Detik-detik Petani Sawit di Riau Diserang Sekelompok Pria Bersenjata, Pelaku Datang Pakai 2 Bus, Wanita dan Anak-anak Terluka

Kompas.com - 21/06/2022, 08:30 WIB

KOMPAS.com - Petani sawit di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, diserang sekelompok orang bersenjata, Minggu (19/6/2022).

Serangan itu mengakibatkan sejumlah warga terluka. Gerombolan itu menyerang menggunakan pedang, pentungan, maupun kayu.

Sejumlah korban menceritakan detik-detik terjadinya serangan.

Baca juga: Petani Sawit di Riau Diserang Sekelompok Pria Bersenjata, Puluhan Wanita dan Anak-anak Terluka

Salah seorang korban, Fitri (40), mengatakan bahwa para penyerang berjumlah puluhan orang. Mereka datang menggunakan dua unit bus. Gerombolan tersebut menyerang sekitar pukul 15.30 WIB.

"Mereka menyerang kami membabi buta. Wanita dan anak-anak banyak yang jadi korban," ujarnya kepada Kompas.com di Rumah Sakit (RS) Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru, Minggu.

Korban lainnya, Ima (45), menuturkan, diriniya mengalami luka lebam di leher karena terkena lemparan batu dari pelaku.

"Leher saya bengkak karena dilempar batu sama kelompok yang menyerang kami," ucapnya.

Ima menceritakan, pelaku menyerang memakai pedang.

"Mereka mengayun-ayunkan samurai ke kami. Saya sendiri sangat ketakutan," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Petani Sawit di Riau Diserang Sekelompok Pria Bersenjata: Kami Pertahankan Lahan, Mereka Mau Mengusir Kami

Tak hanya wanita, anak-anak pun turut jadi korban. Salah satunya adalah anak dari Sri Ranti Fatia (28).

“Kepalanya berdarah terkena pecahan kaca pada saat kelompok preman itu menyerang pos di kebun sawit," tuturnya.

Menurut Ketua Koperasi Produsen Petani Iyo Basamo Desa Terantang Yuslianti, berdasarkan laporan sementara, sebanyak 20 warga terluka akibat serangan itu.

"Informasi sementara korban 20 orang. Anak-anak ada tiga orang, dan ada bayi juga. Kondisi warga, ada yang kena luka sayatan di leher, luka di kepala. Ada juga satu korban yang masih di rawat di IGD, karena dikeroyok sama para preman itu. Orang-orang yang menyerang itu bayaran," jelasnya.

Baca juga: 17 Pelaku Penyerangan Petani Sawit di Kampar Riau Ditahan

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Stasiun Terendah di Indonesia yang Masih Aktif, Salah Satunya Berada di Ketinggian +1 M

3 Stasiun Terendah di Indonesia yang Masih Aktif, Salah Satunya Berada di Ketinggian +1 M

Regional
Hubungan Asmara Tak Direstui, Pemuda di Nunukan Bunuh Diri Minum Racun

Hubungan Asmara Tak Direstui, Pemuda di Nunukan Bunuh Diri Minum Racun

Regional
Belasan Bunga Raflesia Bermekaran di Hutan Nagari Solok

Belasan Bunga Raflesia Bermekaran di Hutan Nagari Solok

Regional
Polemik Batas Kalbar-Kalteng, Sekda: Tim Sudah Turun, Justru sekarang Kewenangannya di Kemendagri

Polemik Batas Kalbar-Kalteng, Sekda: Tim Sudah Turun, Justru sekarang Kewenangannya di Kemendagri

Regional
Seorang ODGJ Histeris di Kantor Disdukcapil Kabupaten Semarang

Seorang ODGJ Histeris di Kantor Disdukcapil Kabupaten Semarang

Regional
Tindak Lanjuti Arahan Presiden Jokowi Dukung Ketahanan Pangan, Sukoharjo Kembangkan Porang dan Sorgum

Tindak Lanjuti Arahan Presiden Jokowi Dukung Ketahanan Pangan, Sukoharjo Kembangkan Porang dan Sorgum

Regional
3 Stasiun Tertinggi di Indonesia yang Masih Aktif, Salah Satunya Dijuluki 'Stasiun Sakti'

3 Stasiun Tertinggi di Indonesia yang Masih Aktif, Salah Satunya Dijuluki "Stasiun Sakti"

Regional
Pelajar di Manokwari Tewas Tertabrak Mobil, Keluarga Korban Emosi dan Rusak Sejumlah Kendaraan

Pelajar di Manokwari Tewas Tertabrak Mobil, Keluarga Korban Emosi dan Rusak Sejumlah Kendaraan

Regional
Bupati Blora Alokasikan DBH Blok Cepu Rp 160 Miliar untuk Infrastruktur

Bupati Blora Alokasikan DBH Blok Cepu Rp 160 Miliar untuk Infrastruktur

Regional
Mahasiswa di Halmahera Utara Disiksa 4 Polisi dan Dipaksa Minta Maaf ke Anjing gara-gara Status WhatsApp

Mahasiswa di Halmahera Utara Disiksa 4 Polisi dan Dipaksa Minta Maaf ke Anjing gara-gara Status WhatsApp

Regional
Polisi Gadungan Berpangkat Kombes di Palembang Ngaku Beli Baju di Pasar, Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Polisi Gadungan Berpangkat Kombes di Palembang Ngaku Beli Baju di Pasar, Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Regional
Capit Boneka Difatwakan Haram oleh MUI, Pemilik Warung yang Dititipi Bersuara

Capit Boneka Difatwakan Haram oleh MUI, Pemilik Warung yang Dititipi Bersuara

Regional
Pencurian Kabel Tegangan Tinggi Ganggu Aliran Listrik di Aceh, Pelaku Diduga Profesional

Pencurian Kabel Tegangan Tinggi Ganggu Aliran Listrik di Aceh, Pelaku Diduga Profesional

Regional
Masuk Indonesia Tanpa Visa, Dua WN Aljazair Ditolak Imigrasi Nunukan

Masuk Indonesia Tanpa Visa, Dua WN Aljazair Ditolak Imigrasi Nunukan

Regional
Pemkab Aceh Utara Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Pemkab Aceh Utara Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.