Curhat Buruh Pabrik di Pelabuhan Semarang, Sudah Habis 5 Motor dan Sering Sakit gara-gara Rob

Kompas.com - 22/06/2022, 13:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Puji (39), seorang buruh pabrik di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, terpaksa bekerja dengan perasaan waswas.

Bagaimana tidak, setiap hari dia selalu dihantui banjir rob yang bisa datang kapan saja. Dia sudah bekerja di kawasan pelabuhan selama 12 tahun.

Sudah 3 sepeda motor menjadi rongsokan akibat ganasnya air rob.

Terakhir, 23 Mei yang lalu, tanggul di pelabuhan jebol dan sepeda motornya rusak sampai sekarang. 

Baca juga: Jokowi Kunjungi Titik Nol dan Mendegar Penjelasan soal Progres Pembangunan IKN

"Sepeda motor saya ambil tiga hari setelah rob agak surut," kata Puji kepada Kompas.com, pada Rabu (22/6/2022). 

Sampai saat ini, Puji terpaksa jalan kaki untuk bekerja. Jika mempunyai rezeki berlebih, dia baru bisa memanfaatkan layanan ojek online (ojol) untuk pulang pergi kerja. 

"Mau gimana lagi, sampai sekarang sepeda motor saya belum jadi," ucap Puji. 

Biaya untuk servis sepeda motornya tak sedikit.

Lebih kurang dia membutuhkan Rp 2.500.000 untuk biaya memperbaiki sepeda motor miliknya yang berjenis matik. 

"Jadi gaji saya habis untuk biaya servis. Bingung," keluh dia.

Karena desakan ekonomi, Puji terpaksa bekerja dengan waswas. Masih terngiang-ngiang banjir rob yang terjadi di pelabuhan ketika tanggul jebol.

 

"Saat itu air langsung 1 meter. Kami berlari tak sempat ambil sepeda motor," imbuh dia. 

Selain kerugian materi, Puji juga sering sakit-sakitan karena hampir setiap hari air rob menggenangi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

"Kemarin saja saya habis pingsan karena mauk angin," imbuh dia. 

Hal yang sama dikatakan Karmanto. Sudah 13 tahun menjadi pekerja sebuah pabrik yang berada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

Baca juga: Sabuk Pantai di Kawasan Rob Semarang Segera Dibangun, Target Dua Tahun Selesai

Jika dia hitung, sudah 5 sepeda motor rusak selama bekerja di pelabuhan karena sering terkena air rob. 

"Karatan semua, saya sudah habis lima motor sekarang jadi rongsokan semua," kata dia. 

Terakhir, Karmanto juga terpaksa mengeluarkan lebih dari Rp 2.500.000 untuk memperbaiki sepeda motornya setelah tiga hari tenggelam oleh air rob di pelabuhan.

"Itu bisa lebih sebenarnya. Itu terakhir saya servis saat 23 Mei yang lalu saat jebol. Sekarang tenggelam lagi kemarin 20 Juni," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Zulkarnaen Panjat Tiang 15 Meter demi Ambil Tali yang Terlepas, Bendera Merah Putih Sempat Terbalik

Detik-detik Zulkarnaen Panjat Tiang 15 Meter demi Ambil Tali yang Terlepas, Bendera Merah Putih Sempat Terbalik

Regional
Ketika Emak-emak Parade Busana Nusantara di Hari Kemerdekaan Indonesia...

Ketika Emak-emak Parade Busana Nusantara di Hari Kemerdekaan Indonesia...

Regional
Pantai Papuma: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Pantai Papuma: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
“Korea Selatan Terkenal dengan Ginseng, Indonesia Ada Jahe Merah”

“Korea Selatan Terkenal dengan Ginseng, Indonesia Ada Jahe Merah”

Regional
Kabur Usai Bacok Mertua hingga Sekarat, Pria di Alor Ditangkap

Kabur Usai Bacok Mertua hingga Sekarat, Pria di Alor Ditangkap

Regional
Tali Bendera Lepas Saat Upacara, Zulkarnaen Lari dan Panjat Tiang 15 Meter hingga Diberi Hadiah Rp 770.000

Tali Bendera Lepas Saat Upacara, Zulkarnaen Lari dan Panjat Tiang 15 Meter hingga Diberi Hadiah Rp 770.000

Regional
Diduga karena Masalah Narkoba, 2 Pemuda di Banjarbaru Berkelahi, 1 Tewas

Diduga karena Masalah Narkoba, 2 Pemuda di Banjarbaru Berkelahi, 1 Tewas

Regional
Bawa Kabur Rp 58,8 Juta Dana BLT, Ketua RT di Tabalong Kalsel Ditangkap

Bawa Kabur Rp 58,8 Juta Dana BLT, Ketua RT di Tabalong Kalsel Ditangkap

Regional
[POPULER REGIONAL] Ba'asyir Ikut Upacara HUT ke-77 RI di Ngruki | Polisi di Palu Diduga Terima Suap Rp 4,4 M

[POPULER REGIONAL] Ba'asyir Ikut Upacara HUT ke-77 RI di Ngruki | Polisi di Palu Diduga Terima Suap Rp 4,4 M

Regional
Banjir Terjang HST Kalsel, Seorang Balita Tewas Terseret Arus

Banjir Terjang HST Kalsel, Seorang Balita Tewas Terseret Arus

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 18 Agustus 2022: Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 18 Agustus 2022: Malam Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 18 Agustus 2022: Pagi dan Sore Cerah Berawan

Regional
Belajar dari Kasus Siswa Dipaksa Pakai Jilbab di Bantul, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Belajar dari Kasus Siswa Dipaksa Pakai Jilbab di Bantul, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Regional
Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Heroik, Satpam di Lombok Timur Panjat Tiang Bendera 15 Meter Demi Ambil Tali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.