAS.com - Mantan kepala desa (kades) dan bendaharanya di Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi.

Kedua pelaku korupsi dana desa dan alokasi dana desa (ADD) tersebut ditahan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Baca juga: Korupsi Tanah Kas Desa Rp 1,2 M, Mantan Kades Cabean-Madiun Dihukum 6 Tahun Penjara

Dua pelaku, HRL yang merupakan mantan kepala desa serta JS ditahan setelah menjalani pemeriksaan dan melengkapi administrasi, Jumat sore (24/6/2022).

"Jumat kemarin telah dilakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi ADD Tulehu yakni mantan raja (kepala desa)Tulehu HRL dan mantan bendahara desa, JS," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (25/6/2022).

HRL ditahan berdasarkan surat perintah penahanan dari Kepala Kejaksaan Negeri Ambon nomor 028/Q.1.10/Ft.1/06/2022 tanggal 24 Juni 2022.

Sedangkan JS ditahan berdasarkan surat perintah penahanan nomor 030/Q.1.10/Ft.1/06/2022 tanggal 24 Juni 2022.

"Kedua tersangka ini ditahan di Rutan Kelas II A Ambon," sebutnya.

Wahyudi menjelaskan, penahanan kedua tersangka dilakukan agar proses hukum lanjutan dapat berjalan lancar, serta menghindari adanya upaya kedua tersangka untuk menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

"Jadi pertimbangan penahanan kedua tersangka ini sudah dilakukan sesuai aturan," katanya.

Menurut Wahyudi kedua tersangka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola ADD desa Tulehu tahun 2018-2019. Dari hasil audit yang dilakukan, perbuatan kedua tersangka menyebabkan kerugian sebesar Rp 750 juta.

"Kerugian akibat kasus ini mencapai Rp 750 juta," katanya.

Baca juga: Korupsi Dana Desa Bermodus Pembelian Tanah Fiktif, Pj Kades di Aceh Ditangkap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Sehari Usai Dilantik Bupati Pemalang, Sekda Juga Ikut Ditangkap KPK, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Regional
Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Arisan Bodong Ibu Muda di Ciamis Tipu 24 Orang, Korban Rugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Dana Insentif Nakes Padang untuk Perawatan Pasien Covid-19 Belum Cair Sejak Januari 2022

Regional
Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Ayah Brigadir J: Seandainya Anak Saya Salah, Apa Harus Disiksa Seperti Itu?

Regional
Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Regional
Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Kain Tenun Donggala: Latar Belakang, Motif, dan Warna

Regional
Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: 'Aku Isin Banget'

Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: "Aku Isin Banget"

Regional
Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Regional
Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Regional
Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Regional
Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Regional
Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Regional
Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Regional
Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Regional
Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.