Eksekutor Penembak Dua Petani di Aceh Diupah di Bawah Rp 10 Juta

Kompas.com - 20/06/2022, 13:53 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh membekuk terduga eksekutor penembak dua petani hingga tewas di Kabupaten Aceh Besar, Kamis 12 Mei 2022. 

Seperti diketahui, dua petani tersebut diberondong tembakan saat pulang dari kebunnya di Kawasan Desa Aneuk Gle, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. 

Terduga pelaku eksekutor tersebut berinisial FR alias MU. Ia ditangkap pada Kamis (16/06/2022) di tempat persembunyiannya di Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Baca juga: Petani Sawit di Riau Diserang Sekelompok Pria Bersenjata, Puluhan Wanita dan Anak-anak Terluka

 

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit hp jenis Nokia 105.

“Lokasi penangkapan FR alias MU terduga eksekutor penembak dua petani itu merupakan kampung Ayahnya,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy dalam konferensi pers di Aula Ditreskrimum Polda Aceh, Senin (20/6/2022).

Winardy menyebutkan, Senjata api yang digunakan terduga eksekutor saat menembak dua petani yaitu Ridwan dan Maimun warga Aceh Besar masih dalam pencarian tim Ditreskrimum Polda Aceh.

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, senjata api yang digunakan saat melakukan eksekusi disimpan di sekitar lokasi.

“Pengakuan pelaku, senjata disimpan di sekitar lokasi. tapi kita belum mendapatkan. Karena pengakuan eksekutor lokasi penyimpanan senjata juga diberitahu kepada tersangka otak pelaku dan pendamping setelah melakukan penembekan,” sebutnya.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Juni 2022

Masih kata Winardy, kepada penyidik, FR mengaku senjata yang digunakan untuk menghabisi kedua petani di Aceh Besar itu merupakan senjata api laras panjang jenis M-16 yang diperoleh dari AW tersangka otak pelaku.

“Pengakuan FR senjata api laras Panjang jenis m 16 itu diberikan oleh AW, tapi kita masih menjalami asal usul senjata tersebut,” jelasnya.

FR mengesekusi korban Ridwan dan Maimun atas perintah AW dengan imbalan upah uang tunai di bawah Rp 10 juta dan juga dijanjikan akan mendapat pekerjaan dari AW.

“Pengakuan FR dia mendapat upah uang di bawah Rp 10 juta, angka pastinya lagi kita dalami karena pengakuan tersangka berubah-ubah, namun uang upah yang dijanjikan belum diterima oleh FR,” sebutnya.

Baca juga: Duduk Perkara Bentrok Warga dengan Petani di Pasaman Barat, Dipicu Konflik Lahan

Hingga kini terdapat tujuh terduga pelaku, yaitu M, DW, RZ, ZD, MY, AW, dan FR, warga Aceh Besar. 

Mereka berperan sebagai eksekuotor, pendamping eksekutor, otak pelaku, dan pemberi informasi. 

Mereka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandar Judi Online Terbesar di Sumut Naik Penyidikan, 1 Rumah di Kompleks Cemara Deli Serdang Digeledah

Bandar Judi Online Terbesar di Sumut Naik Penyidikan, 1 Rumah di Kompleks Cemara Deli Serdang Digeledah

Regional
Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Pengacara Keluarga Brigadir J: Seharusnya Dia Tidak Ikut Bohong

Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Pengacara Keluarga Brigadir J: Seharusnya Dia Tidak Ikut Bohong

Regional
Angkut Kayu Glondongan Ilegal, Sopir dan Truk Tronton di Aceh Diamankan

Angkut Kayu Glondongan Ilegal, Sopir dan Truk Tronton di Aceh Diamankan

Regional
Usai Diperiksa, Pelaku Utama Kawin Tangkap di Sumba Langsung Ditahan

Usai Diperiksa, Pelaku Utama Kawin Tangkap di Sumba Langsung Ditahan

Regional
Pria Ini Dianiaya Debt Collector Saat Menemani Istri Berobat di Rumah Sakit

Pria Ini Dianiaya Debt Collector Saat Menemani Istri Berobat di Rumah Sakit

Regional
Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Rupiah Kertas TE 2022 di Sumsel

Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Rupiah Kertas TE 2022 di Sumsel

Regional
Inflasi 5 Besar Nasional, Bangka Belitung Gunakan Anggaran Tak Terduga

Inflasi 5 Besar Nasional, Bangka Belitung Gunakan Anggaran Tak Terduga

Regional
Devi, Pengunjung Lapas Semarang Nekat Sembunyikan 396 Pil Koplo di Dalam Kemaluan yang akan Diberikan ke Narapidana

Devi, Pengunjung Lapas Semarang Nekat Sembunyikan 396 Pil Koplo di Dalam Kemaluan yang akan Diberikan ke Narapidana

Regional
PTPN V Catat Laba Rp 1,3 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

PTPN V Catat Laba Rp 1,3 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Regional
Bangunan SD di Riau Rusak Parah, Siswa Takut Belajar Dalam Kelas

Bangunan SD di Riau Rusak Parah, Siswa Takut Belajar Dalam Kelas

Regional
Polda NTB Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Edarkan Sabu di Bima

Polda NTB Minta Usut Tuntas Kasus Polisi Edarkan Sabu di Bima

Regional
Viral Aksi Balap Liar Mobil di Solo Meresahkan Warga, Gibran dan Polisi Bakal Cari Pelaku

Viral Aksi Balap Liar Mobil di Solo Meresahkan Warga, Gibran dan Polisi Bakal Cari Pelaku

Regional
Cerita Warga Tegal Antusias Tukar Uang Kertas Baru: Lebih Simpel dan Warnanya Lebih Segar

Cerita Warga Tegal Antusias Tukar Uang Kertas Baru: Lebih Simpel dan Warnanya Lebih Segar

Regional
Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Asal Israel Dilaporkan Meninggal

Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Asal Israel Dilaporkan Meninggal

Regional
Kapolda Jateng Ancam Ganti Kapolres yang Tak Tegas Terhadap Judi

Kapolda Jateng Ancam Ganti Kapolres yang Tak Tegas Terhadap Judi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.