Kompas.com - 17/06/2022, 20:05 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com - Kodam II Sriwijaya menerjunkan tim investigasi dalam penyelidikan kasus penusukan yang menyebabkan seorang anggota TNI AD tewas di Bandar Lampung.

Dalam kasus itu, Prajurit Dua (Prada) AAS tewas di Tokyo Space Cafe.

Kepala Penerangan Kodam II Sriwijaya Letnan Kolonel (Cav) Rohyat Happy Ariyanto mengatakan, kasus ini sudah ditangani tim investigasi.

Baca juga: Diduga Depresi, Santriwati di Malang Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi Ponpes

Terkait perkembangan proses penyelidikan seperti inisial pelaku, kronologi, dan motif belum bisa disampaikan lebih rinci.

"Saat ini masih dalam proses pendalaman tim investigasi," kata Rohyat melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/6/2022) malam.

Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Ino Harianto mengungkapkan, pelaku penusukan berjumlah satu orang.

Ino mengatakan, pelaku tersebut telah dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).

"Sudah kami limpahkan proses penyelidikan ke POM AD, jumlah pelaku yang terungkap satu orang," kata Ino.

Baca juga: Wanita Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Ditawari Kerja di Kafe Tapi Disuruh Jual Diri

Prada AAS diketahui tewas ditusuk setelah diduga bertikai dengan sesama pengunjung di Tokyo Space Cafe, Kecamatan Enggal, Minggu (15/5/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasus penusukan ini berujung rujukan penutupan dan pencabutan izin operasional kafe di lokasi kejadian.

Rujukan penutupan dan pencabutan izin operasional tersebut dilayangkan Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Ino Harianto melalui surat bernomor: B/615/V/ OPS.2./2022 perihal penutupan Tokyo Space Cafe.

Baca juga: Ibu di Kolaka Timur Sultra Melahirkan Bayi Kembar 4, Butuh Bantuan, 1 Bayi Meninggal

"Pada hari Minggu sekira jam 02.00 WIB di Kafe Tokyo Space telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama AAS, usia 30 tahun, pekerjaan anggota TNI," kata Ino.

Prada AAS meninggal dunia akibat luka tusuk di dada sebelah kiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Polisi Bebaskan 2 Driver Ojol Semarang yang Sempat Ditahan karena Pengeroyokan

Ini Alasan Polisi Bebaskan 2 Driver Ojol Semarang yang Sempat Ditahan karena Pengeroyokan

Regional
Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Malaysia Digagalkan di Riau, Ada 43 WNA dan 10 WNI

Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal ke Malaysia Digagalkan di Riau, Ada 43 WNA dan 10 WNI

Regional
Isran Noor Sebut Nilai Ekspor Batu Bara Kaltim Melebihi Biaya Pembangunan IKN Nusantara

Isran Noor Sebut Nilai Ekspor Batu Bara Kaltim Melebihi Biaya Pembangunan IKN Nusantara

Regional
Korban Tewas Longsor Tambang Emas di Kotabaru Jadi 6 Orang, 5 Lainnya Masih Hilang

Korban Tewas Longsor Tambang Emas di Kotabaru Jadi 6 Orang, 5 Lainnya Masih Hilang

Regional
Seorang Polisi di Dompu Dilempari Batu Saat Bubarkan Warga yang Memblokade Jalan

Seorang Polisi di Dompu Dilempari Batu Saat Bubarkan Warga yang Memblokade Jalan

Regional
Perambahan Hutan di TNTN Riau, Ternyata Ada Kades yang Terbitkan 1.500 SKT di Kawasan Hutan Lindung

Perambahan Hutan di TNTN Riau, Ternyata Ada Kades yang Terbitkan 1.500 SKT di Kawasan Hutan Lindung

Regional
Berulang Kali Cabuli Anak Tirinya, Seorang Pria di Keerom Ditangkap

Berulang Kali Cabuli Anak Tirinya, Seorang Pria di Keerom Ditangkap

Regional
Rombongan Suporter PSCS Cilacap Ribut dengan Warga di Banyumas, Ini Penyebabnya

Rombongan Suporter PSCS Cilacap Ribut dengan Warga di Banyumas, Ini Penyebabnya

Regional
KM Momentum 25001 Terbakar di Samarinda, Sempat Terdengar Ledakan

KM Momentum 25001 Terbakar di Samarinda, Sempat Terdengar Ledakan

Regional
Dua 'Driver' Ojol di Semarang yang Sempat Ditahan Polisi karena Pengeroyokan Dibebaskan

Dua "Driver" Ojol di Semarang yang Sempat Ditahan Polisi karena Pengeroyokan Dibebaskan

Regional
Bobol 2 Sekolah dan Duel dengan Kepala Dusun, Pencuri Ditangkap Warga

Bobol 2 Sekolah dan Duel dengan Kepala Dusun, Pencuri Ditangkap Warga

Regional
Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Regional
10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional 'Lo'i Pa'i Piri', Polisi: Habis Minum lalu Muntah

10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional "Lo'i Pa'i Piri", Polisi: Habis Minum lalu Muntah

Regional
Korban Keracunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 Orang

Korban Keracunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 Orang

Regional
Stok Vaksin Meningitis di Riau Hanya untuk Calon Jemaah Umrah yang Sudah Daftar Online

Stok Vaksin Meningitis di Riau Hanya untuk Calon Jemaah Umrah yang Sudah Daftar Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.